Cari disini...
DPRD Kabupaten Paser
Anggota DPRD Apser, Hamran Syah menghadiri Raker Fordas Kaltim. (Foto: Sekretariat DPRD Paser)
Tana Paser - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Paser, Hamran Syah menghadiri kegiatan seminar dan Rapat Kerja Forum Daerah Aliran Sungai (Fordas) Kalimantan Timur (Kaltim).
Kehadirannya di forum tersebut menegaskan bahwa DPRD Paser mendukung penuh pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) secara berkelanjutan.
Kegiaran seminar itu diikuti oleh unsur pemerintah, legislatif, akademisi dan sejumlah pemangku kepentingan yang berkaitan dengan lingkungan untuk mengkolaborasikan pengelolaan DAS secara terpadu di Kaltim.
Hamransyah menjelaskan, pengelolaan DAS merupakan hal yang sangat penting agar dapat mengelola ekosistem secara seimbang dan berkelanjutan.
"Pertemuan itu dinilai penting karena membahas isu strategis terkait pengelolaan DAS di Kaltim," kata Hamransyah, Kamis (2/7/2026).
Pengelolaan DAS khususnya di Kaltim saat ini memang menjadi perbincangan yang menarik. Ditambah lagi dengan adanya proyek nasional di wilayah Ibu Kota Nusantara (IKN) yang berlokasi di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).
Berbagai tantangan dalam kondisi degradasi hutan, pencemaran lingkungan hingga dampak perubagan iklim menjadikan pembahasan itu lebih menarik untuk di ulik.
"Kami akan mendukung dan terus melakukan monitoring terhadap pengelolaan DAS berkelanjutan. Apalagi jika iti berdampak ke daerah," tambahnya.
Ia berharap, hasil dari pertemuan tersebut dapat ditindaklanjuti guna penguatan konservasi hingga edukasi yang dapat bersinergis dengan pemerintah.
Hamransyah menegaskan, Kabupaten Paser memiliki sejumlah DAS strategis yang bermuara ke wilayah pesisir. Karena itu, sinergi antar daerah di Kaltim sangat diperlukan agar penanganan hulu hingga hilir dapat dilakukan secara terpadu dan tidak menimbulkan dampak lintas wilayah.
Ia juga mendorong agar hasil Raker Fordas segera diimplementasikan melalui program nyata seperti reboisasi, pengendalian banjir, dan edukasi masyarakat. Menurutnya, keterlibatan masyarakat di tingkat desa menjadi kunci agar pengelolaan DAS tidak hanya menjadi wacana di atas kertas.
Ke depan, DPRD Paser akan mengawal kebijakan terkait lingkungan dalam pembahasan APBD. Hamransyah optimis, dengan pengelolaan DAS yang berkelanjutan, Paser dapat menjaga ketersediaan air, mencegah bencana, dan mendukung pembangunan yang ramah lingkungan. (Adv)
(Sf/Rs)
Cari disini...
DPRD Kabupaten Paser

Anggota DPRD Apser, Hamran Syah menghadiri Raker Fordas Kaltim. (Foto: Sekretariat DPRD Paser)
Tana Paser - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Paser, Hamran Syah menghadiri kegiatan seminar dan Rapat Kerja Forum Daerah Aliran Sungai (Fordas) Kalimantan Timur (Kaltim).
Kehadirannya di forum tersebut menegaskan bahwa DPRD Paser mendukung penuh pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) secara berkelanjutan.
Kegiaran seminar itu diikuti oleh unsur pemerintah, legislatif, akademisi dan sejumlah pemangku kepentingan yang berkaitan dengan lingkungan untuk mengkolaborasikan pengelolaan DAS secara terpadu di Kaltim.
Hamransyah menjelaskan, pengelolaan DAS merupakan hal yang sangat penting agar dapat mengelola ekosistem secara seimbang dan berkelanjutan.
"Pertemuan itu dinilai penting karena membahas isu strategis terkait pengelolaan DAS di Kaltim," kata Hamransyah, Kamis (2/7/2026).
Pengelolaan DAS khususnya di Kaltim saat ini memang menjadi perbincangan yang menarik. Ditambah lagi dengan adanya proyek nasional di wilayah Ibu Kota Nusantara (IKN) yang berlokasi di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).
Berbagai tantangan dalam kondisi degradasi hutan, pencemaran lingkungan hingga dampak perubagan iklim menjadikan pembahasan itu lebih menarik untuk di ulik.
"Kami akan mendukung dan terus melakukan monitoring terhadap pengelolaan DAS berkelanjutan. Apalagi jika iti berdampak ke daerah," tambahnya.
Ia berharap, hasil dari pertemuan tersebut dapat ditindaklanjuti guna penguatan konservasi hingga edukasi yang dapat bersinergis dengan pemerintah.
Hamransyah menegaskan, Kabupaten Paser memiliki sejumlah DAS strategis yang bermuara ke wilayah pesisir. Karena itu, sinergi antar daerah di Kaltim sangat diperlukan agar penanganan hulu hingga hilir dapat dilakukan secara terpadu dan tidak menimbulkan dampak lintas wilayah.
Ia juga mendorong agar hasil Raker Fordas segera diimplementasikan melalui program nyata seperti reboisasi, pengendalian banjir, dan edukasi masyarakat. Menurutnya, keterlibatan masyarakat di tingkat desa menjadi kunci agar pengelolaan DAS tidak hanya menjadi wacana di atas kertas.
Ke depan, DPRD Paser akan mengawal kebijakan terkait lingkungan dalam pembahasan APBD. Hamransyah optimis, dengan pengelolaan DAS yang berkelanjutan, Paser dapat menjaga ketersediaan air, mencegah bencana, dan mendukung pembangunan yang ramah lingkungan. (Adv)
(Sf/Rs)