Cari disini...
DPRD Kabupaten Kutai Kartanegara
Anggota Komisi IV DPRD Kukar, Sopan Sopian. (Foto:M.anshori/Seputarfakta.com)
Tenggarong - Sekolah Rakyat (SR) yang akan menjadi program baru di Kutai Kartanegara (Kukar) harus tepat sasaran dan memprioritaskan anak kurang mampu.
Ini menjadi perhatian serius Anggota Komisi IV DPRD Kukar, Sopan Sopian. Ia mengatakan agar program tersebut tidak hanya sekadar menjadi formalitas, perlu sosialisasi yang menyeluruh agar tidak ada risiko salah sasaran.
Dirinya ingin program ini menjangkau anak-anak dari keluarga miskin yang benar-benar memiliki keinginan untuk melanjutkan pendidikan.
“Sosialisasi dari sekarang itu penting, jangan sampai yang masuk malah orang mampu atau karena titipan,” katanya, Jumat (4/7/2025).
Ia menilai tanggung jawab pendidikan anak bukan hanya fasilitas yang disediakan oleh pemerintah, tapi juga soal dorongan dari para orang tua.
“Saya juga ingin melihat para orang tua mendukung anak-anaknya untuk menempuh pendidikan, program ini perlu dukungan dari mereka. Kalau tidak ada kesadaran dari keluarga, program ini bisa berhenti di tengah jalan,” ujarnya.
Sopan mengungkapkan, DPRD Kukar hingga kini belum membahas anggaran khusus SR. Tetapi dukungan terhadap sektor pendidikan tetap ada, melalui alokasi anggaran 20 persen yang menjadi kewajiban pemerintah daerah.
Pentingnya peran semua pihak agar program ini benar-benar memberi manfaat jangka panjang.“Saya ingin ada hasil nyata dan kebermanfaatan dari program ini untuk anak-anak yang tak mampu menempuh pendidikan,” ujarnya.
Dirinya berharap tidak ada lagi anak-anak di Kukar yang tertinggal soal pembiayaan di pendidikan, semua harus diberikan peluang untuk belajar dan maju. (Adv)
(Sf/Lo)
Cari disini...
DPRD Kabupaten Kutai Kartanegara

Anggota Komisi IV DPRD Kukar, Sopan Sopian. (Foto:M.anshori/Seputarfakta.com)
Tenggarong - Sekolah Rakyat (SR) yang akan menjadi program baru di Kutai Kartanegara (Kukar) harus tepat sasaran dan memprioritaskan anak kurang mampu.
Ini menjadi perhatian serius Anggota Komisi IV DPRD Kukar, Sopan Sopian. Ia mengatakan agar program tersebut tidak hanya sekadar menjadi formalitas, perlu sosialisasi yang menyeluruh agar tidak ada risiko salah sasaran.
Dirinya ingin program ini menjangkau anak-anak dari keluarga miskin yang benar-benar memiliki keinginan untuk melanjutkan pendidikan.
“Sosialisasi dari sekarang itu penting, jangan sampai yang masuk malah orang mampu atau karena titipan,” katanya, Jumat (4/7/2025).
Ia menilai tanggung jawab pendidikan anak bukan hanya fasilitas yang disediakan oleh pemerintah, tapi juga soal dorongan dari para orang tua.
“Saya juga ingin melihat para orang tua mendukung anak-anaknya untuk menempuh pendidikan, program ini perlu dukungan dari mereka. Kalau tidak ada kesadaran dari keluarga, program ini bisa berhenti di tengah jalan,” ujarnya.
Sopan mengungkapkan, DPRD Kukar hingga kini belum membahas anggaran khusus SR. Tetapi dukungan terhadap sektor pendidikan tetap ada, melalui alokasi anggaran 20 persen yang menjadi kewajiban pemerintah daerah.
Pentingnya peran semua pihak agar program ini benar-benar memberi manfaat jangka panjang.“Saya ingin ada hasil nyata dan kebermanfaatan dari program ini untuk anak-anak yang tak mampu menempuh pendidikan,” ujarnya.
Dirinya berharap tidak ada lagi anak-anak di Kukar yang tertinggal soal pembiayaan di pendidikan, semua harus diberikan peluang untuk belajar dan maju. (Adv)
(Sf/Lo)