DPRD Kota Balikpapan

    DPRD Kota Balikpapan

    DPRD Balikpapan Dorong Peningkatan Pola Hidup Sehat dan Penurunan Stunting di Momentum HKN ke-61

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Balikpapan, Budiono. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan – Dalam momentum peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Balikpapan, Budiono mengajak seluruh masyarakat untuk terus menggalakkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) sebagai langkah nyata menuju masyarakat yang lebih sehat dan produktif.

    Budiono menegaskan, penerapan pola hidup sehat menjadi kunci utama dalam menekan angka stunting yang hingga kini masih menjadi pekerjaan rumah besar di Kota Balikpapan.

    “Pola hidup sehat harus selalu kami galakkan. Ketika angka stunting bisa kami turunkan, itulah prestasi terbesar kami,” ucap Budiono kepada awak media, Rabu (12/11/2025).

    Menurutnya, keberhasilan menurunkan angka stunting merupakan indikator penting dalam mempersiapkan generasi Indonesia Emas.

    “Kami ingin menyambut Indonesia Emas dengan generasi yang sehat dan cerdas. Tetapi kalau stunting masih tinggi, itu akan menjadi hambatan,” lanjutnya.

    Dalam kesempatan tersebut, Budiono juga mengapresiasi sejumlah penghargaan yang telah diberikan kepada pihak-pihak yang berkontribusi dalam menurunkan angka stunting di Balikpapan. Ia berharap keberhasilan ini menjadi motivasi bagi semua pihak untuk terus memperkuat program kesehatan masyarakat.

    Selain itu, Budiono mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan melalui olahraga rutin dan mengurangi kebiasaan merokok. Ia menegaskan, Pemerintah Kota Balikpapan telah memiliki Peraturan Daerah tentang Kawasan Tanpa Rokok (KSTR) sebagai bentuk dukungan terhadap terciptanya lingkungan yang lebih sehat.

    “Perda KSTR ini dibuat untuk membatasi aktivitas merokok agar masyarakat bisa hidup lebih sehat,” jelasnya.

    Dirinya menambahkan, penanganan stunting tidak cukup hanya dilakukan saat anak sudah lahir, melainkan harus dimulai sejak masa kehamilan.

    “Gizi ibu hamil harus diperhatikan, begitu juga pola asuh anak. Kalau orang tua sibuk bekerja dan kurang memperhatikan asupan gizi anak, maka risiko stunting bisa meningkat,” tegasnya.

    DPRD Balikpapan, lanjutnya, berkomitmen untuk terus memberikan dukungan penuh terhadap alokasi anggaran di sektor kesehatan. Komitmen ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat serta menurunkan angka stunting yang masih menjadi perhatian serius.

    Menurutnya, persoalan stunting bukan hanya isu kesehatan, tetapi juga menyangkut masa depan generasi penerus bangsa. Karena itu, dukungan anggaran yang memadai menjadi hal yang mutlak agar program penanganan dan pencegahan stunting dapat berjalan optimal di seluruh wilayah Balikpapan.

    “Kami mendukung penuh anggaran kesehatan, apalagi itu termasuk dalam mandatory spending sebesar 10 persen dari APBD. Salah satu fokus utama penggunaan anggaran tersebut adalah untuk penanganan dan pencegahan stunting, agar anak-anak Balikpapan tumbuh sehat dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik,” pungkasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)

    DPRD Kota Balikpapan

    DPRD Kota Balikpapan

    DPRD Balikpapan Dorong Peningkatan Pola Hidup Sehat dan Penurunan Stunting di Momentum HKN ke-61

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Balikpapan, Budiono. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan – Dalam momentum peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Balikpapan, Budiono mengajak seluruh masyarakat untuk terus menggalakkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) sebagai langkah nyata menuju masyarakat yang lebih sehat dan produktif.

    Budiono menegaskan, penerapan pola hidup sehat menjadi kunci utama dalam menekan angka stunting yang hingga kini masih menjadi pekerjaan rumah besar di Kota Balikpapan.

    “Pola hidup sehat harus selalu kami galakkan. Ketika angka stunting bisa kami turunkan, itulah prestasi terbesar kami,” ucap Budiono kepada awak media, Rabu (12/11/2025).

    Menurutnya, keberhasilan menurunkan angka stunting merupakan indikator penting dalam mempersiapkan generasi Indonesia Emas.

    “Kami ingin menyambut Indonesia Emas dengan generasi yang sehat dan cerdas. Tetapi kalau stunting masih tinggi, itu akan menjadi hambatan,” lanjutnya.

    Dalam kesempatan tersebut, Budiono juga mengapresiasi sejumlah penghargaan yang telah diberikan kepada pihak-pihak yang berkontribusi dalam menurunkan angka stunting di Balikpapan. Ia berharap keberhasilan ini menjadi motivasi bagi semua pihak untuk terus memperkuat program kesehatan masyarakat.

    Selain itu, Budiono mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan melalui olahraga rutin dan mengurangi kebiasaan merokok. Ia menegaskan, Pemerintah Kota Balikpapan telah memiliki Peraturan Daerah tentang Kawasan Tanpa Rokok (KSTR) sebagai bentuk dukungan terhadap terciptanya lingkungan yang lebih sehat.

    “Perda KSTR ini dibuat untuk membatasi aktivitas merokok agar masyarakat bisa hidup lebih sehat,” jelasnya.

    Dirinya menambahkan, penanganan stunting tidak cukup hanya dilakukan saat anak sudah lahir, melainkan harus dimulai sejak masa kehamilan.

    “Gizi ibu hamil harus diperhatikan, begitu juga pola asuh anak. Kalau orang tua sibuk bekerja dan kurang memperhatikan asupan gizi anak, maka risiko stunting bisa meningkat,” tegasnya.

    DPRD Balikpapan, lanjutnya, berkomitmen untuk terus memberikan dukungan penuh terhadap alokasi anggaran di sektor kesehatan. Komitmen ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat serta menurunkan angka stunting yang masih menjadi perhatian serius.

    Menurutnya, persoalan stunting bukan hanya isu kesehatan, tetapi juga menyangkut masa depan generasi penerus bangsa. Karena itu, dukungan anggaran yang memadai menjadi hal yang mutlak agar program penanganan dan pencegahan stunting dapat berjalan optimal di seluruh wilayah Balikpapan.

    “Kami mendukung penuh anggaran kesehatan, apalagi itu termasuk dalam mandatory spending sebesar 10 persen dari APBD. Salah satu fokus utama penggunaan anggaran tersebut adalah untuk penanganan dan pencegahan stunting, agar anak-anak Balikpapan tumbuh sehat dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik,” pungkasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)