Cari disini...
DPRD Kabupaten Kutai Kartanegara
Sisa kebakaran di Kelurahan Melayu (Foto: Agus Saputra/seputarfakta.com)
Tengga.rong - Anggota Komisi IV DPRD Kutai Kartanegara (Kukar), Fathlon Nisa mendorong pembangunan jaringan pendukung hidran pada 2027 mendatang sebagai upaya mengantisipasi kebakaran, khususnya di kawasan permukiman padat penduduk.
Dorongan tersebut disampaikannya menyusul kebakaran yang sempat terjadi di RT 033, kawasan Jalan Danau Aji, Kelurahan Melayu, Kecamatan Tenggarong pada 5 Oktober 2026.
Dalam peristiwa itu, sekitar 70 bangunan yang terdiri dari rumah tinggal, kontrakan dan tempat sewa dilaporkan hangus terbakar, serta berdampak terhadap 75 kepala keluarga (KK) dengan jumlah 215 jiwa.
Fathlon mengatakan pembangunan hidran di kawasan tersebut sebelumnya telah dilakukan melalui pokok-pokok pikiran (pokir) yang diusulkannya.
Namun, keberadaan fasilitas itu dinilai belum maksimal karena belum didukung jaringan penunjang yang memadai.
“Rumah atau unit hidrannya sudah tersedia, tinggal jaringan yang perlu kita selesaikan,” ujar Fathlon, Sabtu (10/10/2026).
Ia menyebut pembangunan jaringan hidran akan kembali didorong pada 2027 dengan mempertimbangkan kondisi anggaran daerah.
Rencana tersebut juga telah menjadi pembahasan dalam komunikasi bersama Ketua DPRD Kukar, Ahmad Yani.
Sebelumnya, persoalan pembangunan jaringan pendukung hidran tersebut juga telah dibahas dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Dinas Pemadam Kebakaran dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kukar.
Menurutnya, keberadaan hidran yang didukung jaringan memadai penting untuk memperkuat upaya penanganan kebakaran.
Apalagi mengingat kawasan permukiman padat memiliki risiko penyebaran api yang lebih cepat ketika terjadi kebakaran.
“Saya sudah komunikasikan hal ini dengan Pak Ketua untuk mendorong pembangunan hidran pada 2027,” terangnya.
Fathlon menjelaskan berdasarkan kondisi di lapangan, rapatnya jarak antarbangunan menjadi salah satu faktor yang memungkinkan api merambat ke rumah lain.
“Posisi bangunan yang berdekatan juga menjadi salah satu faktor yang menyebabkan api dengan cepat membesar. Ditambah kondisi kemarau dan arah angin yang turut memengaruhi meluasnya kebakaran,” ungkap Fathlon.
Selain mendorong penguatan fasilitas pencegahan kebakaran, upaya penanganan pascakebakaran diharapkan dapat dilakukan secara optimal, terutama dalam membantu warga yang kehilangan tempat tinggal.
Ia menilai bantuan yang diberikan harus mampu meringankan beban masyarakat terdampak.
“Kita berharap penanganan pascakebakaran ini dapat dilakukan dengan baik dan masyarakat yang terdampak bisa segera mendapatkan tempat tinggal serta kehidupan yang lebih layak,” tandasnya. (Adv)
(Sf/Lo)
Cari disini...
DPRD Kabupaten Kutai Kartanegara

Sisa kebakaran di Kelurahan Melayu (Foto: Agus Saputra/seputarfakta.com)
Tengga.rong - Anggota Komisi IV DPRD Kutai Kartanegara (Kukar), Fathlon Nisa mendorong pembangunan jaringan pendukung hidran pada 2027 mendatang sebagai upaya mengantisipasi kebakaran, khususnya di kawasan permukiman padat penduduk.
Dorongan tersebut disampaikannya menyusul kebakaran yang sempat terjadi di RT 033, kawasan Jalan Danau Aji, Kelurahan Melayu, Kecamatan Tenggarong pada 5 Oktober 2026.
Dalam peristiwa itu, sekitar 70 bangunan yang terdiri dari rumah tinggal, kontrakan dan tempat sewa dilaporkan hangus terbakar, serta berdampak terhadap 75 kepala keluarga (KK) dengan jumlah 215 jiwa.
Fathlon mengatakan pembangunan hidran di kawasan tersebut sebelumnya telah dilakukan melalui pokok-pokok pikiran (pokir) yang diusulkannya.
Namun, keberadaan fasilitas itu dinilai belum maksimal karena belum didukung jaringan penunjang yang memadai.
“Rumah atau unit hidrannya sudah tersedia, tinggal jaringan yang perlu kita selesaikan,” ujar Fathlon, Sabtu (10/10/2026).
Ia menyebut pembangunan jaringan hidran akan kembali didorong pada 2027 dengan mempertimbangkan kondisi anggaran daerah.
Rencana tersebut juga telah menjadi pembahasan dalam komunikasi bersama Ketua DPRD Kukar, Ahmad Yani.
Sebelumnya, persoalan pembangunan jaringan pendukung hidran tersebut juga telah dibahas dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Dinas Pemadam Kebakaran dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kukar.
Menurutnya, keberadaan hidran yang didukung jaringan memadai penting untuk memperkuat upaya penanganan kebakaran.
Apalagi mengingat kawasan permukiman padat memiliki risiko penyebaran api yang lebih cepat ketika terjadi kebakaran.
“Saya sudah komunikasikan hal ini dengan Pak Ketua untuk mendorong pembangunan hidran pada 2027,” terangnya.
Fathlon menjelaskan berdasarkan kondisi di lapangan, rapatnya jarak antarbangunan menjadi salah satu faktor yang memungkinkan api merambat ke rumah lain.
“Posisi bangunan yang berdekatan juga menjadi salah satu faktor yang menyebabkan api dengan cepat membesar. Ditambah kondisi kemarau dan arah angin yang turut memengaruhi meluasnya kebakaran,” ungkap Fathlon.
Selain mendorong penguatan fasilitas pencegahan kebakaran, upaya penanganan pascakebakaran diharapkan dapat dilakukan secara optimal, terutama dalam membantu warga yang kehilangan tempat tinggal.
Ia menilai bantuan yang diberikan harus mampu meringankan beban masyarakat terdampak.
“Kita berharap penanganan pascakebakaran ini dapat dilakukan dengan baik dan masyarakat yang terdampak bisa segera mendapatkan tempat tinggal serta kehidupan yang lebih layak,” tandasnya. (Adv)
(Sf/Lo)