Cari disini...
DPRD Kabupaten Kutai Kartanegara
Ketua DPRD Kukar, Ahmad Yani. (Foto: M.anshori/Seputarfakta.com)
Tenggarong - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutai Kartanegara (Kukar) tengah menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025-2030.
Proses penyusunan RPJMD ini telah memasuki tahap krusial dan ditargetkan rampung pada November 2025.
"Saat ini kita bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar sedang membahas penyusunannya melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus)," kata Ketua DPRD Kukar, Ahmad Yani, Rabu (15/10/2025).
Ia menjelaskan RPJMD ini akan difokuskan kepada masyarakat dan menjawab tantangan pembangunan, salah satunya wilayah Kukar yang masuk kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Ada beberapa kecamatan di Kukar, seperti Loa Janan, Loa Kulu, Samboja dan Sangasanga yang sudah termasuk dalam wilayah IKN, tapi belum ditanggung oleh Otorita IKN, inilah yang perlu menjadi perhatian pemerintah.
Ia menilai empat wilayah tersebut akan berperan sebagai penghasil ekonomi yang besar bagi Kukar, oleh sebab itu harus mendapatkan perhatian lebih melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
“ini tugas kita bersama, jadi pemerintah harus mengakomodirnya dalam RPJMD lima tahun ke depan,” ujarnya.
Ia berharap penyusunan RPJMD ini tidak hanya sekadar dokumen perencanaan saja, tetapi juga benar-benar membawa dampak manfaat bagi masyarakat.
“Kita ingin Kukar bisa merasakan pembangunan yang merata dan sejahtera, itu tujuannya,” tutupnya. (Adv)
(Sf/Lo)
Cari disini...
DPRD Kabupaten Kutai Kartanegara

Ketua DPRD Kukar, Ahmad Yani. (Foto: M.anshori/Seputarfakta.com)
Tenggarong - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutai Kartanegara (Kukar) tengah menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025-2030.
Proses penyusunan RPJMD ini telah memasuki tahap krusial dan ditargetkan rampung pada November 2025.
"Saat ini kita bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar sedang membahas penyusunannya melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus)," kata Ketua DPRD Kukar, Ahmad Yani, Rabu (15/10/2025).
Ia menjelaskan RPJMD ini akan difokuskan kepada masyarakat dan menjawab tantangan pembangunan, salah satunya wilayah Kukar yang masuk kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Ada beberapa kecamatan di Kukar, seperti Loa Janan, Loa Kulu, Samboja dan Sangasanga yang sudah termasuk dalam wilayah IKN, tapi belum ditanggung oleh Otorita IKN, inilah yang perlu menjadi perhatian pemerintah.
Ia menilai empat wilayah tersebut akan berperan sebagai penghasil ekonomi yang besar bagi Kukar, oleh sebab itu harus mendapatkan perhatian lebih melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
“ini tugas kita bersama, jadi pemerintah harus mengakomodirnya dalam RPJMD lima tahun ke depan,” ujarnya.
Ia berharap penyusunan RPJMD ini tidak hanya sekadar dokumen perencanaan saja, tetapi juga benar-benar membawa dampak manfaat bagi masyarakat.
“Kita ingin Kukar bisa merasakan pembangunan yang merata dan sejahtera, itu tujuannya,” tutupnya. (Adv)
(Sf/Lo)