Cari disini...

Seputarfakta.com - Maya Sari -
DPRD Kota Balikpapan
Anggota Komisi III DPRD Balikpapan, Syarifuddin Oddang saat ditemui awak media. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)
Balikpapan - Komisi III DPRD Balikpapan mulai mendorong penataan jaringan utilitas melalui sistem kabel bawah tanah sebagai bagian dari upaya menciptakan tata kota yang lebih rapi, aman, dan tertata. Rencana tersebut saat ini masih berada pada tahap awal pembahasan dan kajian yang akan melibatkan berbagai pihak terkait.
Anggota Komisi III DPRD Balikpapan, Syarifuddin Oddang mengatakan, bahwa pihaknya telah menyiapkan langkah awal untuk melakukan kajian terkait penerapan kabel bawah tanah di Kota Balikpapan.
“Kajian tersebut rencananya akan melibatkan perguruan tinggi agar analisis yang dilakukan bersifat komprehensif dan berbasis kajian akademis,” ucap Oddang kepada awak media, Selasa (10/3/2026).
Menurutnya, sebelum masuk pada tahap kajian mendalam, DPRD bersama pemerintah daerah perlu melakukan koordinasi lintas sektor. Hal ini penting karena program penataan kabel utilitas menyangkut berbagai kewenangan, termasuk pengelolaan jalan dan infrastruktur publik.
“Kami akan duduk bersama terlebih dahulu untuk membahas kewenangan jalan dan hal-hal teknis lainnya. Setelah itu baru masuk ke tahap kajian,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa dalam proses kajian nantinya, Komisi III DPRD Balikpapan juga akan melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait di lingkungan pemerintah kota. Selain itu, masyarakat juga akan dilibatkan melalui forum diskusi kelompok terarah atau Focus Group Discussion (FGD) guna menampung berbagai masukan dan pandangan dari berbagai pihak.
Menurut Oddang, penataan kabel utilitas melalui sistem bawah tanah merupakan salah satu langkah strategis untuk mengurangi kesemrawutan jaringan kabel yang selama ini masih terlihat di sejumlah kawasan kota.
“Selain meningkatkan estetika atau keindahan kota, langkah ini juga diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang lebih tertib dan aman,” imbuhnya.
Sebagai tahap awal implementasi, ia menilai penerapan kabel bawah tanah dapat dimulai dari kawasan perumahan sebelum diperluas ke wilayah lain di Kota Balikpapan. Salah satu kawasan yang dinilai berpotensi menjadi lokasi percontohan adalah kawasan Grand City Balikpapan.
“Harapannya kawasan perumahan, termasuk perumahan menengah ke bawah, bisa diimbau untuk mulai menerapkan sistem kabel bawah tanah sehingga kota terlihat lebih bersih dan tertata,” katanya.
Meski demikian, Oddang menegaskan bahwa penerapan sistem tersebut harus melalui kajian teknis yang matang. Kondisi geografis dan karakteristik tanah di Balikpapan menjadi salah satu aspek penting yang perlu diperhatikan, terutama karena beberapa wilayah di kota ini kerap terdampak banjir.
“Kondisi tanah kami harus dikaji terlebih dahulu, apalagi ada wilayah yang rawan banjir. Faktor keamanan tentu harus menjadi perhatian utama sebelum program ini dijalankan,” jelasnya.
Di sisi lain, realisasi program kabel bawah tanah juga masih menunggu ketersediaan anggaran. Saat ini pemerintah daerah tengah melakukan efisiensi anggaran dengan memprioritaskan sejumlah program yang dianggap lebih mendesak, salah satunya penanganan banjir di kota.
Meski begitu, Komisi III DPRD Balikpapan tetap mendorong agar kajian awal tetap dilakukan. Langkah ini dinilai penting sebagai bentuk kesiapan perencanaan sehingga ketika anggaran telah tersedia.
“Program penataan kabel utilitas bawah tanah dapat segera direalisasikan demi mendukung penataan kota yang lebih baik,” pungkasnya. (Adv)
(Sf/Rs)
Tim Editorial
Cari disini...

Seputarfakta.com - Maya Sari -
DPRD Kota Balikpapan

Anggota Komisi III DPRD Balikpapan, Syarifuddin Oddang saat ditemui awak media. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)
Balikpapan - Komisi III DPRD Balikpapan mulai mendorong penataan jaringan utilitas melalui sistem kabel bawah tanah sebagai bagian dari upaya menciptakan tata kota yang lebih rapi, aman, dan tertata. Rencana tersebut saat ini masih berada pada tahap awal pembahasan dan kajian yang akan melibatkan berbagai pihak terkait.
Anggota Komisi III DPRD Balikpapan, Syarifuddin Oddang mengatakan, bahwa pihaknya telah menyiapkan langkah awal untuk melakukan kajian terkait penerapan kabel bawah tanah di Kota Balikpapan.
“Kajian tersebut rencananya akan melibatkan perguruan tinggi agar analisis yang dilakukan bersifat komprehensif dan berbasis kajian akademis,” ucap Oddang kepada awak media, Selasa (10/3/2026).
Menurutnya, sebelum masuk pada tahap kajian mendalam, DPRD bersama pemerintah daerah perlu melakukan koordinasi lintas sektor. Hal ini penting karena program penataan kabel utilitas menyangkut berbagai kewenangan, termasuk pengelolaan jalan dan infrastruktur publik.
“Kami akan duduk bersama terlebih dahulu untuk membahas kewenangan jalan dan hal-hal teknis lainnya. Setelah itu baru masuk ke tahap kajian,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa dalam proses kajian nantinya, Komisi III DPRD Balikpapan juga akan melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait di lingkungan pemerintah kota. Selain itu, masyarakat juga akan dilibatkan melalui forum diskusi kelompok terarah atau Focus Group Discussion (FGD) guna menampung berbagai masukan dan pandangan dari berbagai pihak.
Menurut Oddang, penataan kabel utilitas melalui sistem bawah tanah merupakan salah satu langkah strategis untuk mengurangi kesemrawutan jaringan kabel yang selama ini masih terlihat di sejumlah kawasan kota.
“Selain meningkatkan estetika atau keindahan kota, langkah ini juga diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang lebih tertib dan aman,” imbuhnya.
Sebagai tahap awal implementasi, ia menilai penerapan kabel bawah tanah dapat dimulai dari kawasan perumahan sebelum diperluas ke wilayah lain di Kota Balikpapan. Salah satu kawasan yang dinilai berpotensi menjadi lokasi percontohan adalah kawasan Grand City Balikpapan.
“Harapannya kawasan perumahan, termasuk perumahan menengah ke bawah, bisa diimbau untuk mulai menerapkan sistem kabel bawah tanah sehingga kota terlihat lebih bersih dan tertata,” katanya.
Meski demikian, Oddang menegaskan bahwa penerapan sistem tersebut harus melalui kajian teknis yang matang. Kondisi geografis dan karakteristik tanah di Balikpapan menjadi salah satu aspek penting yang perlu diperhatikan, terutama karena beberapa wilayah di kota ini kerap terdampak banjir.
“Kondisi tanah kami harus dikaji terlebih dahulu, apalagi ada wilayah yang rawan banjir. Faktor keamanan tentu harus menjadi perhatian utama sebelum program ini dijalankan,” jelasnya.
Di sisi lain, realisasi program kabel bawah tanah juga masih menunggu ketersediaan anggaran. Saat ini pemerintah daerah tengah melakukan efisiensi anggaran dengan memprioritaskan sejumlah program yang dianggap lebih mendesak, salah satunya penanganan banjir di kota.
Meski begitu, Komisi III DPRD Balikpapan tetap mendorong agar kajian awal tetap dilakukan. Langkah ini dinilai penting sebagai bentuk kesiapan perencanaan sehingga ketika anggaran telah tersedia.
“Program penataan kabel utilitas bawah tanah dapat segera direalisasikan demi mendukung penataan kota yang lebih baik,” pungkasnya. (Adv)
(Sf/Rs)