DPRD Kabupaten Paser

    Rizal Ashari Minta Pemkab Paser Pantau Ketersediaan dan Harga LPG 3 Kg

    Penulis:Sahrul|Redaktur:Buniyamin
    07 Oktober 2024 pukul 16:55 WITA

    Anggota DPRD Paser, Andi Muhammad Rizal Ashari (dok. Humas DPRD Paser)

    Tanah Grogot - Anggota DPRD Paser, Andi Muhammad Rizal Ashari meminta Pemerintah Kabupaten Paser (Pemkab) Paser untuk memantau ketersediaan dan harga LGG 3 Kilogram (Kg).

    Kata dia, harga LPG 3 Kg bersubsidi beberapa waktu lalu sempat dikeluhkan warga, khususnya di Desa Kerta Bakti, Kecamatan Long Ikis.

    Rizal menyebut dari keluhan yang diterima, LPG 3 Kg yang dijual di warung atau toko melampaui Harga Eceran Tertinggi (HE) yang ditetapkan pemerintah, yakni Rp28 ribu hingga Rp50 ribu, sementara harga normal Rp18 ribu.

    "Saya berharap Disperindagkop bisa mengontrol di tiap-tiap toko yang menjual tabung gas subsidi agar menjual tabung LPG subsidi dengan harga yang dapat dijangkau masyarakat terutama masyarakat menengah kebawah,” kata Rizal, Senin (7/10/2024).

    Selain keluhan atas lonjakan harga LPG 3 Kg, warga juga mengeluhkan kurangnya ketersediaan tabung gas elpiji, sebab selalu mengantre.

    "Perolehan tabung LPG 3 Kg subsidi untuk masyarakat di agen terbilang sulit. Meskipun ada stok, warga harus mengantre sampai dua hari,” tutur politisi Partai Demokrat ini.

    Ia turut berharap kepada agen LPG 3 Kg untuk dapat menyesuaikan harga standar pemerintah daerah dan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku. Sebagai langkah mengurai kelangkaan elpiji melon, perlu peran Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) untuk membantu pendistibusian.

    "Warga berharap Bumdes dapat aktif kembali untuk membantu agen mendistribusikan tabung gas, sehingga kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi," tandasnya. (Adv)

    (Sf/By)

    DPRD Kabupaten Paser

    Rizal Ashari Minta Pemkab Paser Pantau Ketersediaan dan Harga LPG 3 Kg

    Penulis:Sahrul|Redaktur:Buniyamin
    07 Oktober 2024 pukul 16:55 WITA

    Anggota DPRD Paser, Andi Muhammad Rizal Ashari (dok. Humas DPRD Paser)

    Tanah Grogot - Anggota DPRD Paser, Andi Muhammad Rizal Ashari meminta Pemerintah Kabupaten Paser (Pemkab) Paser untuk memantau ketersediaan dan harga LGG 3 Kilogram (Kg).

    Kata dia, harga LPG 3 Kg bersubsidi beberapa waktu lalu sempat dikeluhkan warga, khususnya di Desa Kerta Bakti, Kecamatan Long Ikis.

    Rizal menyebut dari keluhan yang diterima, LPG 3 Kg yang dijual di warung atau toko melampaui Harga Eceran Tertinggi (HE) yang ditetapkan pemerintah, yakni Rp28 ribu hingga Rp50 ribu, sementara harga normal Rp18 ribu.

    "Saya berharap Disperindagkop bisa mengontrol di tiap-tiap toko yang menjual tabung gas subsidi agar menjual tabung LPG subsidi dengan harga yang dapat dijangkau masyarakat terutama masyarakat menengah kebawah,” kata Rizal, Senin (7/10/2024).

    Selain keluhan atas lonjakan harga LPG 3 Kg, warga juga mengeluhkan kurangnya ketersediaan tabung gas elpiji, sebab selalu mengantre.

    "Perolehan tabung LPG 3 Kg subsidi untuk masyarakat di agen terbilang sulit. Meskipun ada stok, warga harus mengantre sampai dua hari,” tutur politisi Partai Demokrat ini.

    Ia turut berharap kepada agen LPG 3 Kg untuk dapat menyesuaikan harga standar pemerintah daerah dan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku. Sebagai langkah mengurai kelangkaan elpiji melon, perlu peran Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) untuk membantu pendistibusian.

    "Warga berharap Bumdes dapat aktif kembali untuk membantu agen mendistribusikan tabung gas, sehingga kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi," tandasnya. (Adv)

    (Sf/By)