DPRD Kabupaten Kutai Kartanegara
Potret salah satu pelaku UMKM saat berniaga di depan Kedaton Kutai Kartanegara Ing Martapura (Foto: Agus Saputra/seputarfakta.com)
Tenggarong - Pemadaman listrik yang terjadi berulang kali di sejumlah wilayah Kutai Kartanegara (Kukar) membuat aktivitas sejumlah pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) terganggu.
Kondisi ini bahkan menyebabkan sebagian usaha harus berhenti beroperasi sementara, sehingga para pelaku UMKM mengeluh karena kehilangan pendapatan.
Anggota Komisi IV DPRD Kukar, Akbar Haka mengatakan dampak pemadaman listrik turut dirasakan pelaku usaha yang mengandalkan listrik untuk menjalankan kegiatan sehari-hari.
Kata dia, sejumlah usaha tidak bisa memberikan pelayanan kepada pelanggan saat listrik mengalami pemadaman.
"Bukan hanya alat elektronik yang rusak. Ketika pemadaman listrik terjadi, otomatis mereka tidak bisa melakukan pekerjaan mereka. Tidak ada income yang masuk, karena apa harus di stop," ujar Akbar, Kamis (5/11/2026).
Ia menilai penggunaan genset maupun panel surya belum bisa menjadi jalan keluar bagi seluruh pelaku UMKM.
Sebab, penyediaan sumber listrik alternatif membutuhkan biaya tambahan yang harus ditanggung masing-masing pemilik usaha.
Akbar menegaskan pelaku usaha tidak seharusnya terus dibebani biaya tambahan untuk mengatasi gangguan pasokan listrik.
Apalagi mengingat, mereka juga merupakan pelanggan yang rutin membayar tagihan listrik.
“Persoalan pemadaman listrik yang dilakukan secara bergiliran ini harus ada solusi yang jelas dari pihak terkait. Jangan sampai masyarakat, khususnya pelaku UMKM, terus menanggung kerugian akibat pemadaman ini karena mereka juga berhak mendapatkan pelayanan listrik yang baik,” tandasnya. (Adv)
(Sf/Rs)
Cari disini...
DPRD Kabupaten Kutai Kartanegara

Potret salah satu pelaku UMKM saat berniaga di depan Kedaton Kutai Kartanegara Ing Martapura (Foto: Agus Saputra/seputarfakta.com)
Tenggarong - Pemadaman listrik yang terjadi berulang kali di sejumlah wilayah Kutai Kartanegara (Kukar) membuat aktivitas sejumlah pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) terganggu.
Kondisi ini bahkan menyebabkan sebagian usaha harus berhenti beroperasi sementara, sehingga para pelaku UMKM mengeluh karena kehilangan pendapatan.
Anggota Komisi IV DPRD Kukar, Akbar Haka mengatakan dampak pemadaman listrik turut dirasakan pelaku usaha yang mengandalkan listrik untuk menjalankan kegiatan sehari-hari.
Kata dia, sejumlah usaha tidak bisa memberikan pelayanan kepada pelanggan saat listrik mengalami pemadaman.
"Bukan hanya alat elektronik yang rusak. Ketika pemadaman listrik terjadi, otomatis mereka tidak bisa melakukan pekerjaan mereka. Tidak ada income yang masuk, karena apa harus di stop," ujar Akbar, Kamis (5/11/2026).
Ia menilai penggunaan genset maupun panel surya belum bisa menjadi jalan keluar bagi seluruh pelaku UMKM.
Sebab, penyediaan sumber listrik alternatif membutuhkan biaya tambahan yang harus ditanggung masing-masing pemilik usaha.
Akbar menegaskan pelaku usaha tidak seharusnya terus dibebani biaya tambahan untuk mengatasi gangguan pasokan listrik.
Apalagi mengingat, mereka juga merupakan pelanggan yang rutin membayar tagihan listrik.
“Persoalan pemadaman listrik yang dilakukan secara bergiliran ini harus ada solusi yang jelas dari pihak terkait. Jangan sampai masyarakat, khususnya pelaku UMKM, terus menanggung kerugian akibat pemadaman ini karena mereka juga berhak mendapatkan pelayanan listrik yang baik,” tandasnya. (Adv)
(Sf/Rs)