DPRD Kabupaten Paser

    Pemkab Paser Diminta Fokus Kembangkan Pertanian sebagai Sektor Andalan

    Penulis:Sahrul|Redaktur:Buniyamin
    15 Oktober 2024 pukul 18:21 WITA

    Ilustrasi lahan pertanian (Foto: Freepik

    Tanah Grogot - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Paser diminta fokus mengembangkan pertanian sebagai sektor andalan yang perlu diperhatikan dari sisi kualitas hingga hasil produksi tani.

    Ketua Komisi II DPRD Paser, Sukran Amin mengatakan, seyogianya upaya pengembangan dilakukan untuk peningkatan kualitas dari sektor pertanian.

    "Dengan tujuan untuk mengembangkan pertanian dalam meningkatkan kualitas usaha tani, meningkatkan hasil produksi dan mengalihkan penggunaan pupuk kimia ke pupuk organik,” kata Sukran, Selasa (15/10/2024).

    Ia juga bakal memastikan ketersediaan lahan pertanian untuk melakukan produksi secara besar, sehingga mampu memenuhi kebutuhan pasar dalam daerah dan luar daerah.

    Menurutnya, banyak lahan di Kabupaten Paser yang tak termanfaatkan, termasuk lahan yang masuk dalam kawasan Cagar Alam (CA). Begitu juga infrastruktur yang kurang hingga pasar, hasil tani perlu dipersiapkan.

    Lahan pertanian yang masuk dalam kawasan CA ini mengakibatkan pengembangan pertanian yang terhambat karena tidak produktif untuk melakukan pembangunan infrastruktur penunjang.

    Untuk itu, pihaknya berencana membahas dengan pemerintah pusat maupun Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim). “Ini dilakukan guna meningkatkan produksi pertanian yang tiap tahun mengalami penurunan karena beralih ke sektor perkebunan,” terangnya.

    Ia turut menyoroti banyaknya petani yang beralih profesi karena lebih memilih usaha yang dianggap menjanjikan ketimbag pertanian. “Perihal banyaknya petani yang beralih profesi menjadi pekebun karena keuntungan yang dihasilkan lebih menjanjikan,” ungkapnya.

    Terkait persaingan harga jual dalam daerah dan dari luar daerah juga perlu solusi. Sebab, konsumen cenderung membandingkan harga hasil tani dengan memilih yang lebih murah.

    “Lebih mahal biaya produksi dari pada harga jual, infrastruktur tidak layak ataupun tidak ada, hingga mempersiapkan pasar hasil tani dalam daerah perlu menjadi perhatian Pemkab Paser,” tandasnya. (adv)

    (Sf/By)

    DPRD Kabupaten Paser

    Pemkab Paser Diminta Fokus Kembangkan Pertanian sebagai Sektor Andalan

    Penulis:Sahrul|Redaktur:Buniyamin
    15 Oktober 2024 pukul 18:21 WITA

    Ilustrasi lahan pertanian (Foto: Freepik

    Tanah Grogot - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Paser diminta fokus mengembangkan pertanian sebagai sektor andalan yang perlu diperhatikan dari sisi kualitas hingga hasil produksi tani.

    Ketua Komisi II DPRD Paser, Sukran Amin mengatakan, seyogianya upaya pengembangan dilakukan untuk peningkatan kualitas dari sektor pertanian.

    "Dengan tujuan untuk mengembangkan pertanian dalam meningkatkan kualitas usaha tani, meningkatkan hasil produksi dan mengalihkan penggunaan pupuk kimia ke pupuk organik,” kata Sukran, Selasa (15/10/2024).

    Ia juga bakal memastikan ketersediaan lahan pertanian untuk melakukan produksi secara besar, sehingga mampu memenuhi kebutuhan pasar dalam daerah dan luar daerah.

    Menurutnya, banyak lahan di Kabupaten Paser yang tak termanfaatkan, termasuk lahan yang masuk dalam kawasan Cagar Alam (CA). Begitu juga infrastruktur yang kurang hingga pasar, hasil tani perlu dipersiapkan.

    Lahan pertanian yang masuk dalam kawasan CA ini mengakibatkan pengembangan pertanian yang terhambat karena tidak produktif untuk melakukan pembangunan infrastruktur penunjang.

    Untuk itu, pihaknya berencana membahas dengan pemerintah pusat maupun Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim). “Ini dilakukan guna meningkatkan produksi pertanian yang tiap tahun mengalami penurunan karena beralih ke sektor perkebunan,” terangnya.

    Ia turut menyoroti banyaknya petani yang beralih profesi karena lebih memilih usaha yang dianggap menjanjikan ketimbag pertanian. “Perihal banyaknya petani yang beralih profesi menjadi pekebun karena keuntungan yang dihasilkan lebih menjanjikan,” ungkapnya.

    Terkait persaingan harga jual dalam daerah dan dari luar daerah juga perlu solusi. Sebab, konsumen cenderung membandingkan harga hasil tani dengan memilih yang lebih murah.

    “Lebih mahal biaya produksi dari pada harga jual, infrastruktur tidak layak ataupun tidak ada, hingga mempersiapkan pasar hasil tani dalam daerah perlu menjadi perhatian Pemkab Paser,” tandasnya. (adv)

    (Sf/By)