Cari disini...
DPRD Kabupaten Kutai Kartanegara
Ketua DPRD Kukar, Ahmad Yani (Foto: Agus Saputra/seputarfakta.com)
Tenggarong – Ketua DPRD Kutai Kartanegara (Kukar), Ahmad Yani mendorong Dinas Kesehatan (Dinkes) Kukar memperkuat upaya pencegahan gangguan kesehatan masyarakat di tengah kondisi kabut asap yang dipengaruhi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta perubahan cuaca.
Dorongan tersebut disampaikan sebagai bentuk respons atas meningkatnya kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) yang sebelumnya tercatat sebanyak 9.074 perkara pada Agustus 2026, kini naik menjadi 10.012 kasus pada September 2026.
Ia menilai Dinkes Kukar perlu melakukan upaya pencegahan secara aktif melalui sosialisasi mengenai pola hidup sehat dan perlindungan diri dari paparan udara yang kurang baik dengan melibatkan seluruh Puskesmas.
“Kita minta Dinkes turun tangan, termasuk melakukan sosialisasi dan pencegahan serta memberikan masker kepada masyarakat,” ujar Yani, Jumat (2/10/2026).
Yani mengimbau masyarakat untuk lebih membatasi aktivitas di luar ruangan dan selalu mengenakan masker, mengingat kualitas udara saat ini sedang kurang baik.
Imbauan itu bertujuan agar masyarakat terhindar dari paparan asap yang dapat meningkatkan risiko terjangkit ISPA.
“Kita harap masyarakat untuk saat ini lebih banyak berkegiatan di dalam rumah, di dalam ruangan, tidak di luar ruangan,” terangnya.
Selain menggunakan masker dan membatasi aktivitas di luar ruangan, masyarakat juga diminta tetap menjaga kesehatan dengan berolahraga serta mengonsumsi makanan bergizi.
Menurutnya, masyarakat juga perlu memperhatikan kondisi kesehatan masing-masing.
Yani menganjurkan masyarakat untuk melakukan pemeriksaan ke fasilitas kesehatan apabila mulai mengalami gejala gangguan kesehatan agar dapat segera ditangani lebih cepat.
“Ketika muncul gejala, segera memeriksakan diri ke dokter dan jangan dibiarkan sampai kondisi kesehatan semakin terganggu,” sarannya.
Ia juga berharap kondisi cuaca yang saat ini mulai turun hujan dapat membantu memperbaiki kualitas udara dan berdampak terhadap penurunan kasus gangguan kesehatan yang berkaitan dengan kondisi tersebut.
“Kalau sekarang sudah mulai hujan, saya rasa itu sudah mudah-mudahan nanti grafiknya bisa menurun,” tandasnya. (Adv)
(Sf/Rs)
Cari disini...
DPRD Kabupaten Kutai Kartanegara

Ketua DPRD Kukar, Ahmad Yani (Foto: Agus Saputra/seputarfakta.com)
Tenggarong – Ketua DPRD Kutai Kartanegara (Kukar), Ahmad Yani mendorong Dinas Kesehatan (Dinkes) Kukar memperkuat upaya pencegahan gangguan kesehatan masyarakat di tengah kondisi kabut asap yang dipengaruhi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta perubahan cuaca.
Dorongan tersebut disampaikan sebagai bentuk respons atas meningkatnya kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) yang sebelumnya tercatat sebanyak 9.074 perkara pada Agustus 2026, kini naik menjadi 10.012 kasus pada September 2026.
Ia menilai Dinkes Kukar perlu melakukan upaya pencegahan secara aktif melalui sosialisasi mengenai pola hidup sehat dan perlindungan diri dari paparan udara yang kurang baik dengan melibatkan seluruh Puskesmas.
“Kita minta Dinkes turun tangan, termasuk melakukan sosialisasi dan pencegahan serta memberikan masker kepada masyarakat,” ujar Yani, Jumat (2/10/2026).
Yani mengimbau masyarakat untuk lebih membatasi aktivitas di luar ruangan dan selalu mengenakan masker, mengingat kualitas udara saat ini sedang kurang baik.
Imbauan itu bertujuan agar masyarakat terhindar dari paparan asap yang dapat meningkatkan risiko terjangkit ISPA.
“Kita harap masyarakat untuk saat ini lebih banyak berkegiatan di dalam rumah, di dalam ruangan, tidak di luar ruangan,” terangnya.
Selain menggunakan masker dan membatasi aktivitas di luar ruangan, masyarakat juga diminta tetap menjaga kesehatan dengan berolahraga serta mengonsumsi makanan bergizi.
Menurutnya, masyarakat juga perlu memperhatikan kondisi kesehatan masing-masing.
Yani menganjurkan masyarakat untuk melakukan pemeriksaan ke fasilitas kesehatan apabila mulai mengalami gejala gangguan kesehatan agar dapat segera ditangani lebih cepat.
“Ketika muncul gejala, segera memeriksakan diri ke dokter dan jangan dibiarkan sampai kondisi kesehatan semakin terganggu,” sarannya.
Ia juga berharap kondisi cuaca yang saat ini mulai turun hujan dapat membantu memperbaiki kualitas udara dan berdampak terhadap penurunan kasus gangguan kesehatan yang berkaitan dengan kondisi tersebut.
“Kalau sekarang sudah mulai hujan, saya rasa itu sudah mudah-mudahan nanti grafiknya bisa menurun,” tandasnya. (Adv)
(Sf/Rs)