Cari disini...
DPRD Kabupaten Kutai Kartanegara
Rapat Koordinasi di Kecamatan Muara Muntai terkait pencegahan DBD. (Foto: Humas DPRD Kukar).
Tenggarong - Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) meningkat drastis di Kecamatan Muara Muntai, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) pada awal Agustus 2024 ini.
Pemerintah Kecamatan Muara Muntai pun telah melakukan Rapat Koordinasi yang dihadiri oleh Ketua Komisi II DPRD Kukar, Sopan Sopian untuk membahas kasus ini.
Sopan Sopian mengatakan rapat koordinasi Pemkab Kukar dan semua kalangan ini untuk mencarikan solusi guna mengatasi DBD yang disebabkan virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti.
"Kasus DBD ini meningkat terus selama musim hujan. Data yang disampaikan kepala Puskesmas, dari Januari sampai Agustus ada 106 orang dan satu orang meninggal dunia akibat DBD," kata Sopan Sopian, Senin (5/8/2024).
Salah satu penyebab timbulnya nyamuk DBD tersebut adalah lingkungan yang tak bersih. Sebab banyak masyarakat membuang sampah seperti ban bekas, gelas es yg berisi air yang kemudian menimbulkan jentik-jentik nyamuk dan berkembang biak.
"Upaya pencegahan kita lakukan mulai besok. Pemerintah kecamatan, kepala desa dan stakeholder bekerjasama dengan masyarakat di setiap RT melakukan gotong royong membersihkan lingkungannya masing-masing," terangnya.
Sampah yang dikumpulkan kemudian akan ditimbun, dilanjutkan dengan menguras bak penampungan air dan menaburkan abate.
"Kita berharap dengan dilakukannya pencegahan ini dapat menghilangkan nyamuk itu, air itu memang tempatnya, apalagi kalau tidak bersih," harapnya. (adv)
(Sf/By)
Cari disini...
DPRD Kabupaten Kutai Kartanegara

Rapat Koordinasi di Kecamatan Muara Muntai terkait pencegahan DBD. (Foto: Humas DPRD Kukar).
Tenggarong - Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) meningkat drastis di Kecamatan Muara Muntai, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) pada awal Agustus 2024 ini.
Pemerintah Kecamatan Muara Muntai pun telah melakukan Rapat Koordinasi yang dihadiri oleh Ketua Komisi II DPRD Kukar, Sopan Sopian untuk membahas kasus ini.
Sopan Sopian mengatakan rapat koordinasi Pemkab Kukar dan semua kalangan ini untuk mencarikan solusi guna mengatasi DBD yang disebabkan virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti.
"Kasus DBD ini meningkat terus selama musim hujan. Data yang disampaikan kepala Puskesmas, dari Januari sampai Agustus ada 106 orang dan satu orang meninggal dunia akibat DBD," kata Sopan Sopian, Senin (5/8/2024).
Salah satu penyebab timbulnya nyamuk DBD tersebut adalah lingkungan yang tak bersih. Sebab banyak masyarakat membuang sampah seperti ban bekas, gelas es yg berisi air yang kemudian menimbulkan jentik-jentik nyamuk dan berkembang biak.
"Upaya pencegahan kita lakukan mulai besok. Pemerintah kecamatan, kepala desa dan stakeholder bekerjasama dengan masyarakat di setiap RT melakukan gotong royong membersihkan lingkungannya masing-masing," terangnya.
Sampah yang dikumpulkan kemudian akan ditimbun, dilanjutkan dengan menguras bak penampungan air dan menaburkan abate.
"Kita berharap dengan dilakukannya pencegahan ini dapat menghilangkan nyamuk itu, air itu memang tempatnya, apalagi kalau tidak bersih," harapnya. (adv)
(Sf/By)