DPRD Kabupaten Kutai Kartanegara

    Fraksi PAN DPRD Kukar Ingin Hilirisasi Hasil Pertanian dan Perikanan Terus Dikembangkan

    Redaktur:Maruly Z
    04 Oktober 2025 pukul 19:15 WITA

    Anggota DPRD Kukar dari Fraksi PAN, Syarifuddin (Foto: Aswin/pusaranmedia.com)

    Tenggarong - Anggota Fraksi PAN DPRD Kukar, Syarifuddin mengatakan pihaknya mengapresiasi visi besar Kukar Idaman Terbaik yang menekankan fondasi pembangunan pada sektor pangan, pariwisata dan industri hijau.

    “Fraksi PAN mengapresiasi visi besar Kukar Idaman Terbaik yang bertujuan mewujudkan fondasi pusat pangan, pariwisata, dan industri hijau yang maju serta berdaya saing,” ungkap Syarifuddin.

    Namun, Fraksi PAN juga menilai masih ada tantangan besar yang harus dijawab, salah satunya adalah ketergantungan daerah terhadap sektor pertambangan.

    “Kami menekankan perlunya transformasi ekonomi yang lebih jelas, terutama melalui modernisasi sektor pertanian, perikanan dan peternakan,” lanjutnya.

    Ia menilai pentingnya mengembangkan hilirisasi hasil pertanian dan perikanan agar memiliki nilai tambah bagi masyarakat, sekaligus mendorong pariwisata berbasis budaya lokal dan penerapan industri hijau berbasis energi terbarukan yang tidak hanya menjadi slogan.

    Fraksi PAN juga menyoroti masih adanya kesenjangan pembangunan antarwilayah di Kukar, terutama di kawasan pesisir, kepulauan dan pedalaman.

    “Ke depan, kami berharap hal ini menjadi perhatian bersama. RPJMD harus menjadi instrumen nyata untuk mendorong pemerataan pembangunan dan mengurangi kesenjangan melalui distribusi program dan anggaran yang adil,” tegas Syarifuddin.

    Kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN) membuka peluang besar bagi masyarakat Kukar, tapi juga menuntut kesiapan sumber daya manusia lokal.

    Fraksi PAN mendorong pemerintah daerah untuk memperkuat pendidikan dan pelatihan berbasis teknologi hingga ke pelosok daerah, agar tenaga kerja lokal dapat bersaing.

    Selain itu, pendidikan karakter berbasis kearifan lokal dan nilai keagamaan juga perlu diperkuat agar generasi muda tetap memiliki jati diri.

    Program sosial seperti makan gratis bagi balita dan lansia mendapat apresiasi dari Fraksi PAN.

    Namun, kata dia, Fraksi PAN menekankan perlunya pemerataan tenaga medis di wilayah terpencil, peningkatan layanan puskesmas dan rumah sakit daerah, serta perluasan jaminan sosial agar masyarakat miskin benar-benar terlindungi.

    Sebagai daerah kaya sumber daya alam, Kukar juga diingatkan untuk tidak abai terhadap isu lingkungan. Fraksi PAN menegaskan agar RPJMD 2025–2029 memuat langkah nyata dalam rehabilitasi lahan bekas tambang, pengelolaan hutan dan pesisir secara berkelanjutan, serta investasi energi bersih yang melibatkan peran aktif. (Adv)

    (Sf/Mr)

    DPRD Kabupaten Kutai Kartanegara

    Fraksi PAN DPRD Kukar Ingin Hilirisasi Hasil Pertanian dan Perikanan Terus Dikembangkan

    Redaktur:Maruly Z
    04 Oktober 2025 pukul 19:15 WITA

    Anggota DPRD Kukar dari Fraksi PAN, Syarifuddin (Foto: Aswin/pusaranmedia.com)

    Tenggarong - Anggota Fraksi PAN DPRD Kukar, Syarifuddin mengatakan pihaknya mengapresiasi visi besar Kukar Idaman Terbaik yang menekankan fondasi pembangunan pada sektor pangan, pariwisata dan industri hijau.

    “Fraksi PAN mengapresiasi visi besar Kukar Idaman Terbaik yang bertujuan mewujudkan fondasi pusat pangan, pariwisata, dan industri hijau yang maju serta berdaya saing,” ungkap Syarifuddin.

    Namun, Fraksi PAN juga menilai masih ada tantangan besar yang harus dijawab, salah satunya adalah ketergantungan daerah terhadap sektor pertambangan.

    “Kami menekankan perlunya transformasi ekonomi yang lebih jelas, terutama melalui modernisasi sektor pertanian, perikanan dan peternakan,” lanjutnya.

    Ia menilai pentingnya mengembangkan hilirisasi hasil pertanian dan perikanan agar memiliki nilai tambah bagi masyarakat, sekaligus mendorong pariwisata berbasis budaya lokal dan penerapan industri hijau berbasis energi terbarukan yang tidak hanya menjadi slogan.

    Fraksi PAN juga menyoroti masih adanya kesenjangan pembangunan antarwilayah di Kukar, terutama di kawasan pesisir, kepulauan dan pedalaman.

    “Ke depan, kami berharap hal ini menjadi perhatian bersama. RPJMD harus menjadi instrumen nyata untuk mendorong pemerataan pembangunan dan mengurangi kesenjangan melalui distribusi program dan anggaran yang adil,” tegas Syarifuddin.

    Kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN) membuka peluang besar bagi masyarakat Kukar, tapi juga menuntut kesiapan sumber daya manusia lokal.

    Fraksi PAN mendorong pemerintah daerah untuk memperkuat pendidikan dan pelatihan berbasis teknologi hingga ke pelosok daerah, agar tenaga kerja lokal dapat bersaing.

    Selain itu, pendidikan karakter berbasis kearifan lokal dan nilai keagamaan juga perlu diperkuat agar generasi muda tetap memiliki jati diri.

    Program sosial seperti makan gratis bagi balita dan lansia mendapat apresiasi dari Fraksi PAN.

    Namun, kata dia, Fraksi PAN menekankan perlunya pemerataan tenaga medis di wilayah terpencil, peningkatan layanan puskesmas dan rumah sakit daerah, serta perluasan jaminan sosial agar masyarakat miskin benar-benar terlindungi.

    Sebagai daerah kaya sumber daya alam, Kukar juga diingatkan untuk tidak abai terhadap isu lingkungan. Fraksi PAN menegaskan agar RPJMD 2025–2029 memuat langkah nyata dalam rehabilitasi lahan bekas tambang, pengelolaan hutan dan pesisir secara berkelanjutan, serta investasi energi bersih yang melibatkan peran aktif. (Adv)

    (Sf/Mr)