DPRD Kota Balikpapan

    DPRD Balikpapan Ingatkan Warga Waspada Penularan Campak

    Seputarfakta.com - Maya Sari -

    DPRD Kota Balikpapan

    31 Maret 2026 03:10 WIB

    Anggota Komisi IV DPRD Kota Balikpapan, Iim saat ditemui di ruang komisi. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan - Anggota Komisi IV DPRD Kota Balikpapan, Iim, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran penyakit campak, terutama di tengah meningkatnya mobilitas dan interaksi sosial saat momentum Idulfitri.

    Menurutnya, campak merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus dan memiliki tingkat penularan yang cukup tinggi karena dapat menyebar melalui udara. Kondisi ini menjadi perhatian serius, khususnya ketika masyarakat saling berkunjung dan berkumpul dalam rangka silaturahmi.

    “Campak ini penularannya lewat udara, sehingga sangat mudah menyebar, apalagi dalam situasi banyak pertemuan seperti saat Idulfitri,” ucap Iim kepada awak media, Selasa (31/3/2026).

    Ia menjelaskan, imunisasi campak memang umumnya diberikan sejak usia bayi. Namun demikian, orang dewasa yang belum pernah mendapatkan vaksinasi tetap berisiko tinggi tertular. Bahkan, kelompok ini dinilai bisa lebih rentan karena tidak memiliki kekebalan tubuh yang memadai terhadap virus tersebut.

    “Kalau sejak kecil tidak pernah imunisasi, maka saat dewasa tetap berpotensi tertular dan bisa berdampak lebih serius,” jelasnya.

    Untuk itu, ia mengingatkan masyarakat agar tetap menjaga kehati-hatian dalam berinteraksi, terutama dengan anak-anak yang termasuk kelompok rentan. Pembatasan kontak fisik secara berlebihan dinilai penting untuk menekan potensi penularan.

    Selain itu, penggunaan masker juga kembali dianjurkan sebagai langkah pencegahan sederhana namun efektif, khususnya saat berada di keramaian atau ketika merasa kurang sehat.

    “Kalau memang diperlukan, memakai masker lagi itu langkah yang baik untuk melindungi diri dan orang lain,” katanya.

    Lebih lanjut, Iim menekankan pentingnya peran fasilitas kesehatan tingkat dasar seperti posyandu dan puskesmas dalam memberikan edukasi kepada masyarakat. Menurutnya, kedua layanan tersebut harus aktif mengingatkan warga terkait bahaya campak dan cara pencegahannya.

    Namun demikian, Politisi PKS juga menegaskan upaya pencegahan tidak bisa hanya bergantung pada tenaga kesehatan. Partisipasi masyarakat dalam menjaga kesehatan diri dan lingkungan dinilai menjadi kunci utama.

    “Puskesmas tetap menjadi tumpuan, tetapi kesadaran masyarakat untuk saling mengingatkan juga sangat diperlukan,” tegasnya.

    Terkait langkah lanjutan, disebutkan, koordinasi dengan dinas kesehatan belum dilakukan secara khusus. Meski begitu, pihaknya membuka kemungkinan untuk membahas hal tersebut bersama anggota komisi lainnya guna memperkuat upaya pencegahan ke depan. (Adv)

    (Sf/Rs)

    Tim Editorial

    Connect With Us

    Copyright @ 2023 seputarfakta.com.
    All right reserved

    Kategori

    Informasi

    DPRD Kota Balikpapan

    DPRD Balikpapan Ingatkan Warga Waspada Penularan Campak

    Seputarfakta.com - Maya Sari -

    DPRD Kota Balikpapan

    31 Maret 2026 03:10 WIB

    Anggota Komisi IV DPRD Kota Balikpapan, Iim saat ditemui di ruang komisi. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan - Anggota Komisi IV DPRD Kota Balikpapan, Iim, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran penyakit campak, terutama di tengah meningkatnya mobilitas dan interaksi sosial saat momentum Idulfitri.

    Menurutnya, campak merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus dan memiliki tingkat penularan yang cukup tinggi karena dapat menyebar melalui udara. Kondisi ini menjadi perhatian serius, khususnya ketika masyarakat saling berkunjung dan berkumpul dalam rangka silaturahmi.

    “Campak ini penularannya lewat udara, sehingga sangat mudah menyebar, apalagi dalam situasi banyak pertemuan seperti saat Idulfitri,” ucap Iim kepada awak media, Selasa (31/3/2026).

    Ia menjelaskan, imunisasi campak memang umumnya diberikan sejak usia bayi. Namun demikian, orang dewasa yang belum pernah mendapatkan vaksinasi tetap berisiko tinggi tertular. Bahkan, kelompok ini dinilai bisa lebih rentan karena tidak memiliki kekebalan tubuh yang memadai terhadap virus tersebut.

    “Kalau sejak kecil tidak pernah imunisasi, maka saat dewasa tetap berpotensi tertular dan bisa berdampak lebih serius,” jelasnya.

    Untuk itu, ia mengingatkan masyarakat agar tetap menjaga kehati-hatian dalam berinteraksi, terutama dengan anak-anak yang termasuk kelompok rentan. Pembatasan kontak fisik secara berlebihan dinilai penting untuk menekan potensi penularan.

    Selain itu, penggunaan masker juga kembali dianjurkan sebagai langkah pencegahan sederhana namun efektif, khususnya saat berada di keramaian atau ketika merasa kurang sehat.

    “Kalau memang diperlukan, memakai masker lagi itu langkah yang baik untuk melindungi diri dan orang lain,” katanya.

    Lebih lanjut, Iim menekankan pentingnya peran fasilitas kesehatan tingkat dasar seperti posyandu dan puskesmas dalam memberikan edukasi kepada masyarakat. Menurutnya, kedua layanan tersebut harus aktif mengingatkan warga terkait bahaya campak dan cara pencegahannya.

    Namun demikian, Politisi PKS juga menegaskan upaya pencegahan tidak bisa hanya bergantung pada tenaga kesehatan. Partisipasi masyarakat dalam menjaga kesehatan diri dan lingkungan dinilai menjadi kunci utama.

    “Puskesmas tetap menjadi tumpuan, tetapi kesadaran masyarakat untuk saling mengingatkan juga sangat diperlukan,” tegasnya.

    Terkait langkah lanjutan, disebutkan, koordinasi dengan dinas kesehatan belum dilakukan secara khusus. Meski begitu, pihaknya membuka kemungkinan untuk membahas hal tersebut bersama anggota komisi lainnya guna memperkuat upaya pencegahan ke depan. (Adv)

    (Sf/Rs)