Cari disini...
DPRD Kabupaten Kutai Kartanegara
Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutai Kartanegara (Kukar), Akhmad Akbar Haka Saputra. (Foto:M.anshori/Seputarfakta.com)
Tenggarong - Rencana pengoperasian Pasar Tangga Arung ternyata masih menyisakan masalah.
Warga sekitar mengeluhkan adanya Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang letaknya berdempetan dengan permukiman di Jalan Danau Semayang, Kecamatan Tenggarong.
Keluhan itu disampaikan langsung kepada Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutai Kartanegara (Kukar), Akhmad Akbar Haka Saputra. Ia mengatakan pihaknya telah menerima laporan resmi dari warga RT 11 dan RT 12 Jalan Danau Semayang.
“Mereka sudah datang ke kami bawa dokumen resmi tanda tangan dari RT terkait dengan keluhan soal tata letak TPA yang terlalu dekat dengan rumah warga. Masyarakat meminta TPA itu dipindah ke tengah pasar saja supaya tak mengganggu,” kata Akbar Haka, Selasa (30/9/2025).
Menurut warga, sejak pasar belum beroperasi saja keberadaan TPA sudah membuat resah, apalagi kalau pasar sudah benar-benar dibuka untuk umum. Walaupun TPA itu bakal dikelola secara modern dengan mesin pengolah dan truk angkut sampah pada jam tertentu, warga masih ragu terkait pengelolaannya.
“Kekhawatiran mereka soal tumpukan sampah dan bau yang bisa muncul kalau pengelolaannya nggak disiplin. Jadi ini bukan cuma masalah teknis di atas kertas, tapi kondisi nyata di lapangan,” ungkapnya.
Menindaklanjuti keluhan warga, DPRD Kukar berencana menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan melibatkan berbagai pihak seperti Dinas PU, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK), Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), pemerintah kecamatan, dan kelurahan.
“Arahan dari Ketua DPRD Ahmad Yani, masalah ini jangan dibiarkan berlarut. Kalau sampai pasar sudah jalan dan warga demo, justru makin tidak kondusif,” tegasnya.
Keluhan warga ini juga sempat ramai di media sosial. Salah satu warga, Lia sempat mengunggah keresahannya di Facebook karena TPA tersebut berada persis di samping toko roti miliknya.
“Sudah dipasang atap sudah dicor semen, tapi bayangin kalau itu ada di samping rumah kalian, ini TPA skalanya besar, bukan kecil,” ucapnya.
Dirinya berharap Pemkab Kukar juga bisa segera turun tangan sebelum masalah ini semakin membesar. (Adv)
(Sf/Lo)
Cari disini...
DPRD Kabupaten Kutai Kartanegara

Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutai Kartanegara (Kukar), Akhmad Akbar Haka Saputra. (Foto:M.anshori/Seputarfakta.com)
Tenggarong - Rencana pengoperasian Pasar Tangga Arung ternyata masih menyisakan masalah.
Warga sekitar mengeluhkan adanya Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang letaknya berdempetan dengan permukiman di Jalan Danau Semayang, Kecamatan Tenggarong.
Keluhan itu disampaikan langsung kepada Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutai Kartanegara (Kukar), Akhmad Akbar Haka Saputra. Ia mengatakan pihaknya telah menerima laporan resmi dari warga RT 11 dan RT 12 Jalan Danau Semayang.
“Mereka sudah datang ke kami bawa dokumen resmi tanda tangan dari RT terkait dengan keluhan soal tata letak TPA yang terlalu dekat dengan rumah warga. Masyarakat meminta TPA itu dipindah ke tengah pasar saja supaya tak mengganggu,” kata Akbar Haka, Selasa (30/9/2025).
Menurut warga, sejak pasar belum beroperasi saja keberadaan TPA sudah membuat resah, apalagi kalau pasar sudah benar-benar dibuka untuk umum. Walaupun TPA itu bakal dikelola secara modern dengan mesin pengolah dan truk angkut sampah pada jam tertentu, warga masih ragu terkait pengelolaannya.
“Kekhawatiran mereka soal tumpukan sampah dan bau yang bisa muncul kalau pengelolaannya nggak disiplin. Jadi ini bukan cuma masalah teknis di atas kertas, tapi kondisi nyata di lapangan,” ungkapnya.
Menindaklanjuti keluhan warga, DPRD Kukar berencana menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan melibatkan berbagai pihak seperti Dinas PU, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK), Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), pemerintah kecamatan, dan kelurahan.
“Arahan dari Ketua DPRD Ahmad Yani, masalah ini jangan dibiarkan berlarut. Kalau sampai pasar sudah jalan dan warga demo, justru makin tidak kondusif,” tegasnya.
Keluhan warga ini juga sempat ramai di media sosial. Salah satu warga, Lia sempat mengunggah keresahannya di Facebook karena TPA tersebut berada persis di samping toko roti miliknya.
“Sudah dipasang atap sudah dicor semen, tapi bayangin kalau itu ada di samping rumah kalian, ini TPA skalanya besar, bukan kecil,” ucapnya.
Dirinya berharap Pemkab Kukar juga bisa segera turun tangan sebelum masalah ini semakin membesar. (Adv)
(Sf/Lo)