DPRD Kabupaten Kutai Kartanegara

    DPRD Kukar Komitmen Kawal Pembangunan Irigasi di Rapak Rabau Hingga Terealisasi

    Penulis:Muhammad Anshori|Redaktur:Rusdianto
    02 November 2025 pukul 12:38 WITA

    Lahan Pertanian yang berada di Rapak Rabau, Kecamatan Tenggarong. (Foto: M.anshori/Seputarfakta.com)

    Tenggarong - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutai Kartanegara (Kukar), Fatlon Nisa berkomitmen akan terus mengawal pembangunan jaringan irigasi pertanian yang terbengkalai di wilayah Rapak Rabau, Kecamatan Tenggarong.

    Ia menyebut, Rapak Rabau mempunyai lahan yang sangat luas dan selama ini lokasi tersebut belum dimanfaatkan secara optimal karena keterbatasan pada sistem irigasi.

    "Jadi lokasi itu sistem irigasinya belum bagus dan tidak pernah tersentuh oleh perbaikan," kata Fatlon, Minggu (2/11/2025).

    Pengawalan dari DPRD terhadap pembangunan ini sangat penting agar semua anggaran yang keluarkan Pemkab Kukar nantinya dapat digunakan dengan tepat terhadap lahan pertanian.

    "DPRD tegas akan mengawal anggarannya supaya pembangunan irigasi ini selesai di 2026," ujarnya.

    Kata dia, Pemkab Kukar akan mengeluarkan anggaran sekitar Rp8 hingga Rp10 miliar untuk meningkatkan produktivitas pertanian lokal. Anggaran tersebut digunakan untuk perbaikan jaringan irigasi primer dan sekunder hingga jalan usaha tani.

    "Keluhan para petani ini sudah di dengar oleh Bupati. Kami di legislatif tegaskan akan terus mengawal agar janji itu benar-benar terealisasi," tegasnya.

    Ia meyakini bahwa dengan aliran air yang lancar, hasil pertanian akan meningkat dan produktivitas lahan dapat dimaksimalkan.

    Diketahui, Di tengah semangat untuk meningkatkan produktivitas pertanian, beberapa kelompok tani di wilayah tersebut telah menunjukkan komitmennya. Mereka telah mulai menggarap lahan-lahan pertanian yang lama ditinggalkan, dengan harapan agar lahan-lahan tersebut dapat kembali produktif dan memberikan hasil yang maksimal. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya untuk mengantisipasi perbaikan aliran irigasi yang akan dilakukan. Dengan menggarap lahan-lahan ini lebih awal, diharapkan ketika aliran irigasi sudah berfungsi dengan baik, tanaman yang mereka tanam dapat tumbuh subur dan memberikan hasil yang melimpah. (Adv)

    (Sf/Rs)

    DPRD Kabupaten Kutai Kartanegara

    DPRD Kukar Komitmen Kawal Pembangunan Irigasi di Rapak Rabau Hingga Terealisasi

    Penulis:Muhammad Anshori|Redaktur:Rusdianto
    02 November 2025 pukul 12:38 WITA

    Lahan Pertanian yang berada di Rapak Rabau, Kecamatan Tenggarong. (Foto: M.anshori/Seputarfakta.com)

    Tenggarong - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutai Kartanegara (Kukar), Fatlon Nisa berkomitmen akan terus mengawal pembangunan jaringan irigasi pertanian yang terbengkalai di wilayah Rapak Rabau, Kecamatan Tenggarong.

    Ia menyebut, Rapak Rabau mempunyai lahan yang sangat luas dan selama ini lokasi tersebut belum dimanfaatkan secara optimal karena keterbatasan pada sistem irigasi.

    "Jadi lokasi itu sistem irigasinya belum bagus dan tidak pernah tersentuh oleh perbaikan," kata Fatlon, Minggu (2/11/2025).

    Pengawalan dari DPRD terhadap pembangunan ini sangat penting agar semua anggaran yang keluarkan Pemkab Kukar nantinya dapat digunakan dengan tepat terhadap lahan pertanian.

    "DPRD tegas akan mengawal anggarannya supaya pembangunan irigasi ini selesai di 2026," ujarnya.

    Kata dia, Pemkab Kukar akan mengeluarkan anggaran sekitar Rp8 hingga Rp10 miliar untuk meningkatkan produktivitas pertanian lokal. Anggaran tersebut digunakan untuk perbaikan jaringan irigasi primer dan sekunder hingga jalan usaha tani.

    "Keluhan para petani ini sudah di dengar oleh Bupati. Kami di legislatif tegaskan akan terus mengawal agar janji itu benar-benar terealisasi," tegasnya.

    Ia meyakini bahwa dengan aliran air yang lancar, hasil pertanian akan meningkat dan produktivitas lahan dapat dimaksimalkan.

    Diketahui, Di tengah semangat untuk meningkatkan produktivitas pertanian, beberapa kelompok tani di wilayah tersebut telah menunjukkan komitmennya. Mereka telah mulai menggarap lahan-lahan pertanian yang lama ditinggalkan, dengan harapan agar lahan-lahan tersebut dapat kembali produktif dan memberikan hasil yang maksimal. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya untuk mengantisipasi perbaikan aliran irigasi yang akan dilakukan. Dengan menggarap lahan-lahan ini lebih awal, diharapkan ketika aliran irigasi sudah berfungsi dengan baik, tanaman yang mereka tanam dapat tumbuh subur dan memberikan hasil yang melimpah. (Adv)

    (Sf/Rs)