Cari disini...

DPRD Kota Balikpapan
Wakil Ketua Komisi III DPRD Balikpapan, Halili Adinegara dialog bersama warga Kelurahan Gunung Samarinda, Balikpapan Utara. (Foto: PKB/Seputarfakta.com)
Balikpapan – Wakil Ketua Komisi III DPRD Balikpapan, Halili Adinegara menggelar dialog warga di lingkungan RT 39 Kelurahan Gunung Samarinda (GSm), Kecamatan Balikpapan Utara, Sabtu (25/10/2025) malam.
Kegiatan tersebut mengusung tema Sinergi Pembangunan Infrastruktur Lingkungan dan Pelayanan Air Bersih untuk Kesejahteraan Masyarakat.
Dialog berjalan interaktif, warga menyampaikan berbagai persoalan yang selama ini mereka hadapi, mulai dari infrastruktur hingga pelayanan publik. Salah satu keluhan utama mengenai pembangunan jembatan dan perbaikan drainase yang dinilai mendesak untuk segera ditangani.
Menanggapi hal itu, Halili berjanji akan menindaklanjuti aspirasi tersebut dan mendorong pemerintah kota agar segera memperbaiki fasilitas yang dibutuhkan warga.
“Jembatan akan segera kami usulkan perbaikannya agar bisa digunakan kembali dengan aman dan nyaman,” ucap Halili saat dihubungi awak media, Minggu (26/10/2025).
Selain persoalan infrastruktur, warga juga menyoroti pelayanan BPJS Kesehatan yang disebut tidak sepenuhnya ditanggung pemerintah. Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini meminta agar pemerintah daerah mendengar dan mengakomodasi keluhan tersebut.
“Karena memang banyak masyarakat yang bergantung pada layanan BPJS,” jelasnya.
Masalah lain yang mencuat adalah pelayanan air bersih dari PDAM. Warga mengeluhkan air yang hanya mengalir pada dini hari, sekitar pukul 02.00 WITA. Kondisi itu membuat warga kesulitan beraktivitas dan terganggu waktu istirahatnya.
“Kami berharap PDAM memperbaiki sistem distribusi agar air bisa mengalir pada waktu normal,” tambahnya.
Dalam kesempatan itu, warga juga menyampaikan persoalan di bidang pendidikan. Ada warga yang mengaku belum menerima seragam sekolah untuk anaknya di tingkat SMK, sementara ada pula kasus perpindahan siswa dari sekolah swasta ke negeri yang dikenai biaya hingga Rp6 juta.
Halili menegaskan kebijakan seperti itu tidak dibenarkan dan meminta Dinas Pendidikan untuk segera menindaklanjuti, khususnya untuk wilayah Balikpapan.
“Kami minta Dinas Pendidikan memfasilitasi perpindahan siswa tanpa pungutan yang tidak sesuai aturan,” tegasnya.
Melalui dialog tersebut, dirinya berharap seluruh keluhan masyarakat dapat ditindaklanjuti oleh instansi terkait agar pelayanan publik di Balikpapan semakin baik.
“Kami ingin ke depan tidak ada lagi keluhan seperti ini. Semua aspirasi warga harus didengar dan direspons secara cepat,” pungkasnya. (Adv)
(Sf/Lo)
Cari disini...

DPRD Kota Balikpapan

Wakil Ketua Komisi III DPRD Balikpapan, Halili Adinegara dialog bersama warga Kelurahan Gunung Samarinda, Balikpapan Utara. (Foto: PKB/Seputarfakta.com)
Balikpapan – Wakil Ketua Komisi III DPRD Balikpapan, Halili Adinegara menggelar dialog warga di lingkungan RT 39 Kelurahan Gunung Samarinda (GSm), Kecamatan Balikpapan Utara, Sabtu (25/10/2025) malam.
Kegiatan tersebut mengusung tema Sinergi Pembangunan Infrastruktur Lingkungan dan Pelayanan Air Bersih untuk Kesejahteraan Masyarakat.
Dialog berjalan interaktif, warga menyampaikan berbagai persoalan yang selama ini mereka hadapi, mulai dari infrastruktur hingga pelayanan publik. Salah satu keluhan utama mengenai pembangunan jembatan dan perbaikan drainase yang dinilai mendesak untuk segera ditangani.
Menanggapi hal itu, Halili berjanji akan menindaklanjuti aspirasi tersebut dan mendorong pemerintah kota agar segera memperbaiki fasilitas yang dibutuhkan warga.
“Jembatan akan segera kami usulkan perbaikannya agar bisa digunakan kembali dengan aman dan nyaman,” ucap Halili saat dihubungi awak media, Minggu (26/10/2025).
Selain persoalan infrastruktur, warga juga menyoroti pelayanan BPJS Kesehatan yang disebut tidak sepenuhnya ditanggung pemerintah. Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini meminta agar pemerintah daerah mendengar dan mengakomodasi keluhan tersebut.
“Karena memang banyak masyarakat yang bergantung pada layanan BPJS,” jelasnya.
Masalah lain yang mencuat adalah pelayanan air bersih dari PDAM. Warga mengeluhkan air yang hanya mengalir pada dini hari, sekitar pukul 02.00 WITA. Kondisi itu membuat warga kesulitan beraktivitas dan terganggu waktu istirahatnya.
“Kami berharap PDAM memperbaiki sistem distribusi agar air bisa mengalir pada waktu normal,” tambahnya.
Dalam kesempatan itu, warga juga menyampaikan persoalan di bidang pendidikan. Ada warga yang mengaku belum menerima seragam sekolah untuk anaknya di tingkat SMK, sementara ada pula kasus perpindahan siswa dari sekolah swasta ke negeri yang dikenai biaya hingga Rp6 juta.
Halili menegaskan kebijakan seperti itu tidak dibenarkan dan meminta Dinas Pendidikan untuk segera menindaklanjuti, khususnya untuk wilayah Balikpapan.
“Kami minta Dinas Pendidikan memfasilitasi perpindahan siswa tanpa pungutan yang tidak sesuai aturan,” tegasnya.
Melalui dialog tersebut, dirinya berharap seluruh keluhan masyarakat dapat ditindaklanjuti oleh instansi terkait agar pelayanan publik di Balikpapan semakin baik.
“Kami ingin ke depan tidak ada lagi keluhan seperti ini. Semua aspirasi warga harus didengar dan direspons secara cepat,” pungkasnya. (Adv)
(Sf/Lo)