DPRD Kota Balikpapan

    DPRD Kota Balikpapan

    DPRD Balikpapan Tindaklanjuti Keluhan BBM Bermasalah, Kunjungi Pertamina Patra Niaga

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Komisi II DPRD Kota Balikpapan saat mengunjungi kantor PT Pertamina Patra Niaga Balikpapan. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan – Menindaklanjuti keluhan masyarakat terkait bahan bakar minyak (BBM) yang diduga menyebabkan gangguan pada kendaraan. Komisi II DPRD Kota Balikpapan melakukan kunjungan lapangan (kunlap) ke kantor Pertamina Patra Niaga, Rabu (9/4/2025).

    Banyak warga melaporkan kendaraan mereka mogok atau mengalami gejala berebet setelah mengisi BBM di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Balikpapan. Menanggapi hal ini, Koordinator Komisi II DPRD Balikpapan, Budiono menyatakan kunjungan ini penting sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab terhadap aspirasi masyarakat yang masuk ke DPRD.

    "Kami ingin memastikan bahwa kualitas BBM yang beredar di masyarakat sesuai standar. Dari hasil diskusi, Pertamina menyebut telah melakukan investigasi ke sejumlah bengkel yang menerima laporan kerusakan kendaraan," ujar Budiono.

    Ia juga mengungkapkan bahwa Pertamina telah menyiapkan formulir pengaduan untuk masyarakat. Namun, pengaduan tersebut harus dilengkapi data pendukung seperti hasil pemeriksaan bengkel serta sampel BBM yang digunakan.

    "DPRD Balikpapan juga meminta agar investigasi lanjutan dilakukan bersama pihak ketiga yang independen, guna menjamin hasil yang transparan dan objektif," jelasnya.

    Dari pihak Pertamina, Sales Area Manager Retail Kaltimut PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Henry Eko mengatakan, bahwa pihaknya sudah memeriksa sampel BBM dari SPBU, tangki pendam, hingga ke depo. Hasil awal menunjukkan kualitas BBM masih baik dan sesuai standar.

    “Kami juga tengah mengambil sampel dari bengkel-bengkel untuk menelusuri penyebab pasti gangguan kendaraan yang dilaporkan masyarakat,” tambah Henry Eko.

    Ia menambahkan bahwa perubahan warna pada BBM bukan berarti ada penurunan kualitas, melainkan penanda identifikasi produk.

    “BBM yang disalurkan di SPBU Balikpapan masih aman dan memenuhi standar operasional,” pungkasnya.

    Meski demikian, pihaknya akan terus melakukan investigasi guna mencari akar permasalahannya. Bahkan DPRD Balikpapan meminta agar pemeriksaan dilakukan bersama pihak ketiga, sehingga informasi yang diterima jelas dan terbuka kepada masyarakat.

    Hal ini juga menjadi salah satu bukti nyata bahwa kualitas BBM yang dijual sesuai dengan standar. (Adv)

    (Sf/Rs)

    DPRD Kota Balikpapan

    DPRD Kota Balikpapan

    DPRD Balikpapan Tindaklanjuti Keluhan BBM Bermasalah, Kunjungi Pertamina Patra Niaga

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Komisi II DPRD Kota Balikpapan saat mengunjungi kantor PT Pertamina Patra Niaga Balikpapan. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan – Menindaklanjuti keluhan masyarakat terkait bahan bakar minyak (BBM) yang diduga menyebabkan gangguan pada kendaraan. Komisi II DPRD Kota Balikpapan melakukan kunjungan lapangan (kunlap) ke kantor Pertamina Patra Niaga, Rabu (9/4/2025).

    Banyak warga melaporkan kendaraan mereka mogok atau mengalami gejala berebet setelah mengisi BBM di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Balikpapan. Menanggapi hal ini, Koordinator Komisi II DPRD Balikpapan, Budiono menyatakan kunjungan ini penting sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab terhadap aspirasi masyarakat yang masuk ke DPRD.

    "Kami ingin memastikan bahwa kualitas BBM yang beredar di masyarakat sesuai standar. Dari hasil diskusi, Pertamina menyebut telah melakukan investigasi ke sejumlah bengkel yang menerima laporan kerusakan kendaraan," ujar Budiono.

    Ia juga mengungkapkan bahwa Pertamina telah menyiapkan formulir pengaduan untuk masyarakat. Namun, pengaduan tersebut harus dilengkapi data pendukung seperti hasil pemeriksaan bengkel serta sampel BBM yang digunakan.

    "DPRD Balikpapan juga meminta agar investigasi lanjutan dilakukan bersama pihak ketiga yang independen, guna menjamin hasil yang transparan dan objektif," jelasnya.

    Dari pihak Pertamina, Sales Area Manager Retail Kaltimut PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Henry Eko mengatakan, bahwa pihaknya sudah memeriksa sampel BBM dari SPBU, tangki pendam, hingga ke depo. Hasil awal menunjukkan kualitas BBM masih baik dan sesuai standar.

    “Kami juga tengah mengambil sampel dari bengkel-bengkel untuk menelusuri penyebab pasti gangguan kendaraan yang dilaporkan masyarakat,” tambah Henry Eko.

    Ia menambahkan bahwa perubahan warna pada BBM bukan berarti ada penurunan kualitas, melainkan penanda identifikasi produk.

    “BBM yang disalurkan di SPBU Balikpapan masih aman dan memenuhi standar operasional,” pungkasnya.

    Meski demikian, pihaknya akan terus melakukan investigasi guna mencari akar permasalahannya. Bahkan DPRD Balikpapan meminta agar pemeriksaan dilakukan bersama pihak ketiga, sehingga informasi yang diterima jelas dan terbuka kepada masyarakat.

    Hal ini juga menjadi salah satu bukti nyata bahwa kualitas BBM yang dijual sesuai dengan standar. (Adv)

    (Sf/Rs)