DPRD Kota Balikpapan

    DPRD Kota Balikpapan

    DPRD Balikpapan Gelar RDP Bahas Kuota LPG 3 Kg Jelang Natal dan Tahun Baru

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Pastikan stok LPG 3 Kilogram di Kota Balikpapan, Komisi II DPRD Balikpapan rapat bersama PT Pertamina Patra Niaga dan 12 agen LPG 3 Kg. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan – Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama PT Pertamina Patra Niaga dan 12 agen LPG 3 kilogram di ruang rapat gabungan DPRD Balikpapan, Rabu (5/11/2025). Pertemuan ini digelar untuk memastikan ketersediaan kuota gas elpiji bersubsidi menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

    Sekretaris Komisi II DPRD Balikpapan, Taufik Qul Rahman menjelaskan, bahwa rapat tersebut merupakan langkah antisipasi agar kelangkaan LPG tidak kembali terjadi seperti tahun-tahun sebelumnya.

    “Kami tidak ingin ada lagi kelangkaan LPG saat masyarakat meningkat kebutuhannya pada momen besar seperti Natal dan tahun baru,” kata Taufik saat ditemui awak media usai rapat.

    Dalam pertemuan itu, DPRD juga membahas usulan penambahan agen baru LPG 3 kilogram. Dirinya menjelaskan, bahwa persoalan ini sempat mencuat sejak Februari 2025 ketika terjadi kelangkaan gas di masyarakat.

    Namun, menurut pihak Pertamina Patra Niaga, pembukaan agen baru belum bisa dilakukan karena kuota distribusi ditetapkan langsung oleh pemerintah pusat dan saat ini belum ada tambahan jatah untuk Balikpapan.

    “Jika ada agen baru, otomatis harus ada tambahan kuota. Kalau tidak, berarti akan ada pengurangan dari agen lama, dan itu bisa menimbulkan masalah baru,” jelas Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

    Taufik menambahkan, salah satu calon agen baru sudah mengajukan permohonan sejak Juli 2024, namun masih menunggu rekomendasi dari Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Balikpapan sebagai syarat utama. Ia juga mengingatkan agar pemerintah kota (Pemkot) tidak sembarangan mengeluarkan rekomendasi penambahan agen tanpa mempertimbangkan kebutuhan dan kondisi lapangan.

    Selain itu, DPRD meminta Pertamina Patra Niaga untuk menyiapkan simulasi pasokan sebagai langkah antisipasi menjelang hari besar keagamaan.

    “Meski pihak Pertamina tidak dapat menjamin sepenuhnya ketersediaan stok, namun mereka berkomitmen menjaga distribusi agar tetap lancar,” saat menyampaikan pernyataan pihak Pertamina.

    Ditegaskan bahwa DPRD bersama pemerintah kota telah mendorong penambahan kuota LPG ke pemerintah pusat.

    “Kami sudah bersurat dan berkoordinasi. Kini tinggal bagaimana perjuangan para wakil kita di DPR RI untuk memperjuangkannya,” pungkasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)

    DPRD Kota Balikpapan

    DPRD Kota Balikpapan

    DPRD Balikpapan Gelar RDP Bahas Kuota LPG 3 Kg Jelang Natal dan Tahun Baru

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Pastikan stok LPG 3 Kilogram di Kota Balikpapan, Komisi II DPRD Balikpapan rapat bersama PT Pertamina Patra Niaga dan 12 agen LPG 3 Kg. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan – Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama PT Pertamina Patra Niaga dan 12 agen LPG 3 kilogram di ruang rapat gabungan DPRD Balikpapan, Rabu (5/11/2025). Pertemuan ini digelar untuk memastikan ketersediaan kuota gas elpiji bersubsidi menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

    Sekretaris Komisi II DPRD Balikpapan, Taufik Qul Rahman menjelaskan, bahwa rapat tersebut merupakan langkah antisipasi agar kelangkaan LPG tidak kembali terjadi seperti tahun-tahun sebelumnya.

    “Kami tidak ingin ada lagi kelangkaan LPG saat masyarakat meningkat kebutuhannya pada momen besar seperti Natal dan tahun baru,” kata Taufik saat ditemui awak media usai rapat.

    Dalam pertemuan itu, DPRD juga membahas usulan penambahan agen baru LPG 3 kilogram. Dirinya menjelaskan, bahwa persoalan ini sempat mencuat sejak Februari 2025 ketika terjadi kelangkaan gas di masyarakat.

    Namun, menurut pihak Pertamina Patra Niaga, pembukaan agen baru belum bisa dilakukan karena kuota distribusi ditetapkan langsung oleh pemerintah pusat dan saat ini belum ada tambahan jatah untuk Balikpapan.

    “Jika ada agen baru, otomatis harus ada tambahan kuota. Kalau tidak, berarti akan ada pengurangan dari agen lama, dan itu bisa menimbulkan masalah baru,” jelas Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

    Taufik menambahkan, salah satu calon agen baru sudah mengajukan permohonan sejak Juli 2024, namun masih menunggu rekomendasi dari Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Balikpapan sebagai syarat utama. Ia juga mengingatkan agar pemerintah kota (Pemkot) tidak sembarangan mengeluarkan rekomendasi penambahan agen tanpa mempertimbangkan kebutuhan dan kondisi lapangan.

    Selain itu, DPRD meminta Pertamina Patra Niaga untuk menyiapkan simulasi pasokan sebagai langkah antisipasi menjelang hari besar keagamaan.

    “Meski pihak Pertamina tidak dapat menjamin sepenuhnya ketersediaan stok, namun mereka berkomitmen menjaga distribusi agar tetap lancar,” saat menyampaikan pernyataan pihak Pertamina.

    Ditegaskan bahwa DPRD bersama pemerintah kota telah mendorong penambahan kuota LPG ke pemerintah pusat.

    “Kami sudah bersurat dan berkoordinasi. Kini tinggal bagaimana perjuangan para wakil kita di DPR RI untuk memperjuangkannya,” pungkasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)