Cari disini...
DPRD Kabupaten Kutai Kartanegara
Ketua DPRD Kukar, Ahmad Yani. (Foto:M.anshori/Seputarfakta.com)
Tenggarong - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutai Kartanegara (Kukar), Ahmad Yani, menegaskan kemerdekaan tidak boleh dilihat hanya sebagai perayaan seremonial saja. Kemerdekaan adalah hadirnya keadilan sosial bagi seluruh masyarakat serta hilangnya kemiskinan.
“Perayaan upacara hanya seremonial saja. Saya ingin kemerdekaan itu saat rakyat hidup sejahtera, tidak lagi ada kemiskinan dan kebodohan tanpa adanya penindasan dan kezoliman,” kata Ahmad Yani, Minggu (24/8/2025).
Menurutnya, momen peringatan hari kemerdekaan harus dijadikan pengingat perjuangan para pahlawan. Kemerdekaan mesti diwujudkan dalam bentuk nyata.
Kata dia, Merah Putih bukan hanya bendera, tetapi simbol filosofis yang mendidik bangsa ini untuk berani mengambil keputusan dengan tetap menjunjung tinggi kejujuran, kesucian hati, dan keberpihakan pada rakyat.
“Merah itu keberanian, putih itu suci. Makna dari ini kedua warna ini wajib diwujudkan dalam kehidupan berbangsa di kalangan masyarakat,” tegasnya.
Ia menegaskan bahwa generasi penerus bangsa harus memiliki tanggung jawab besar untuk melanjutkan cita-cita kemerdekaan. Upacara hanyalah bagian kecil, yang terpenting adalah memastikan rakyat terbebas dari segala bentuk ketidakadilan.
“Makna kemerdekaan harus kita pedomani dalam kehidupan sehari-hari. Kita ingin Indonesia merdeka, bukan hanya secara simbol, tapi merdeka dalam arti masyarakatnya adil, makmur, dan sejahtera,” pungkasnya. (Adv)
(Sf/Rs)
Cari disini...
DPRD Kabupaten Kutai Kartanegara

Ketua DPRD Kukar, Ahmad Yani. (Foto:M.anshori/Seputarfakta.com)
Tenggarong - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutai Kartanegara (Kukar), Ahmad Yani, menegaskan kemerdekaan tidak boleh dilihat hanya sebagai perayaan seremonial saja. Kemerdekaan adalah hadirnya keadilan sosial bagi seluruh masyarakat serta hilangnya kemiskinan.
“Perayaan upacara hanya seremonial saja. Saya ingin kemerdekaan itu saat rakyat hidup sejahtera, tidak lagi ada kemiskinan dan kebodohan tanpa adanya penindasan dan kezoliman,” kata Ahmad Yani, Minggu (24/8/2025).
Menurutnya, momen peringatan hari kemerdekaan harus dijadikan pengingat perjuangan para pahlawan. Kemerdekaan mesti diwujudkan dalam bentuk nyata.
Kata dia, Merah Putih bukan hanya bendera, tetapi simbol filosofis yang mendidik bangsa ini untuk berani mengambil keputusan dengan tetap menjunjung tinggi kejujuran, kesucian hati, dan keberpihakan pada rakyat.
“Merah itu keberanian, putih itu suci. Makna dari ini kedua warna ini wajib diwujudkan dalam kehidupan berbangsa di kalangan masyarakat,” tegasnya.
Ia menegaskan bahwa generasi penerus bangsa harus memiliki tanggung jawab besar untuk melanjutkan cita-cita kemerdekaan. Upacara hanyalah bagian kecil, yang terpenting adalah memastikan rakyat terbebas dari segala bentuk ketidakadilan.
“Makna kemerdekaan harus kita pedomani dalam kehidupan sehari-hari. Kita ingin Indonesia merdeka, bukan hanya secara simbol, tapi merdeka dalam arti masyarakatnya adil, makmur, dan sejahtera,” pungkasnya. (Adv)
(Sf/Rs)