Cari disini...

DPRD Kota Balikpapan
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan, Alwi Al Qodri saat ditemui di kantor DPRD. Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)
Balikpapan - Rencana pembangunan bendali (bendungan pengendali) di kawasan Pasar Segar, Balikpapan Utara yang selama ini digadang-gadang menjadi solusi pengendalian banjir, terpaksa tertunda.
Penyebabnya ketidakpastian anggaran setelah terjadi pemangkasan dana dari pemerintah pusat. Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan, Alwi Al Qodri mengungkapkan anggaran fisik daerah dipangkas sekitar 60 persen atau setara Rp400 miliar.
Pemotongan tersebut berdampak langsung terhadap sejumlah program pembangunan prioritas yang sebelumnya telah direncanakan matang, termasuk proyek bendali Pasar Segar.
“Sekitar 60 persen anggaran fisik kita terpangkas dari pusat, kurang lebih Rp400 miliar. Jadi untuk program prioritas, termasuk bendali Pasar Segar, kami masih kesulitan memberikan kepastian,” ucap Alwi, Kamis (26/2/2026).
Ia menjelaskan pengurangan anggaran tersebut berkaitan dengan penyesuaian transfer dana dari pusat ke daerah, seperti Dana Bagi Hasil (DBH) dan Transfer ke Daerah (TKD). Sebagian anggaran dialihkan untuk mendukung program prioritas nasional yang menjadi kebijakan pemerintah pusat.
Menurut Alwi, pemerintah daerah tidak memiliki ruang gerak yang luas dalam menyikapi kebijakan tersebut. Daerah wajib menyesuaikan diri dengan keputusan pusat, terutama jika menyangkut program yang telah ditetapkan sebagai prioritas nasional.
“Kalau itu sudah menjadi program presiden, tentu wajib dijalankan. Kami di daerah mau tidak mau harus patuh dan mengikuti aturan,” akunya.
Akibat kondisi ini, proyek bendali Pasar Segar yang membutuhkan anggaran besar belum dapat dilanjutkan. Sejumlah kegiatan pembangunan lain yang sebelumnya telah disetujui juga ikut tertunda pada tahun anggaran berjalan.
“Kegiatan yang sudah direncanakan banyak yang harus ditunda. Termasuk bendali Pasar Segar, untuk sementara kita hentikan dulu,” tambahnya.
DPRD juga belum dapat memastikan kapan kondisi anggaran akan kembali normal. Hingga kini belum ada kejelasan apakah pemangkasan hanya berlaku tahun ini atau berlanjut pada tahun berikutnya.
Padahal pembangunan bendali Pasar Segar dinilai strategis sebagai solusi jangka panjang untuk mengurangi risiko banjir di Balikpapan. DPRD berharap pemerintah pusat segera memberikan kepastian kebijakan anggaran agar program prioritas yang menyangkut kepentingan masyarakat luas dapat kembali dijalankan. (Adv)
(Sf/Lo)
Cari disini...

DPRD Kota Balikpapan

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan, Alwi Al Qodri saat ditemui di kantor DPRD. Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)
Balikpapan - Rencana pembangunan bendali (bendungan pengendali) di kawasan Pasar Segar, Balikpapan Utara yang selama ini digadang-gadang menjadi solusi pengendalian banjir, terpaksa tertunda.
Penyebabnya ketidakpastian anggaran setelah terjadi pemangkasan dana dari pemerintah pusat. Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan, Alwi Al Qodri mengungkapkan anggaran fisik daerah dipangkas sekitar 60 persen atau setara Rp400 miliar.
Pemotongan tersebut berdampak langsung terhadap sejumlah program pembangunan prioritas yang sebelumnya telah direncanakan matang, termasuk proyek bendali Pasar Segar.
“Sekitar 60 persen anggaran fisik kita terpangkas dari pusat, kurang lebih Rp400 miliar. Jadi untuk program prioritas, termasuk bendali Pasar Segar, kami masih kesulitan memberikan kepastian,” ucap Alwi, Kamis (26/2/2026).
Ia menjelaskan pengurangan anggaran tersebut berkaitan dengan penyesuaian transfer dana dari pusat ke daerah, seperti Dana Bagi Hasil (DBH) dan Transfer ke Daerah (TKD). Sebagian anggaran dialihkan untuk mendukung program prioritas nasional yang menjadi kebijakan pemerintah pusat.
Menurut Alwi, pemerintah daerah tidak memiliki ruang gerak yang luas dalam menyikapi kebijakan tersebut. Daerah wajib menyesuaikan diri dengan keputusan pusat, terutama jika menyangkut program yang telah ditetapkan sebagai prioritas nasional.
“Kalau itu sudah menjadi program presiden, tentu wajib dijalankan. Kami di daerah mau tidak mau harus patuh dan mengikuti aturan,” akunya.
Akibat kondisi ini, proyek bendali Pasar Segar yang membutuhkan anggaran besar belum dapat dilanjutkan. Sejumlah kegiatan pembangunan lain yang sebelumnya telah disetujui juga ikut tertunda pada tahun anggaran berjalan.
“Kegiatan yang sudah direncanakan banyak yang harus ditunda. Termasuk bendali Pasar Segar, untuk sementara kita hentikan dulu,” tambahnya.
DPRD juga belum dapat memastikan kapan kondisi anggaran akan kembali normal. Hingga kini belum ada kejelasan apakah pemangkasan hanya berlaku tahun ini atau berlanjut pada tahun berikutnya.
Padahal pembangunan bendali Pasar Segar dinilai strategis sebagai solusi jangka panjang untuk mengurangi risiko banjir di Balikpapan. DPRD berharap pemerintah pusat segera memberikan kepastian kebijakan anggaran agar program prioritas yang menyangkut kepentingan masyarakat luas dapat kembali dijalankan. (Adv)
(Sf/Lo)