Cari disini...

DPRD Kota Balikpapan
Anggota Komisi I DPRD Kota Balikpapan, Iwan Wahyudi. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)
Balikpapan - Keterbatasan anggaran mulai berdampak pada kondisi infrastruktur di Kota Balikpapan. Sejumlah ruas jalan, khususnya di kawasan padat penduduk seperti Perumnas Balikpapan Utara, dilaporkan mengalami kerusakan cukup parah dan memicu keluhan warga.
Jalan berlubang, licin, dan becek saat hujan disebut semakin menyulitkan aktivitas masyarakat. Kondisi ini tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga berpotensi membahayakan pengguna jalan.
Anggota DPRD Kota Balikpapan, Iwan Wahyudi mengatakan, kerusakan jalan di kawasan tersebut sudah lama dikeluhkan warga. Ia menyebut aktivitas padat, ditambah faktor cuaca dan lalu lintas kendaraan, mempercepat kerusakan infrastruktur jalan.
“Di Perumnas yang padat penduduk dan ada aktivitas industri, banyak jalan rusak. Saat hujan deras, kondisinya sangat becek dan sulit dilalui,” ucap Iwan kepada awak media, Senin (20/4/2026).
Menurut Iwan, dampak kerusakan jalan dirasakan langsung oleh berbagai lapisan masyarakat. Mulai dari pelajar, pekerja, hingga pedagang kecil yang menggantungkan usaha di tepi jalan.
“Mobilitas warga terganggu. Anak-anak ke sekolah, pekerja yang berangkat kerja, hingga pedagang kecil ikut terdampak. Ini persoalan yang kami temukan langsung di lapangan,” katanya.
Dia menjelaskan, salah satu penyebab belum optimalnya perbaikan jalan adalah pemangkasan anggaran dari pemerintah pusat, terutama pada pos Transfer ke Daerah (TKD). Pengurangan anggaran tersebut disebut mencapai sekitar Rp1 triliun.
“Pemangkasan ini tentu berdampak pada pelayanan publik, termasuk perbaikan infrastruktur jalan,” tegasnya.
Meski demikian, DPRD Balikpapan menyatakan akan terus mendorong percepatan perbaikan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah meminta dukungan dari Pemerintah Provinsi Kaltim maupun pemerintah pusat.
Balikpapan Utara menjadi wilayah yang mendapat perhatian khusus karena dinilai mengalami kerusakan paling signifikan. Namun, Iwan
“Tidak hanya Balikpapan, persoalan serupa juga terjadi di beberapa titik lain di kota tersebut,” akunya,
Sebagai langkah lanjutan, DPRD Balikpapan telah menjalin komunikasi dengan DPRD Provinsi Kaltim guna mengupayakan tambahan dukungan anggaran.
“Kami terus berkoordinasi dengan DPRD provinsi. Harapannya ada fasilitasi bantuan, karena jika dari pusat harus melalui pemerintah kota sesuai kewenangan,” jelasnya.
Di tengah keterbatasan yang ada, DPRD meminta masyarakat tetap bersabar sembari pemerintah mencari solusi terbaik untuk mempercepat perbaikan infrastruktur.
“Ini kondisi yang harus dihadapi bersama. Namun kami pastikan akan terus mendorong agar perbaikan jalan segera direalisasikan,” pungkasnya. (Adv)
(Sf/Lo)
Cari disini...

DPRD Kota Balikpapan

Anggota Komisi I DPRD Kota Balikpapan, Iwan Wahyudi. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)
Balikpapan - Keterbatasan anggaran mulai berdampak pada kondisi infrastruktur di Kota Balikpapan. Sejumlah ruas jalan, khususnya di kawasan padat penduduk seperti Perumnas Balikpapan Utara, dilaporkan mengalami kerusakan cukup parah dan memicu keluhan warga.
Jalan berlubang, licin, dan becek saat hujan disebut semakin menyulitkan aktivitas masyarakat. Kondisi ini tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga berpotensi membahayakan pengguna jalan.
Anggota DPRD Kota Balikpapan, Iwan Wahyudi mengatakan, kerusakan jalan di kawasan tersebut sudah lama dikeluhkan warga. Ia menyebut aktivitas padat, ditambah faktor cuaca dan lalu lintas kendaraan, mempercepat kerusakan infrastruktur jalan.
“Di Perumnas yang padat penduduk dan ada aktivitas industri, banyak jalan rusak. Saat hujan deras, kondisinya sangat becek dan sulit dilalui,” ucap Iwan kepada awak media, Senin (20/4/2026).
Menurut Iwan, dampak kerusakan jalan dirasakan langsung oleh berbagai lapisan masyarakat. Mulai dari pelajar, pekerja, hingga pedagang kecil yang menggantungkan usaha di tepi jalan.
“Mobilitas warga terganggu. Anak-anak ke sekolah, pekerja yang berangkat kerja, hingga pedagang kecil ikut terdampak. Ini persoalan yang kami temukan langsung di lapangan,” katanya.
Dia menjelaskan, salah satu penyebab belum optimalnya perbaikan jalan adalah pemangkasan anggaran dari pemerintah pusat, terutama pada pos Transfer ke Daerah (TKD). Pengurangan anggaran tersebut disebut mencapai sekitar Rp1 triliun.
“Pemangkasan ini tentu berdampak pada pelayanan publik, termasuk perbaikan infrastruktur jalan,” tegasnya.
Meski demikian, DPRD Balikpapan menyatakan akan terus mendorong percepatan perbaikan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah meminta dukungan dari Pemerintah Provinsi Kaltim maupun pemerintah pusat.
Balikpapan Utara menjadi wilayah yang mendapat perhatian khusus karena dinilai mengalami kerusakan paling signifikan. Namun, Iwan
“Tidak hanya Balikpapan, persoalan serupa juga terjadi di beberapa titik lain di kota tersebut,” akunya,
Sebagai langkah lanjutan, DPRD Balikpapan telah menjalin komunikasi dengan DPRD Provinsi Kaltim guna mengupayakan tambahan dukungan anggaran.
“Kami terus berkoordinasi dengan DPRD provinsi. Harapannya ada fasilitasi bantuan, karena jika dari pusat harus melalui pemerintah kota sesuai kewenangan,” jelasnya.
Di tengah keterbatasan yang ada, DPRD meminta masyarakat tetap bersabar sembari pemerintah mencari solusi terbaik untuk mempercepat perbaikan infrastruktur.
“Ini kondisi yang harus dihadapi bersama. Namun kami pastikan akan terus mendorong agar perbaikan jalan segera direalisasikan,” pungkasnya. (Adv)
(Sf/Lo)