Cari disini...
DPRD Kabupaten Paser
Anggota DPRD Paser dalam kegiatan Pencanangan Sensus Ekonomi 2026. (Foto: Sekretariat DPRD Paser)
Tana Paser - Sensus Ekonomi 2026 akan dijadikan landasan dalam penyusunan kebijakan di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Paser.
Hal itu disampaikan oleh Anggota DPRD Paser, Zulfikar Yuliskatin saat menghadiri kegiatan Pencanangan Sensus Ekonomi yang dilaksanakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Paser.
Kehadiran Zulfikar dalam kegiatan tersebut, menegaskan lembaga legislatif tingkat daerah mendukung suksesnya penyelenggaraan Sensus Ekonomi 2026 sebagai penyedia data yang akurat.
Zulfikar menyebut, pihaknya membutuhkan data yang akurat untuk melihat kondisi perekonomian masyarakat, khususnya di Paser untuk menjadi bahan penyusunan kebijakan yang berdampak langsung.
"Kami mendukung penuh pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026," tegas Zulfikar, Sabtu (13/6/2026).
Ia menilai, keakuratan data yang disuguhkan akan berdampak terhadap arah pembangunan daerah di Paser.
Sementara Kepala BPS Paser, Bayu Agung Prasetyo menjelaskan, Sensus Ekonomi 2026 merupakan agenda nasional.
Hasil dari kegiatan itu akan memberikan gambaran terkait kondisi dan perkembangan kegiatan usaha secara menyeluruh.
"Untuk Kabupaten Paser, ada 264 petugas yang diturunkan dan tersebar di sepuluh kecamatan," tuturnya.
Ia berharap, kegiatan tersebut dapat berjalan dengan sukses dan lancar sehingga DPRD Paser dapat menyusun kebijakan arah pembangunan daerah ke depannya.
Zulfikar menambahkan, data hasil sensus nantinya akan digunakan DPRD untuk memetakan sektor usaha unggulan di setiap kecamatan. Dengan begitu, program pemberdayaan UMKM, koperasi, hingga investasi daerah bisa lebih tepat sasaran dan menyentuh pelaku usaha mikro di desa.
Lebih lanjut, ia berharap masyarakat dan pelaku usaha dapat memberikan informasi yang benar kepada petugas sensus. Sebab data yang valid menjadi kunci agar kebijakan yang diambil tidak melenceng dari kebutuhan riil di lapangan.
Di tempat yang sama, BPS Paser juga mengajak seluruh stakeholder termasuk pemerintah desa, camat, hingga organisasi profesi untuk ikut menyukseskan sensus. Dengan sinergi semua pihak, diharapkan hasil Sensus Ekonomi 2026 benar-benar menjadi cerminan potret ekonomi Kabupaten Paser yang bisa diandalkan untuk 10 tahun ke depan. (Adv)
(Sf/Lo)
Cari disini...
DPRD Kabupaten Paser

Anggota DPRD Paser dalam kegiatan Pencanangan Sensus Ekonomi 2026. (Foto: Sekretariat DPRD Paser)
Tana Paser - Sensus Ekonomi 2026 akan dijadikan landasan dalam penyusunan kebijakan di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Paser.
Hal itu disampaikan oleh Anggota DPRD Paser, Zulfikar Yuliskatin saat menghadiri kegiatan Pencanangan Sensus Ekonomi yang dilaksanakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Paser.
Kehadiran Zulfikar dalam kegiatan tersebut, menegaskan lembaga legislatif tingkat daerah mendukung suksesnya penyelenggaraan Sensus Ekonomi 2026 sebagai penyedia data yang akurat.
Zulfikar menyebut, pihaknya membutuhkan data yang akurat untuk melihat kondisi perekonomian masyarakat, khususnya di Paser untuk menjadi bahan penyusunan kebijakan yang berdampak langsung.
"Kami mendukung penuh pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026," tegas Zulfikar, Sabtu (13/6/2026).
Ia menilai, keakuratan data yang disuguhkan akan berdampak terhadap arah pembangunan daerah di Paser.
Sementara Kepala BPS Paser, Bayu Agung Prasetyo menjelaskan, Sensus Ekonomi 2026 merupakan agenda nasional.
Hasil dari kegiatan itu akan memberikan gambaran terkait kondisi dan perkembangan kegiatan usaha secara menyeluruh.
"Untuk Kabupaten Paser, ada 264 petugas yang diturunkan dan tersebar di sepuluh kecamatan," tuturnya.
Ia berharap, kegiatan tersebut dapat berjalan dengan sukses dan lancar sehingga DPRD Paser dapat menyusun kebijakan arah pembangunan daerah ke depannya.
Zulfikar menambahkan, data hasil sensus nantinya akan digunakan DPRD untuk memetakan sektor usaha unggulan di setiap kecamatan. Dengan begitu, program pemberdayaan UMKM, koperasi, hingga investasi daerah bisa lebih tepat sasaran dan menyentuh pelaku usaha mikro di desa.
Lebih lanjut, ia berharap masyarakat dan pelaku usaha dapat memberikan informasi yang benar kepada petugas sensus. Sebab data yang valid menjadi kunci agar kebijakan yang diambil tidak melenceng dari kebutuhan riil di lapangan.
Di tempat yang sama, BPS Paser juga mengajak seluruh stakeholder termasuk pemerintah desa, camat, hingga organisasi profesi untuk ikut menyukseskan sensus. Dengan sinergi semua pihak, diharapkan hasil Sensus Ekonomi 2026 benar-benar menjadi cerminan potret ekonomi Kabupaten Paser yang bisa diandalkan untuk 10 tahun ke depan. (Adv)
(Sf/Lo)