Cari disini...

DPRD Kota Balikpapan
Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan, Japar Sidik saat ditemui diruang komisi. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)
Balikpapan – Upaya pemerataan akses air bersih di Kota Balikpapan mulai menunjukkan hasil positif.
Melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) dari sejumlah perusahaan, masyarakat yang sebelumnya belum tersentuh jaringan air kini mulai menikmati fasilitas tersebut.
Salah satu contohnya terjadi di RT 87 Kelurahan Muara Rapak, Balikpapan Utara, sebanyak 35 rumah warga kini telah mendapatkan akses air bersih berkat dukungan program CSR. Fasilitas yang diberikan berupa dua tandon berkapasitas 5.000 liter serta 30 drum plastik berukuran 200 liter.
Anggota Komisi II DPRD Balikpapan, Japar Sidik menyebut inisiatif ini menjadi bukti nyata bagaimana kolaborasi antara sektor swasta dan pemerintah dapat menjawab kebutuhan dasar masyarakat.
“Alhamdulillah bantuan ini sudah berjalan dan dirasakan langsung manfaatnya oleh warga sekitar jalur pipa Pertamina,” ucap Japar saat dihubungi awak media, Jumat (24/10/2025).
Air bersih yang disalurkan sementara ini berasal dari meteran utama, lalu ditampung di tandon sebelum didistribusikan ke rumah warga. Meski sistemnya masih sederhana, langkah ini dinilai efektif sebagai solusi sementara bagi wilayah yang belum mendapat sambungan pipa langsung dari Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB).
Menurut Japar, PTMB masih menghadapi kendala teknis dan anggaran dalam memperluas jaringan pipa ke seluruh wilayah. Oleh karena itu kolaborasi dengan pihak swasta melalui program CSR menjadi strategi penting agar masyarakat tidak harus menunggu terlalu lama untuk menikmati air bersih.
“Tidak semua wilayah bisa langsung tersambung jaringan pipa karena keterbatasan kapasitas dan infrastruktur. Jadi tandon ini adalah solusi sementara yang cukup membantu,” sebut Politisi PKS itu.
Ia menambahkan sebagian besar kawasan Balikpapan sebenarnya sudah terlayani air bersih, tapi belum semua bisa menikmati pasokan selama 24 jam. Karena itu dirinya berharap PTMB dapat memperkuat kapasitas distribusi agar layanan lebih merata.
“Harapan kami dalam waktu dekat PTMB dapat memperluas jangkauan layanan, sehingga warga tidak lagi bergantung pada tandon. Kolaborasi seperti ini perlu terus diperkuat agar masyarakat Balikpapan benar-benar bisa menikmati air bersih secara penuh,” pungkasnya. (Adv)
(Sf/Lo)
Cari disini...

DPRD Kota Balikpapan

Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan, Japar Sidik saat ditemui diruang komisi. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)
Balikpapan – Upaya pemerataan akses air bersih di Kota Balikpapan mulai menunjukkan hasil positif.
Melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) dari sejumlah perusahaan, masyarakat yang sebelumnya belum tersentuh jaringan air kini mulai menikmati fasilitas tersebut.
Salah satu contohnya terjadi di RT 87 Kelurahan Muara Rapak, Balikpapan Utara, sebanyak 35 rumah warga kini telah mendapatkan akses air bersih berkat dukungan program CSR. Fasilitas yang diberikan berupa dua tandon berkapasitas 5.000 liter serta 30 drum plastik berukuran 200 liter.
Anggota Komisi II DPRD Balikpapan, Japar Sidik menyebut inisiatif ini menjadi bukti nyata bagaimana kolaborasi antara sektor swasta dan pemerintah dapat menjawab kebutuhan dasar masyarakat.
“Alhamdulillah bantuan ini sudah berjalan dan dirasakan langsung manfaatnya oleh warga sekitar jalur pipa Pertamina,” ucap Japar saat dihubungi awak media, Jumat (24/10/2025).
Air bersih yang disalurkan sementara ini berasal dari meteran utama, lalu ditampung di tandon sebelum didistribusikan ke rumah warga. Meski sistemnya masih sederhana, langkah ini dinilai efektif sebagai solusi sementara bagi wilayah yang belum mendapat sambungan pipa langsung dari Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB).
Menurut Japar, PTMB masih menghadapi kendala teknis dan anggaran dalam memperluas jaringan pipa ke seluruh wilayah. Oleh karena itu kolaborasi dengan pihak swasta melalui program CSR menjadi strategi penting agar masyarakat tidak harus menunggu terlalu lama untuk menikmati air bersih.
“Tidak semua wilayah bisa langsung tersambung jaringan pipa karena keterbatasan kapasitas dan infrastruktur. Jadi tandon ini adalah solusi sementara yang cukup membantu,” sebut Politisi PKS itu.
Ia menambahkan sebagian besar kawasan Balikpapan sebenarnya sudah terlayani air bersih, tapi belum semua bisa menikmati pasokan selama 24 jam. Karena itu dirinya berharap PTMB dapat memperkuat kapasitas distribusi agar layanan lebih merata.
“Harapan kami dalam waktu dekat PTMB dapat memperluas jangkauan layanan, sehingga warga tidak lagi bergantung pada tandon. Kolaborasi seperti ini perlu terus diperkuat agar masyarakat Balikpapan benar-benar bisa menikmati air bersih secara penuh,” pungkasnya. (Adv)
(Sf/Lo)