DPRD Kota Balikpapan

    DPRD Kota Balikpapan

    DPRD Balikpapan Telusuri Penyebab Air Keruh, Produksi IPA Dipastikan Sesuai Standar

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    16 April 2026 pukul 14:27 WITA

    Ketua Komisi II DPRD Kota Balikpapan, Fauzi Adi Firmansyah. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan — Komisi II DPRD Kota Balikpapan menindaklanjuti keluhan masyarakat terkait kualitas air yang dinilai keruh dan berwarna kekuningan dengan melakukan kunjungan lapangan ke sejumlah Instalasi Pengolahan Air (IPA) milik PTMB.

    Ketua Komisi II DPRD Balikpapan, Fauzi Adi Firmansyah mengatakan, pihaknya telah mengunjungi beberapa IPA, di antaranya IPA Gunung Sari dan IPA Kampung Damai. Kunjungan tersebut merupakan bagian dari tindak lanjut hasil Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama pihak terkait.

    “Tujuan kami adalah menindaklanjuti keluhan masyarakat terkait kualitas air yang kurang baik, seperti berwarna kuning,” kata Adi sapaan akrabnya saat dihubungi media, Kamis (16/4/2026).

    Dalam kunjungan tersebut, Komisi II melakukan pengecekan langsung terhadap proses pengolahan air, termasuk penggunaan bahan kimia seperti kaporit dan soda ash. Hasilnya, proses produksi dinilai telah memenuhi standar yang ditetapkan, termasuk standar Kementerian Kesehatan.

    “Setelah kami cek di lapangan, seluruh proses sudah sesuai standar. Hasil pengolahannya juga baik, air terlihat jernih dan tidak berbau,” jelasnya.

    Meski demikian, Adi menyebutkan bahwa persoalan kemungkinan besar terjadi pada tahap distribusi air ke pelanggan. Ia menduga adanya kebocoran pipa atau kondisi jaringan distribusi yang belum optimal dapat memengaruhi kualitas air yang diterima masyarakat.

    “Produksi sudah baik, tetapi kami menduga ada kendala di distribusi, misalnya kebocoran pipa. Ini yang akan kami telusuri lebih lanjut,” akunya.

    Komisi II DPRD Balikpapan pun meminta PTMB untuk menyerahkan data lengkap terkait kondisi jaringan pipa, termasuk lokasi-lokasi yang telah dan belum dilakukan peremajaan di enam kecamatan di Balikpapan.

    Data tersebut nantinya akan dianalisis untuk mengidentifikasi keterkaitan antara kondisi jaringan pipa dengan kualitas air di berbagai wilayah.

    “Kami tidak bisa menyimpulkan tanpa data. Dari data itu nanti akan terlihat daerah mana yang kualitas airnya baik, karena pipanya sudah diperbarui, dan mana yang masih bermasalah,” terang politisi Partai Golkar Dapil Balikpapan Utara.

    Dirinya menambahkan, PTMB juga berkomitmen untuk mempresentasikan data tersebut secara langsung kepada Komisi II agar pembahasan dapat dilakukan secara lebih komprehensif.

    “Kalau hanya diberikan data, mungkin tidak maksimal. Tetapi dengan presentasi, kami bisa lebih memahami situasi di lapangan,” tambahnya.

    Ditegaskannya, berdasarkan hasil pengecekan sementara, kualitas air dari sisi produksi sudah memenuhi standar. Namun, pihaknya akan terus mendalami aspek distribusi agar permasalahan yang dikeluhkan masyarakat dapat segera teratasi.

    “Prinsipnya, hasil produksi IPA sudah sesuai. Sekarang fokus kami adalah memastikan distribusinya juga berjalan dengan baik,” pungkasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)

    DPRD Kota Balikpapan

    DPRD Kota Balikpapan

    DPRD Balikpapan Telusuri Penyebab Air Keruh, Produksi IPA Dipastikan Sesuai Standar

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    16 April 2026 pukul 14:27 WITA

    Ketua Komisi II DPRD Kota Balikpapan, Fauzi Adi Firmansyah. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan — Komisi II DPRD Kota Balikpapan menindaklanjuti keluhan masyarakat terkait kualitas air yang dinilai keruh dan berwarna kekuningan dengan melakukan kunjungan lapangan ke sejumlah Instalasi Pengolahan Air (IPA) milik PTMB.

    Ketua Komisi II DPRD Balikpapan, Fauzi Adi Firmansyah mengatakan, pihaknya telah mengunjungi beberapa IPA, di antaranya IPA Gunung Sari dan IPA Kampung Damai. Kunjungan tersebut merupakan bagian dari tindak lanjut hasil Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama pihak terkait.

    “Tujuan kami adalah menindaklanjuti keluhan masyarakat terkait kualitas air yang kurang baik, seperti berwarna kuning,” kata Adi sapaan akrabnya saat dihubungi media, Kamis (16/4/2026).

    Dalam kunjungan tersebut, Komisi II melakukan pengecekan langsung terhadap proses pengolahan air, termasuk penggunaan bahan kimia seperti kaporit dan soda ash. Hasilnya, proses produksi dinilai telah memenuhi standar yang ditetapkan, termasuk standar Kementerian Kesehatan.

    “Setelah kami cek di lapangan, seluruh proses sudah sesuai standar. Hasil pengolahannya juga baik, air terlihat jernih dan tidak berbau,” jelasnya.

    Meski demikian, Adi menyebutkan bahwa persoalan kemungkinan besar terjadi pada tahap distribusi air ke pelanggan. Ia menduga adanya kebocoran pipa atau kondisi jaringan distribusi yang belum optimal dapat memengaruhi kualitas air yang diterima masyarakat.

    “Produksi sudah baik, tetapi kami menduga ada kendala di distribusi, misalnya kebocoran pipa. Ini yang akan kami telusuri lebih lanjut,” akunya.

    Komisi II DPRD Balikpapan pun meminta PTMB untuk menyerahkan data lengkap terkait kondisi jaringan pipa, termasuk lokasi-lokasi yang telah dan belum dilakukan peremajaan di enam kecamatan di Balikpapan.

    Data tersebut nantinya akan dianalisis untuk mengidentifikasi keterkaitan antara kondisi jaringan pipa dengan kualitas air di berbagai wilayah.

    “Kami tidak bisa menyimpulkan tanpa data. Dari data itu nanti akan terlihat daerah mana yang kualitas airnya baik, karena pipanya sudah diperbarui, dan mana yang masih bermasalah,” terang politisi Partai Golkar Dapil Balikpapan Utara.

    Dirinya menambahkan, PTMB juga berkomitmen untuk mempresentasikan data tersebut secara langsung kepada Komisi II agar pembahasan dapat dilakukan secara lebih komprehensif.

    “Kalau hanya diberikan data, mungkin tidak maksimal. Tetapi dengan presentasi, kami bisa lebih memahami situasi di lapangan,” tambahnya.

    Ditegaskannya, berdasarkan hasil pengecekan sementara, kualitas air dari sisi produksi sudah memenuhi standar. Namun, pihaknya akan terus mendalami aspek distribusi agar permasalahan yang dikeluhkan masyarakat dapat segera teratasi.

    “Prinsipnya, hasil produksi IPA sudah sesuai. Sekarang fokus kami adalah memastikan distribusinya juga berjalan dengan baik,” pungkasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)