Cari disini...
DPRD Kabupaten Paser
Ketua DPRD Paser, Hendra Wahyudi (Foto: Padliannor/seputarfakta.com)
Tana Paser - DPRD mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Paser agar memperkuat ekonomi lokal serta memaksimalkan potensi yang ada guna meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
DPRD Paser menyoroti rencana pemerintah pusat untuk melakukan pemangkasan Dana Transfer ke Daerah (TKD) di 2026 mendatang.
Rencana pemerintah pusat memangkas TKD Paser 2026 dinilai dapat mengganggu stabilitas keuangan daerah, mengganggu pelayanan publik serta memperlambat pembangunan di daerah.
Ketua DPRD Paser, Hendra Wahyudi menyebut sekitar 70 persen Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Paser berasal dari sumber daya alam, yaitu sektor pertambangan dan perkebunan.
"Kabupaten Paser bergantung pada DBH. Jika DBH dipotong maka daerah hanya akan berharap pada DAU dan DAK yang terbatas," katanya, Jumat (3/10/2025).
Ia menambahkan pemangkasan TKD dikhawatirkan dapat berdampak pada pembangunan serta mempengaruhi program prioritas yang dicanangkan pemerintah daerah (pemda).
Untuk dapat menghadapi kondisi tersebut DPRD Paser meminta kepada pemda untuk mengintensifkan pengembangan dan menggali potensi yang dapat meningkatkan PAD.
"Salah satu langkah strategis yang dapat dijalankan yaitu menggelar event-event yang dapat menunjang hidupnya Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Paser," tutupnya. (Adv)
(Sf/Lo)
Cari disini...
DPRD Kabupaten Paser

Ketua DPRD Paser, Hendra Wahyudi (Foto: Padliannor/seputarfakta.com)
Tana Paser - DPRD mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Paser agar memperkuat ekonomi lokal serta memaksimalkan potensi yang ada guna meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
DPRD Paser menyoroti rencana pemerintah pusat untuk melakukan pemangkasan Dana Transfer ke Daerah (TKD) di 2026 mendatang.
Rencana pemerintah pusat memangkas TKD Paser 2026 dinilai dapat mengganggu stabilitas keuangan daerah, mengganggu pelayanan publik serta memperlambat pembangunan di daerah.
Ketua DPRD Paser, Hendra Wahyudi menyebut sekitar 70 persen Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Paser berasal dari sumber daya alam, yaitu sektor pertambangan dan perkebunan.
"Kabupaten Paser bergantung pada DBH. Jika DBH dipotong maka daerah hanya akan berharap pada DAU dan DAK yang terbatas," katanya, Jumat (3/10/2025).
Ia menambahkan pemangkasan TKD dikhawatirkan dapat berdampak pada pembangunan serta mempengaruhi program prioritas yang dicanangkan pemerintah daerah (pemda).
Untuk dapat menghadapi kondisi tersebut DPRD Paser meminta kepada pemda untuk mengintensifkan pengembangan dan menggali potensi yang dapat meningkatkan PAD.
"Salah satu langkah strategis yang dapat dijalankan yaitu menggelar event-event yang dapat menunjang hidupnya Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Paser," tutupnya. (Adv)
(Sf/Lo)