DPRD Kabupaten Kutai Kartanegara

    Muhammad Idham Akui Keterbatasan Anggaran Jadi Kendala Realisasi Aspirasi Warga

    Penulis:Muhammad Anshori|Redaktur:Lodya A
    03 Oktober 2025 pukul 11:44 WITA

    Ilustrasi. (Freepik)

    Tenggarong - Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutai Kartanegara (Kukar), Muhammad Idham mengakui keterbatasan anggaran daerah menjadi hambatan dalam menindaklanjuti aspirasi masyarakat.

    "Banyak masukan dari masyarakat yang sudah kita serap lewat reses beberapa waktu lalu tak semuanya dapat dipenuhi karena keterbatasan anggaran," kata Muhammad Idham, Jumat (3/10/2025).

    Ia mengungkapkan sebagian usulan permintaan dari masyarakat telah berhasil masuk program pembangunan, tapi ada pula yang terpaksa ditunda.

    "Banyak usulan dari masyarakat yang sudah masuk dan terealisasi, kita akan caba perjuangkan nanti," ungkapnya.

    Kata dia, upaya akan terus dilakukan agar usulan tersebut bisa diperjuangkan, salah satu langkah adalah mendorong agar program yang tidak tertampung melalui pokok pikiran (pokir) yang dapat dimasukkan ke Rencana Kerja (Renja) perangkat daerah terkait.

    “Kalau dana pokir memang terbatas, tapi kalau masuk renja dinas peluang pasti ada terbuka karena cakupan anggarannya juga lebih luas,” ucapnya.

    Dirinya menegaskan akan terus berkomunikasi dengan pemerintah daerah agar usulan yang sempat tertunda itu bisa kembali masuk prioritas pembangunan.

    “Kami akan terus kawal usulan yang terhapus atau tertunda bisa kembali masuk menjadi prioritas,” tutupnya. (Adv)

    (Sf/Lo)

    DPRD Kabupaten Kutai Kartanegara

    Muhammad Idham Akui Keterbatasan Anggaran Jadi Kendala Realisasi Aspirasi Warga

    Penulis:Muhammad Anshori|Redaktur:Lodya A
    03 Oktober 2025 pukul 11:44 WITA

    Ilustrasi. (Freepik)

    Tenggarong - Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutai Kartanegara (Kukar), Muhammad Idham mengakui keterbatasan anggaran daerah menjadi hambatan dalam menindaklanjuti aspirasi masyarakat.

    "Banyak masukan dari masyarakat yang sudah kita serap lewat reses beberapa waktu lalu tak semuanya dapat dipenuhi karena keterbatasan anggaran," kata Muhammad Idham, Jumat (3/10/2025).

    Ia mengungkapkan sebagian usulan permintaan dari masyarakat telah berhasil masuk program pembangunan, tapi ada pula yang terpaksa ditunda.

    "Banyak usulan dari masyarakat yang sudah masuk dan terealisasi, kita akan caba perjuangkan nanti," ungkapnya.

    Kata dia, upaya akan terus dilakukan agar usulan tersebut bisa diperjuangkan, salah satu langkah adalah mendorong agar program yang tidak tertampung melalui pokok pikiran (pokir) yang dapat dimasukkan ke Rencana Kerja (Renja) perangkat daerah terkait.

    “Kalau dana pokir memang terbatas, tapi kalau masuk renja dinas peluang pasti ada terbuka karena cakupan anggarannya juga lebih luas,” ucapnya.

    Dirinya menegaskan akan terus berkomunikasi dengan pemerintah daerah agar usulan yang sempat tertunda itu bisa kembali masuk prioritas pembangunan.

    “Kami akan terus kawal usulan yang terhapus atau tertunda bisa kembali masuk menjadi prioritas,” tutupnya. (Adv)

    (Sf/Lo)