DPRD Kota Balikpapan

    DPRD Kota Balikpapan

    DPRD Dorong Balikpapan Punya Kuliner dan Destinasi Wisata Ikonik

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Anggota Komisi II DPRD Kota Balikpapan, Suriani. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan – Kota Balikpapan dinilai perlu memiliki kuliner khas dan destinasi wisata unggulan yang mampu menjadi identitas daerah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

    Hal ini disampaikan Anggota Komisi II DPRD Balikpapan, Suriani yang menyoroti pentingnya penguatan sektor pariwisata dan kuliner sebagai bagian dari strategi pembangunan ekonomi kreatif daerah. 

    Menurutnya, Balikpapan sebagai kota besar di Kalimantan Timur belum memiliki ikon kuliner maupun wisata yang benar-benar melekat di benak wisatawan.

    “Selama ini Balikpapan belum punya makanan khas yang dikenal luas. Amplang justru identik dengan Samarinda, sedangkan Yogyakarta punya Bakpia Pathok. Kami ingin Balikpapan juga punya ikon kuliner sendiri,” ucap Suriani saat dihubungi awak media, Jumat (31/10/2025).

    Ia menjelaskan, kuliner khas dapat memperkuat citra kota sebagaimana kawasan wisata unggulan di daerah lain. Suriani mencontohkan kawasan Malioboro di Yogyakarta yang bukan hanya menjadi pusat ekonomi, tetapi juga daya tarik wisata yang mampu mengangkat identitas daerah.

    Saat ini, kata Suriani, Komisi II tengah menjajaki kerja sama dengan pelaku UMKM lokal untuk menggali potensi kuliner yang bisa dikembangkan menjadi produk khas Balikpapan. Upaya ini diharapkan melahirkan inovasi kuliner yang tidak hanya unik, tetapi juga memiliki nilai jual tinggi.

    “Batik khas Balikpapan sudah ada, tetapi sektor kuliner masih jadi pekerjaan rumah. Kami ingin muncul inovasi yang benar-benar mewakili karakter daerah,” jelasnya.

    Selain fokus pada kuliner, Komisi II juga mendorong pengembangan sektor wisata di wilayah Balikpapan Utara. Suriani menyebut, lahan untuk proyek wisata tersebut sudah tersedia dan bahkan telah dihibahkan.

    “Kami sudah meninjau lokasi. Jalannya sudah bagus, dan konsepnya mirip wisata kopi kelotok di Jawa. Harapannya, bisa segera diwujudkan,” harapnya.

    Komisi II berharap pemerintah kota dapat memberikan dukungan anggaran agar kawasan wisata ini dapat tumbuh menjadi destinasi baru sekaligus meningkatkan ekonomi warga sekitar.

    Selain itu, DPRD juga tengah mengkaji rencana pembangunan pasar induk sebagai pusat distribusi bahan pangan utama kota.

    “Kami berharap saat Kementerian Pariwisata berkunjung ke Balikpapan, kami bisa menyampaikan rencana pengembangan wisata ini secara teknis,” pungkasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)

    DPRD Kota Balikpapan

    DPRD Kota Balikpapan

    DPRD Dorong Balikpapan Punya Kuliner dan Destinasi Wisata Ikonik

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Anggota Komisi II DPRD Kota Balikpapan, Suriani. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan – Kota Balikpapan dinilai perlu memiliki kuliner khas dan destinasi wisata unggulan yang mampu menjadi identitas daerah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

    Hal ini disampaikan Anggota Komisi II DPRD Balikpapan, Suriani yang menyoroti pentingnya penguatan sektor pariwisata dan kuliner sebagai bagian dari strategi pembangunan ekonomi kreatif daerah. 

    Menurutnya, Balikpapan sebagai kota besar di Kalimantan Timur belum memiliki ikon kuliner maupun wisata yang benar-benar melekat di benak wisatawan.

    “Selama ini Balikpapan belum punya makanan khas yang dikenal luas. Amplang justru identik dengan Samarinda, sedangkan Yogyakarta punya Bakpia Pathok. Kami ingin Balikpapan juga punya ikon kuliner sendiri,” ucap Suriani saat dihubungi awak media, Jumat (31/10/2025).

    Ia menjelaskan, kuliner khas dapat memperkuat citra kota sebagaimana kawasan wisata unggulan di daerah lain. Suriani mencontohkan kawasan Malioboro di Yogyakarta yang bukan hanya menjadi pusat ekonomi, tetapi juga daya tarik wisata yang mampu mengangkat identitas daerah.

    Saat ini, kata Suriani, Komisi II tengah menjajaki kerja sama dengan pelaku UMKM lokal untuk menggali potensi kuliner yang bisa dikembangkan menjadi produk khas Balikpapan. Upaya ini diharapkan melahirkan inovasi kuliner yang tidak hanya unik, tetapi juga memiliki nilai jual tinggi.

    “Batik khas Balikpapan sudah ada, tetapi sektor kuliner masih jadi pekerjaan rumah. Kami ingin muncul inovasi yang benar-benar mewakili karakter daerah,” jelasnya.

    Selain fokus pada kuliner, Komisi II juga mendorong pengembangan sektor wisata di wilayah Balikpapan Utara. Suriani menyebut, lahan untuk proyek wisata tersebut sudah tersedia dan bahkan telah dihibahkan.

    “Kami sudah meninjau lokasi. Jalannya sudah bagus, dan konsepnya mirip wisata kopi kelotok di Jawa. Harapannya, bisa segera diwujudkan,” harapnya.

    Komisi II berharap pemerintah kota dapat memberikan dukungan anggaran agar kawasan wisata ini dapat tumbuh menjadi destinasi baru sekaligus meningkatkan ekonomi warga sekitar.

    Selain itu, DPRD juga tengah mengkaji rencana pembangunan pasar induk sebagai pusat distribusi bahan pangan utama kota.

    “Kami berharap saat Kementerian Pariwisata berkunjung ke Balikpapan, kami bisa menyampaikan rencana pengembangan wisata ini secara teknis,” pungkasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)