DPRD Kota Balikpapan

    DPRD Kota Balikpapan

    DPRD Balikpapan Tinjau Proyek Rumah Sakit di Balikpapan Barat, Warga Keluhkan Kerusakan

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Ketua Komisi IV DPRD Kota Balikpapan, Gasali. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan – Beberapa waktu lalu, Komisi IV DPRD Kota Balikpapan melakukan kunjungan lapangan ke lokasi pembangunan rumah sakit di Balikpapan Barat (Balbar). Kunjungan ini bertujuan untuk menindaklanjuti keluhan warga sekitar terkait dampak proyek terhadap lingkungan dan infrastruktur.

    Ketua Komisi IV DPRD Balikpapan, Gasali mengungkapkan, bahwa warga mengeluhkan berbagai dampak akibat pembangunan, mulai dari rumah yang mengalami retak hingga rusaknya jalan utama yang menjadi akses penting bagi masyarakat.

    “Dari diskusi di lapangan, warga berharap pihak kontraktor bertanggung jawab atas kerusakan yang terjadi,” ucap Gasali saat dihubungi awak media, Jumat (7/3/2025).

    Menanggapi aduan warga, DPRD meminta pihak kelurahan dan kecamatan untuk melakukan pendataan terhadap seluruh kerusakan yang terjadi di sekitar proyek. Tujuannya adalah memastikan bahwa setiap kerusakan yang dialami warga dapat ditindaklanjuti dengan tepat.

    Dalam pertemuan antara DPRD, warga, dan pihak kontraktor, akhirnya disepakati bahwa kontraktor akan bertanggung jawab atas dampak yang ditimbulkan akibat pembangunan.

    “Kami ingin memastikan bahwa masyarakat tidak dirugikan. Oleh karena itu, kami meminta pihak kontraktor untuk segera menangani dampak yang dirasakan warga," ujar Gasali.

    Selain menindaklanjuti keluhan warga, DPRD juga memantau progres pembangunan rumah sakit. Hingga saat ini, pengerjaan proyek masih berjalan, meskipun belum ada laporan resmi mengenai persentase kemajuan. Namun, DPRD memastikan akan terus mengawasi jalannya proyek agar selesai sesuai target.

    Pembangunan rumah sakit ini ditargetkan rampung pada Juni 2025. Jika proyek tidak selesai tepat waktu, kontrak dengan pihak pelaksana akan diputus.

    “Proyek ini sendiri menelan anggaran sebesar Rp106 miliar,” akunya.

    Dengan adanya rumah sakit ini, diharapkan pelayanan kesehatan di Balbar dapat meningkat, sehingga masyarakat tidak perlu lagi bepergian jauh untuk mendapatkan layanan medis yang memadai.

    “DPRD berkomitmen untuk terus mengawal pembangunan agar berjalan lancar tanpa merugikan warga sekitar,” paparnya. (Adv)

    (Sf/Rs)

    DPRD Kota Balikpapan

    DPRD Kota Balikpapan

    DPRD Balikpapan Tinjau Proyek Rumah Sakit di Balikpapan Barat, Warga Keluhkan Kerusakan

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Ketua Komisi IV DPRD Kota Balikpapan, Gasali. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan – Beberapa waktu lalu, Komisi IV DPRD Kota Balikpapan melakukan kunjungan lapangan ke lokasi pembangunan rumah sakit di Balikpapan Barat (Balbar). Kunjungan ini bertujuan untuk menindaklanjuti keluhan warga sekitar terkait dampak proyek terhadap lingkungan dan infrastruktur.

    Ketua Komisi IV DPRD Balikpapan, Gasali mengungkapkan, bahwa warga mengeluhkan berbagai dampak akibat pembangunan, mulai dari rumah yang mengalami retak hingga rusaknya jalan utama yang menjadi akses penting bagi masyarakat.

    “Dari diskusi di lapangan, warga berharap pihak kontraktor bertanggung jawab atas kerusakan yang terjadi,” ucap Gasali saat dihubungi awak media, Jumat (7/3/2025).

    Menanggapi aduan warga, DPRD meminta pihak kelurahan dan kecamatan untuk melakukan pendataan terhadap seluruh kerusakan yang terjadi di sekitar proyek. Tujuannya adalah memastikan bahwa setiap kerusakan yang dialami warga dapat ditindaklanjuti dengan tepat.

    Dalam pertemuan antara DPRD, warga, dan pihak kontraktor, akhirnya disepakati bahwa kontraktor akan bertanggung jawab atas dampak yang ditimbulkan akibat pembangunan.

    “Kami ingin memastikan bahwa masyarakat tidak dirugikan. Oleh karena itu, kami meminta pihak kontraktor untuk segera menangani dampak yang dirasakan warga," ujar Gasali.

    Selain menindaklanjuti keluhan warga, DPRD juga memantau progres pembangunan rumah sakit. Hingga saat ini, pengerjaan proyek masih berjalan, meskipun belum ada laporan resmi mengenai persentase kemajuan. Namun, DPRD memastikan akan terus mengawasi jalannya proyek agar selesai sesuai target.

    Pembangunan rumah sakit ini ditargetkan rampung pada Juni 2025. Jika proyek tidak selesai tepat waktu, kontrak dengan pihak pelaksana akan diputus.

    “Proyek ini sendiri menelan anggaran sebesar Rp106 miliar,” akunya.

    Dengan adanya rumah sakit ini, diharapkan pelayanan kesehatan di Balbar dapat meningkat, sehingga masyarakat tidak perlu lagi bepergian jauh untuk mendapatkan layanan medis yang memadai.

    “DPRD berkomitmen untuk terus mengawal pembangunan agar berjalan lancar tanpa merugikan warga sekitar,” paparnya. (Adv)

    (Sf/Rs)