DPRD Kota Balikpapan

    DPRD Kota Balikpapan

    H Aco Minta Pemkot Pikirkan Solusi Atasi Kemacetan di Balikpapan

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Buniyamin
    22 Juni 2024 pukul 18:33 WITA

    Sekretaris Komisi III DPRD Balikpapan, Kamaruddin Ibrahim saat sesi wawancara. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan - Masalah kemacetan di wilayah Kota Balikpapan yqng masih saja terjadi hingga kini, apalagi sejak ditetapkannya Balikpapan sebagai penyangga Ibu Kota Negara (IKN), jumlah pertambahan pendudukan terus alami peningkatan.

    Sekretaris Komisi III DPRD Balikpapan, Kamaruddin Ibrahim meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan memberikan solusi jangka pendek dalam mengatasi kemacetan itu.

    Ini mengingat jumlah kendaraan yang setiap hari hingga bulan selalu bertambah. "Tentu saja ini diperlukan langkah cepat Pemkot Balikpapan dalam mengambil keputusan, guna mengantisipasi kemacetan yang lebih parah kedepannya," kata H Aco, sapaan akrabnya, Sabtu (22/6/2024).

    Beberapa lokasi yang sering macet, seperti simpang Muara Rapak, MT Haryono hingga arah menuju ke Balikpapan Super Blok (BSB). Daerah itu yang harus segera diatasi dengan melakukan pelebaran badan jalan.

    "Seharusnya pelebaran sudah dilakukan mulai sekarang, karena jika harus menunggu lagi sampai kapan jalan itu bakal dibenahi," ujarnya.

    Dinas Perhubungan (Dishub) Balikpapan seharusnya sudah membuat rekayasa lalu lintas di simpang Muara Rapak dengan bekerjasama dengan pihak PT Pertamina untuk membuka akses Jalan Panorama dan di samping Masjid Al-Munawar. 

    Lanjutnya, kendaraan roda dua maupun roda empat dari arah Gunung Sari hendak menuju arah Karang Anyar dan Kampung Baru bisa melewati Jalan Panorama atau samping masjid Al-Munawar. 

    "Sementara kendaraan yang dari arah Karang Anyar hendak ke Muara Rapak, tidak ada lagi melintas ke jalan tembus ke samping masjid Al Munawar. Jadi dari Karang Anyar ke Rapak hanya satu arah saja," terangnya.

    Saat ditanya mengenai soal pemberlakuan ganjil-genap di Kota Balikpapan, H Aco menolak penerapan ganjil-genap di Balikpapan karena belum diperlukan.

    Namun, dikatakannya, Pemkot sudah saatnya bisa menyediakan Sarana Angkutan Umum Massal (SAUM). 

    "Saya rasa kalau SAUM disediakan bisa menjadi solusi, asalkan dapat dikelola dengan baik. Tapi kini yanf dibutuhkan di Balikpapan, yakni pembukaan jalur alternatif dan melakukan pelebaran jalan-jalan yang sudah ada," pungkasnya. (adv)

    (Sf/By)

    DPRD Kota Balikpapan

    DPRD Kota Balikpapan

    H Aco Minta Pemkot Pikirkan Solusi Atasi Kemacetan di Balikpapan

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Buniyamin
    22 Juni 2024 pukul 18:33 WITA

    Sekretaris Komisi III DPRD Balikpapan, Kamaruddin Ibrahim saat sesi wawancara. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan - Masalah kemacetan di wilayah Kota Balikpapan yqng masih saja terjadi hingga kini, apalagi sejak ditetapkannya Balikpapan sebagai penyangga Ibu Kota Negara (IKN), jumlah pertambahan pendudukan terus alami peningkatan.

    Sekretaris Komisi III DPRD Balikpapan, Kamaruddin Ibrahim meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan memberikan solusi jangka pendek dalam mengatasi kemacetan itu.

    Ini mengingat jumlah kendaraan yang setiap hari hingga bulan selalu bertambah. "Tentu saja ini diperlukan langkah cepat Pemkot Balikpapan dalam mengambil keputusan, guna mengantisipasi kemacetan yang lebih parah kedepannya," kata H Aco, sapaan akrabnya, Sabtu (22/6/2024).

    Beberapa lokasi yang sering macet, seperti simpang Muara Rapak, MT Haryono hingga arah menuju ke Balikpapan Super Blok (BSB). Daerah itu yang harus segera diatasi dengan melakukan pelebaran badan jalan.

    "Seharusnya pelebaran sudah dilakukan mulai sekarang, karena jika harus menunggu lagi sampai kapan jalan itu bakal dibenahi," ujarnya.

    Dinas Perhubungan (Dishub) Balikpapan seharusnya sudah membuat rekayasa lalu lintas di simpang Muara Rapak dengan bekerjasama dengan pihak PT Pertamina untuk membuka akses Jalan Panorama dan di samping Masjid Al-Munawar. 

    Lanjutnya, kendaraan roda dua maupun roda empat dari arah Gunung Sari hendak menuju arah Karang Anyar dan Kampung Baru bisa melewati Jalan Panorama atau samping masjid Al-Munawar. 

    "Sementara kendaraan yang dari arah Karang Anyar hendak ke Muara Rapak, tidak ada lagi melintas ke jalan tembus ke samping masjid Al Munawar. Jadi dari Karang Anyar ke Rapak hanya satu arah saja," terangnya.

    Saat ditanya mengenai soal pemberlakuan ganjil-genap di Kota Balikpapan, H Aco menolak penerapan ganjil-genap di Balikpapan karena belum diperlukan.

    Namun, dikatakannya, Pemkot sudah saatnya bisa menyediakan Sarana Angkutan Umum Massal (SAUM). 

    "Saya rasa kalau SAUM disediakan bisa menjadi solusi, asalkan dapat dikelola dengan baik. Tapi kini yanf dibutuhkan di Balikpapan, yakni pembukaan jalur alternatif dan melakukan pelebaran jalan-jalan yang sudah ada," pungkasnya. (adv)

    (Sf/By)