DPRD Kota Balikpapan

    DPRD Kota Balikpapan

    DPRD Balikpapan Pastikan Anggaran Pendidikan Aman Meski Dana Pusat Dipangkas

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Ketua Komisi IV DPRD Balikpapan, Gasali. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan - Meski pemerintah pusat memangkas Dana Bagi Hasil (DBH) dan sejumlah dana transfer lainnya, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan memastikan sektor pendidikan tidak akan mengalami gangguan berarti. 

    Komisi IV DPRD Balikpapan menegaskan komitmennya menjaga agar seluruh program pendidikan tetap berjalan sesuai perencanaan yang telah ditetapkan dalam APBD 2025.

    Ketua Komisi IV DPRD Balikpapan, Gasali, mengatakan pihaknya telah menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dinas Pendidikan dan instansi teknis lainnya. Tujuannya, untuk memastikan dampak dari pemangkasan dana pusat tidak menghambat pelaksanaan program prioritas, khususnya di bidang pendidikan dasar dan menengah.

    “Kami ingin memastikan pemotongan dana transfer ke daerah tidak mengganggu kegiatan pendidikan. Pendidikan adalah hak dasar masyarakat yang wajib dijamin oleh negara dan pemerintah daerah,” ucap Gasali kepada awak media, Senin (3/11/2025).

    Ia menambahkan, DPRD akan terus mengawal proses pembahasan anggaran agar kegiatan strategis di bidang pendidikan tetap terlaksana pada tahun anggaran 2026. Pendidikan, menurutnya, merupakan investasi jangka panjang yang tidak boleh dikorbankan meskipun kondisi fiskal sedang mengalami tekanan.

    “Perjuangan ini bukan semata karena tekanan publik, tapi karena kami percaya pendidikan adalah fondasi utama pembangunan manusia dan masa depan kota Balikpapan,” tegasnya.

    Lebih lanjut, Gasali menyebutkan beberapa program penting yang akan tetap menjadi prioritas, seperti penambahan ruang kelas baru (RKB), pembangunan sekolah baru, serta renovasi fasilitas pendidikan di berbagai kecamatan. Program-program ini dianggap krusial untuk menjaga mutu sekaligus pemerataan layanan pendidikan di seluruh wilayah kota.

    “Pembangunan ruang kelas dan sekolah baru tidak boleh tertunda, agar anak-anak Balikpapan tetap mendapatkan fasilitas belajar yang layak,” jelasnya.

    Ia juga menegaskan bahwa pembangunan SD 022 Balikpapan Timur tidak akan terdampak kebijakan pemangkasan, karena proyek tersebut telah dialokasikan dalam APBD 2025.

    “Anggaran untuk SD 022 Baltim sudah disiapkan tahun ini, jadi pekerjaan tetap berjalan sesuai rencana,” imbuhnya.

    Dengan langkah tersebut, DPRD Balikpapan optimistis seluruh kegiatan pendidikan dapat terus berjalan optimal meskipun terjadi penyesuaian dana dari pusat.

    “Pendidikan tidak boleh berhenti hanya karena anggaran berkurang. Kami akan terus memastikan anggaran pendidikan tetap terlindungi,” pungkasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)

    DPRD Kota Balikpapan

    DPRD Kota Balikpapan

    DPRD Balikpapan Pastikan Anggaran Pendidikan Aman Meski Dana Pusat Dipangkas

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Ketua Komisi IV DPRD Balikpapan, Gasali. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan - Meski pemerintah pusat memangkas Dana Bagi Hasil (DBH) dan sejumlah dana transfer lainnya, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan memastikan sektor pendidikan tidak akan mengalami gangguan berarti. 

    Komisi IV DPRD Balikpapan menegaskan komitmennya menjaga agar seluruh program pendidikan tetap berjalan sesuai perencanaan yang telah ditetapkan dalam APBD 2025.

    Ketua Komisi IV DPRD Balikpapan, Gasali, mengatakan pihaknya telah menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dinas Pendidikan dan instansi teknis lainnya. Tujuannya, untuk memastikan dampak dari pemangkasan dana pusat tidak menghambat pelaksanaan program prioritas, khususnya di bidang pendidikan dasar dan menengah.

    “Kami ingin memastikan pemotongan dana transfer ke daerah tidak mengganggu kegiatan pendidikan. Pendidikan adalah hak dasar masyarakat yang wajib dijamin oleh negara dan pemerintah daerah,” ucap Gasali kepada awak media, Senin (3/11/2025).

    Ia menambahkan, DPRD akan terus mengawal proses pembahasan anggaran agar kegiatan strategis di bidang pendidikan tetap terlaksana pada tahun anggaran 2026. Pendidikan, menurutnya, merupakan investasi jangka panjang yang tidak boleh dikorbankan meskipun kondisi fiskal sedang mengalami tekanan.

    “Perjuangan ini bukan semata karena tekanan publik, tapi karena kami percaya pendidikan adalah fondasi utama pembangunan manusia dan masa depan kota Balikpapan,” tegasnya.

    Lebih lanjut, Gasali menyebutkan beberapa program penting yang akan tetap menjadi prioritas, seperti penambahan ruang kelas baru (RKB), pembangunan sekolah baru, serta renovasi fasilitas pendidikan di berbagai kecamatan. Program-program ini dianggap krusial untuk menjaga mutu sekaligus pemerataan layanan pendidikan di seluruh wilayah kota.

    “Pembangunan ruang kelas dan sekolah baru tidak boleh tertunda, agar anak-anak Balikpapan tetap mendapatkan fasilitas belajar yang layak,” jelasnya.

    Ia juga menegaskan bahwa pembangunan SD 022 Balikpapan Timur tidak akan terdampak kebijakan pemangkasan, karena proyek tersebut telah dialokasikan dalam APBD 2025.

    “Anggaran untuk SD 022 Baltim sudah disiapkan tahun ini, jadi pekerjaan tetap berjalan sesuai rencana,” imbuhnya.

    Dengan langkah tersebut, DPRD Balikpapan optimistis seluruh kegiatan pendidikan dapat terus berjalan optimal meskipun terjadi penyesuaian dana dari pusat.

    “Pendidikan tidak boleh berhenti hanya karena anggaran berkurang. Kami akan terus memastikan anggaran pendidikan tetap terlindungi,” pungkasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)