DPRD Kota Balikpapan

    DPRD Tarakan Kunker ke DPRD Balikpapan, Bahas Dampak Pemotongan TKD dan Penguatan PAD

    Seputarfakta.com - Maya Sari -

    DPRD Kota Balikpapan

    26 Februari 2026 08:51 WIB

    Jajaran DPRD Kota Tarakan berdiskusi ke DPRD Balikpapan, bahas perihal dampak pemotongan Transfer ke Daerah (TKD). (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan menerima kunjungan kerja dari DPRD Kota Tarakan, Kamis (26/2/2026). 

    Rombongan legislatif Tarakan tersebut diterima oleh jajaran Sekretariat DPRD Balikpapan dalam rangka bertukar informasi dan pengalaman terkait pengelolaan keuangan daerah.

    Usai berdiskusi, Wakil Ketua I DPRD Kota Tarakan, Herman Hamid menjelaskan kunjungan tersebut difokuskan pada pembahasan dampak pemotongan Transfer ke Daerah (TKD) terhadap kemampuan fiskal pemerintah daerah.

    Pihaknya juga ingin menggali strategi penyusunan program pembangunan jangka menengah dan jangka panjang di tengah keterbatasan anggaran.

    “Kami berdiskusi mengenai dampak pemotongan TKD dan bagaimana langkah-langkah yang bisa diambil agar program pembangunan tetap berjalan optimal,” ucap Herman saat ditemui awak media.

    Menurutnya pengurangan TKD sangat memengaruhi struktur Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Tarakan. Kondisi tersebut menuntut pemerintah daerah untuk lebih kreatif dan inovatif dalam menggali sumber-sumber pendapatan baru.

    Herman menyebut Tarakan dan Balikpapan memiliki karakteristik daerah yang hampir serupa, yakni sebagai kota perdagangan dan jasa. Oleh karena itu, pihaknya menilai Balikpapan memiliki sejumlah praktik baik yang bisa menjadi referensi bagi Tarakan.

    “Tarakan dan Balikpapan ini satu kampung. Kami ingin saling berbagi pengalaman, terutama dalam memperkuat kapasitas fiskal daerah,” terangnya.

    Kini Pendapatan Asli Daerah (PAD) Tarakan masih didominasi sektor pajak dan retribusi, karena Tarakan tidak memiliki sumber daya alam yang dapat menjadi penopang utama pendapatan daerah.

    Dalam menghadapi tantangan tersebut, DPRD Tarakan mendorong optimalisasi sektor perdagangan, jasa, serta pengembangan potensi pariwisata. Herman mengungkap sejumlah potensi wisata seperti kawasan pantai dan kearifan lokal budaya tengah diupayakan untuk dikembangkan secara lebih maksimal.

    “Potensi wisata kami ada, termasuk pantai dan budaya lokal. Ini sedang kami tingkatkan agar bisa berkontribusi lebih besar terhadap PAD,” tuturnya.

    Melalui kunjungan kerja ini, DPRD Tarakan berharap dapat memperoleh masukan konstruktif guna memperkuat perencanaan pembangunan dan menjaga kesinambungan pembangunan daerah di tengah dinamika kebijakan fiskal nasional. (Adv)

    (Sf/Lo)

    Tim Editorial

    Connect With Us

    Copyright @ 2023 seputarfakta.com.
    All right reserved

    Kategori

    Informasi

    DPRD Kota Balikpapan

    DPRD Tarakan Kunker ke DPRD Balikpapan, Bahas Dampak Pemotongan TKD dan Penguatan PAD

    Seputarfakta.com - Maya Sari -

    DPRD Kota Balikpapan

    26 Februari 2026 08:51 WIB

    Jajaran DPRD Kota Tarakan berdiskusi ke DPRD Balikpapan, bahas perihal dampak pemotongan Transfer ke Daerah (TKD). (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan menerima kunjungan kerja dari DPRD Kota Tarakan, Kamis (26/2/2026). 

    Rombongan legislatif Tarakan tersebut diterima oleh jajaran Sekretariat DPRD Balikpapan dalam rangka bertukar informasi dan pengalaman terkait pengelolaan keuangan daerah.

    Usai berdiskusi, Wakil Ketua I DPRD Kota Tarakan, Herman Hamid menjelaskan kunjungan tersebut difokuskan pada pembahasan dampak pemotongan Transfer ke Daerah (TKD) terhadap kemampuan fiskal pemerintah daerah.

    Pihaknya juga ingin menggali strategi penyusunan program pembangunan jangka menengah dan jangka panjang di tengah keterbatasan anggaran.

    “Kami berdiskusi mengenai dampak pemotongan TKD dan bagaimana langkah-langkah yang bisa diambil agar program pembangunan tetap berjalan optimal,” ucap Herman saat ditemui awak media.

    Menurutnya pengurangan TKD sangat memengaruhi struktur Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Tarakan. Kondisi tersebut menuntut pemerintah daerah untuk lebih kreatif dan inovatif dalam menggali sumber-sumber pendapatan baru.

    Herman menyebut Tarakan dan Balikpapan memiliki karakteristik daerah yang hampir serupa, yakni sebagai kota perdagangan dan jasa. Oleh karena itu, pihaknya menilai Balikpapan memiliki sejumlah praktik baik yang bisa menjadi referensi bagi Tarakan.

    “Tarakan dan Balikpapan ini satu kampung. Kami ingin saling berbagi pengalaman, terutama dalam memperkuat kapasitas fiskal daerah,” terangnya.

    Kini Pendapatan Asli Daerah (PAD) Tarakan masih didominasi sektor pajak dan retribusi, karena Tarakan tidak memiliki sumber daya alam yang dapat menjadi penopang utama pendapatan daerah.

    Dalam menghadapi tantangan tersebut, DPRD Tarakan mendorong optimalisasi sektor perdagangan, jasa, serta pengembangan potensi pariwisata. Herman mengungkap sejumlah potensi wisata seperti kawasan pantai dan kearifan lokal budaya tengah diupayakan untuk dikembangkan secara lebih maksimal.

    “Potensi wisata kami ada, termasuk pantai dan budaya lokal. Ini sedang kami tingkatkan agar bisa berkontribusi lebih besar terhadap PAD,” tuturnya.

    Melalui kunjungan kerja ini, DPRD Tarakan berharap dapat memperoleh masukan konstruktif guna memperkuat perencanaan pembangunan dan menjaga kesinambungan pembangunan daerah di tengah dinamika kebijakan fiskal nasional. (Adv)

    (Sf/Lo)