DPRD Kabupaten Kutai Kartanegara

    Ketua DPRD Kukar Soroti Ketimpangan Pembangunan Infrastruktur di Loa Kulu

    Penulis:Muhammad Anshori|Redaktur:Lodya A
    25 Juli 2025 pukul 14:12 WITA

    Warga tanam pisang di jalan hancur Desa Loh Sumber, Kecamatan Loa Kulu. (Foto:M.anshori/Seputarfakta.com)

    Tenggarong - Ketua DPRD Kutai Kartanegara (Kukar), Ahmad Yani menyebut masih banyak ketimpangan pembangunan infrastruktur yang dirasakan desa-desa di Kecamatan Loa Kulu.

    “Masih banyak jembatan semi permanen yang dilalui alat berat, seharusnya jembatan-jembatan itu sudah dipermanenkan,” kata Yani, Jumat (25/7/2025).

    Selain jembatan, Yani juga menyoroti kondisi jalan, jalur dari Loh Sumber menuju Sungai Payang hingga kembali ke Jembayan dilaporkan rusak parah, becek dan sulit dilalui sehingga mengganggu mobilitas warga.

    "Kawasan Jonggon sampai Margahayu juga banyak jalan yang hampir putus akibat longsor," ujarnya. 

    Ia menilai infrastruktur dasar jalan dan jembatan seharusnya menjadi prioritas karena menyangkut keselamatan dan kesejahteraan masyarakat. Pihaknya juga telah menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) beberapa waktu lalu. 

    "Kemarin sudah diskusi dengan kades dan Camat Loa Kulu, kami juga ingin agar pembangunan dilakukan secara merata dan adil di seluruh kecamatan," sebutnya. 

    Berdasarkan hasil peninjauan DPRD Kukar, Kecamatan Loa Kulu memang relatif minim mendapatkan alokasi dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

    Yani mengusulkan adanya standar minimal anggaran per kecamatan. Kalau tiap kecamatan diberikan anggaran Rp25-50 miliar per tahun, maka akan menjadi bentuk nyata pemerataan pembangunan. Kecamatan yang selama ini anggarannya besar bisa dikurangi, sedangkan yang kecil seperti Loa Kulu bisa ditingkatkan.

    DPRD Kukar berkomitmen memperjuangkan keadilan anggaran dan pemerataan pembangunan antarwilayah di Kukar demi terciptanya kesejahteraan yang lebih merata bagi seluruh masyarakat desa di Kukar. (Adv)

    (Sf/Lo)

    DPRD Kabupaten Kutai Kartanegara

    Ketua DPRD Kukar Soroti Ketimpangan Pembangunan Infrastruktur di Loa Kulu

    Penulis:Muhammad Anshori|Redaktur:Lodya A
    25 Juli 2025 pukul 14:12 WITA

    Warga tanam pisang di jalan hancur Desa Loh Sumber, Kecamatan Loa Kulu. (Foto:M.anshori/Seputarfakta.com)

    Tenggarong - Ketua DPRD Kutai Kartanegara (Kukar), Ahmad Yani menyebut masih banyak ketimpangan pembangunan infrastruktur yang dirasakan desa-desa di Kecamatan Loa Kulu.

    “Masih banyak jembatan semi permanen yang dilalui alat berat, seharusnya jembatan-jembatan itu sudah dipermanenkan,” kata Yani, Jumat (25/7/2025).

    Selain jembatan, Yani juga menyoroti kondisi jalan, jalur dari Loh Sumber menuju Sungai Payang hingga kembali ke Jembayan dilaporkan rusak parah, becek dan sulit dilalui sehingga mengganggu mobilitas warga.

    "Kawasan Jonggon sampai Margahayu juga banyak jalan yang hampir putus akibat longsor," ujarnya. 

    Ia menilai infrastruktur dasar jalan dan jembatan seharusnya menjadi prioritas karena menyangkut keselamatan dan kesejahteraan masyarakat. Pihaknya juga telah menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) beberapa waktu lalu. 

    "Kemarin sudah diskusi dengan kades dan Camat Loa Kulu, kami juga ingin agar pembangunan dilakukan secara merata dan adil di seluruh kecamatan," sebutnya. 

    Berdasarkan hasil peninjauan DPRD Kukar, Kecamatan Loa Kulu memang relatif minim mendapatkan alokasi dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

    Yani mengusulkan adanya standar minimal anggaran per kecamatan. Kalau tiap kecamatan diberikan anggaran Rp25-50 miliar per tahun, maka akan menjadi bentuk nyata pemerataan pembangunan. Kecamatan yang selama ini anggarannya besar bisa dikurangi, sedangkan yang kecil seperti Loa Kulu bisa ditingkatkan.

    DPRD Kukar berkomitmen memperjuangkan keadilan anggaran dan pemerataan pembangunan antarwilayah di Kukar demi terciptanya kesejahteraan yang lebih merata bagi seluruh masyarakat desa di Kukar. (Adv)

    (Sf/Lo)