Cari disini...

DPRD Kota Balikpapan
Muhammad Najib saat membacakan pandangan akhir Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Balikpapan. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)
Balikpapan – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Balikpapan menyatakan dukungannya terhadap jawaban wali kota Balikpapan mengenai Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Kota Layak Anak (KLA).
Pernyataan tersebut disampaikan oleh perwakilan fraksi, Muhammad Najib, dalam rapat paripurna DPRD Kota Balikpapan yang dilaksanakan di Hotel Grand Senyiur Balikpapan, Senin (14/4/2025).
Dalam pandangan akhirnya, Fraksi PDI Perjuangan menilai bahwa jawaban wali kota telah mencerminkan komitmen dalam mewujudkan kota yang ramah dan peduli terhadap pemenuhan hak-hak anak. Fraksi berharap Raperda ini menjadi regulasi yang kuat dan menjadi pedoman bagi seluruh pemangku kepentingan dalam pelaksanaan program KLA.
“Raperda ini diharapkan mampu menjadi dasar hukum yang jelas dalam mewujudkan sebagai KLA, serta menjamin perlindungan dan pemenuhan hak anak secara menyeluruh,” kata Najib saat membacakan pandangan fraksinya.
Dirinya menambahkan, anak adalah amanah dan karunia Tuhan Yang Maha Esa yang harus dijaga dan dibimbing dengan penuh kasih sayang. Dalam diri anak melekat harkat dan martabat sebagai manusia seutuhnya, sehingga perlu mendapatkan perlindungan secara konsisten dari segala bentuk kekerasan, eksploitasi, dan diskriminasi yang dapat merusak masa depan anak.
Najib juga mengingatkan bahwa anak merupakan kelompok yang memiliki ketergantungan tinggi kepada orang dewasa. Karena itu, peran keluarga, masyarakat, dan pemerintah sangat penting dalam mendukung tumbuh kembang mereka secara optimal, baik secara fisik, mental, maupun sosial.
“Anak harus diberikan kesempatan untuk berkembang dengan baik dan dibekali akhlak mulia sebagai generasi penerus bangsa,” tegasnya.
Lebih lanjut, Fraksi PDI Perjuangan juga menyoroti pentingnya pemenuhan kebutuhan dasar anak, khususnya dalam aspek gizi dan kesehatan. Untuk itu, fraksi mendorong agar Pemerintah Kota Balikpapan dapat kembali mengaktifkan program makan bergizi gratis bagi anak-anak, yang sebelumnya pernah dijalankan.
Menurutnya, program ini bukan sekadar bentuk bantuan pangan, tetapi juga merupakan langkah konkret dan strategis dalam mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Dengan terpenuhinya asupan gizi yang cukup dan seimbang, anak-anak akan memiliki kondisi kesehatan yang lebih baik, daya tahan tubuh yang kuat, serta kemampuan belajar yang meningkat.
“Pemberian makanan bergizi gratis sangat penting, terutama bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, agar mereka tidak tertinggal dalam pertumbuhan maupun pendidikan,” tegas Najib.
Fraksi PDI Perjuangan meyakini bahwa investasi pada anak-anak hari ini akan menjadi fondasi kuat bagi masa depan Balikpapan yang lebih maju dan berdaya saing. Oleh karena itu, mereka berharap agar pemerintah daerah tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur fisik, tetapi juga memperhatikan pembangunan sumber daya manusia sejak usia dini.
"Melalui program ini, fraksi kami berharap akan lahir generasi muda Balikpapan yang sehat, cerdas, dan siap bersaing, sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045," tuturnya. (Adv)
(Sf/Rs)
Cari disini...

DPRD Kota Balikpapan

Muhammad Najib saat membacakan pandangan akhir Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Balikpapan. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)
Balikpapan – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Balikpapan menyatakan dukungannya terhadap jawaban wali kota Balikpapan mengenai Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Kota Layak Anak (KLA).
Pernyataan tersebut disampaikan oleh perwakilan fraksi, Muhammad Najib, dalam rapat paripurna DPRD Kota Balikpapan yang dilaksanakan di Hotel Grand Senyiur Balikpapan, Senin (14/4/2025).
Dalam pandangan akhirnya, Fraksi PDI Perjuangan menilai bahwa jawaban wali kota telah mencerminkan komitmen dalam mewujudkan kota yang ramah dan peduli terhadap pemenuhan hak-hak anak. Fraksi berharap Raperda ini menjadi regulasi yang kuat dan menjadi pedoman bagi seluruh pemangku kepentingan dalam pelaksanaan program KLA.
“Raperda ini diharapkan mampu menjadi dasar hukum yang jelas dalam mewujudkan sebagai KLA, serta menjamin perlindungan dan pemenuhan hak anak secara menyeluruh,” kata Najib saat membacakan pandangan fraksinya.
Dirinya menambahkan, anak adalah amanah dan karunia Tuhan Yang Maha Esa yang harus dijaga dan dibimbing dengan penuh kasih sayang. Dalam diri anak melekat harkat dan martabat sebagai manusia seutuhnya, sehingga perlu mendapatkan perlindungan secara konsisten dari segala bentuk kekerasan, eksploitasi, dan diskriminasi yang dapat merusak masa depan anak.
Najib juga mengingatkan bahwa anak merupakan kelompok yang memiliki ketergantungan tinggi kepada orang dewasa. Karena itu, peran keluarga, masyarakat, dan pemerintah sangat penting dalam mendukung tumbuh kembang mereka secara optimal, baik secara fisik, mental, maupun sosial.
“Anak harus diberikan kesempatan untuk berkembang dengan baik dan dibekali akhlak mulia sebagai generasi penerus bangsa,” tegasnya.
Lebih lanjut, Fraksi PDI Perjuangan juga menyoroti pentingnya pemenuhan kebutuhan dasar anak, khususnya dalam aspek gizi dan kesehatan. Untuk itu, fraksi mendorong agar Pemerintah Kota Balikpapan dapat kembali mengaktifkan program makan bergizi gratis bagi anak-anak, yang sebelumnya pernah dijalankan.
Menurutnya, program ini bukan sekadar bentuk bantuan pangan, tetapi juga merupakan langkah konkret dan strategis dalam mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Dengan terpenuhinya asupan gizi yang cukup dan seimbang, anak-anak akan memiliki kondisi kesehatan yang lebih baik, daya tahan tubuh yang kuat, serta kemampuan belajar yang meningkat.
“Pemberian makanan bergizi gratis sangat penting, terutama bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, agar mereka tidak tertinggal dalam pertumbuhan maupun pendidikan,” tegas Najib.
Fraksi PDI Perjuangan meyakini bahwa investasi pada anak-anak hari ini akan menjadi fondasi kuat bagi masa depan Balikpapan yang lebih maju dan berdaya saing. Oleh karena itu, mereka berharap agar pemerintah daerah tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur fisik, tetapi juga memperhatikan pembangunan sumber daya manusia sejak usia dini.
"Melalui program ini, fraksi kami berharap akan lahir generasi muda Balikpapan yang sehat, cerdas, dan siap bersaing, sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045," tuturnya. (Adv)
(Sf/Rs)