DPRD Kota Balikpapan

    DPRD Kota Balikpapan

    Cuaca Tak Menentu, Anggota DPRD Balikpapan Minta Warga Tingkatkan Kewaspadaan Hadapi Potensi Bencana

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    15 November 2025 pukul 18:45 WITA

    Anggota Komisi I DPRD Balikpapan, Muhammad Najib. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan - Peralihan cuaca yang semakin ekstrem dalam beberapa pekan terakhir membuat masyarakat Balikpapan diminta untuk lebih sigap menghadapi kemungkinan bencana.

    Anggota Komisi I DPRD Balikpapan, Muhammad Najib mengingatkan bahwa pola cuaca yang kian sulit ditebak bukan lagi fenomena biasa, dan perlu direspons dengan langkah-langkah kesiapsiagaan sejak dini.

    “Apalagi kondisi cuaca kini sering berubah drastis dari panas terik menjadi hujan deras dalam waktu singkat,” ucap Najib saat dihubungi awak media, Sabtu (15/11/2025).

    Lanjutnya, pola semacam ini menandai masuknya musim penghujan dan sekaligus meningkatkan potensi terjadinya bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, serta genangan di sejumlah wilayah rawan.

    “Kadang siang sangat panas, beberapa menit kemudian hujan deras turun. Situasi seperti ini harus diwaspadai, jangan merasa aman begitu saja,” imbuhnya.

    Ia menegaskan, bahwa kewaspadaan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan peran aktif masyarakat. Warga diminta memastikan lingkungan tetap bersih dan saluran air tidak tersumbat. 

    Langkah sederhana, kata dia, dapat berpengaruh besar dalam mencegah genangan air yang berpotensi berkembang menjadi banjir.

    “BPBD memang terus memantau kondisi, tetapi masyarakat juga harus bergerak. Membersihkan drainase, tidak membuang sampah sembarangan, dan menjaga aliran air tetap lancar itu sangat penting,” akunya.

    Dirinya juga mendorong penguatan kerja sama antar warga melalui kegiatan gotong royong serta meningkatkan kewaspadaan bersama, terutama ketika hujan berlangsung lama atau angin bertiup kencang. 

    “Bahkan mitigasi tidak harus berbiaya tinggi, melainkan membutuhkan kesadaran kolektif,” terangnya.

    Peringatan serupa juga disampaikan BMKG Stasiun SAMS Sepinggan Balikpapan. Kepala Stasiun BMKG, Kukuh Ribudiyanto, menyebut sebagian besar wilayah Kalimantan Timur telah memasuki musim penghujan sejak akhir Oktober.

    “Intensitas hujan diperkirakan meningkat dan berlangsung hingga awal 2026, dengan puncaknya pada Januari mendatang,” tambahnya.

    Kukuh mengimbau masyarakat mengikuti informasi cuaca terbaru dari BMKG dan kanal resmi pemerintah.

    “Hujan deras yang datang tiba-tiba berpotensi menimbulkan banjir, longsor, dan angin kencang. Karena itu, kewaspadaan perlu ditingkatkan,” paparnya.

    Dengan perubahan iklim yang memicu cuaca ekstrem, sinergi antara pemerintah, lembaga kebencanaan, dan masyarakat menjadi kunci dalam meminimalkan risiko bencana di Balikpapan. (Adv)

    (Sf/Rs)

    DPRD Kota Balikpapan

    DPRD Kota Balikpapan

    Cuaca Tak Menentu, Anggota DPRD Balikpapan Minta Warga Tingkatkan Kewaspadaan Hadapi Potensi Bencana

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    15 November 2025 pukul 18:45 WITA

    Anggota Komisi I DPRD Balikpapan, Muhammad Najib. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan - Peralihan cuaca yang semakin ekstrem dalam beberapa pekan terakhir membuat masyarakat Balikpapan diminta untuk lebih sigap menghadapi kemungkinan bencana.

    Anggota Komisi I DPRD Balikpapan, Muhammad Najib mengingatkan bahwa pola cuaca yang kian sulit ditebak bukan lagi fenomena biasa, dan perlu direspons dengan langkah-langkah kesiapsiagaan sejak dini.

    “Apalagi kondisi cuaca kini sering berubah drastis dari panas terik menjadi hujan deras dalam waktu singkat,” ucap Najib saat dihubungi awak media, Sabtu (15/11/2025).

    Lanjutnya, pola semacam ini menandai masuknya musim penghujan dan sekaligus meningkatkan potensi terjadinya bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, serta genangan di sejumlah wilayah rawan.

    “Kadang siang sangat panas, beberapa menit kemudian hujan deras turun. Situasi seperti ini harus diwaspadai, jangan merasa aman begitu saja,” imbuhnya.

    Ia menegaskan, bahwa kewaspadaan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan peran aktif masyarakat. Warga diminta memastikan lingkungan tetap bersih dan saluran air tidak tersumbat. 

    Langkah sederhana, kata dia, dapat berpengaruh besar dalam mencegah genangan air yang berpotensi berkembang menjadi banjir.

    “BPBD memang terus memantau kondisi, tetapi masyarakat juga harus bergerak. Membersihkan drainase, tidak membuang sampah sembarangan, dan menjaga aliran air tetap lancar itu sangat penting,” akunya.

    Dirinya juga mendorong penguatan kerja sama antar warga melalui kegiatan gotong royong serta meningkatkan kewaspadaan bersama, terutama ketika hujan berlangsung lama atau angin bertiup kencang. 

    “Bahkan mitigasi tidak harus berbiaya tinggi, melainkan membutuhkan kesadaran kolektif,” terangnya.

    Peringatan serupa juga disampaikan BMKG Stasiun SAMS Sepinggan Balikpapan. Kepala Stasiun BMKG, Kukuh Ribudiyanto, menyebut sebagian besar wilayah Kalimantan Timur telah memasuki musim penghujan sejak akhir Oktober.

    “Intensitas hujan diperkirakan meningkat dan berlangsung hingga awal 2026, dengan puncaknya pada Januari mendatang,” tambahnya.

    Kukuh mengimbau masyarakat mengikuti informasi cuaca terbaru dari BMKG dan kanal resmi pemerintah.

    “Hujan deras yang datang tiba-tiba berpotensi menimbulkan banjir, longsor, dan angin kencang. Karena itu, kewaspadaan perlu ditingkatkan,” paparnya.

    Dengan perubahan iklim yang memicu cuaca ekstrem, sinergi antara pemerintah, lembaga kebencanaan, dan masyarakat menjadi kunci dalam meminimalkan risiko bencana di Balikpapan. (Adv)

    (Sf/Rs)