DPRD Kabupaten Kutai Kartanegara

    DPRD Kukar Desak PT Insani dan ABK Bertanggung Jawab atas Dampak Tambang di Purwajaya

    Penulis:Muhammad Anshori|Redaktur:Lodya A
    27 Agustus 2025 pukul 13:10 WITA

    Ketua Komisi III DPRD Kutai Kartanegara (Kukar) Farida. (Foto:M.anshori/Seputarfakta.com)

    Tenggarong - Ketua Komisi DPRD Kutai Kartanegara (Kukar), Farida mendesak PT Insani dan PT Anugerah Bara Kaltim (ABK) memberikan perhatian kepada warga yang terdampak akibat aktivitas pertambangan di Desa Purwajaya. 

    “Perusahaan itu di mana dia beroperasi, mereka harus ikut campur dan turun tangan kalau ada kerusakan dan keluhan dari warga,” kata Farida, Rabu (27/8/2025).

    Kata dia, warga meminta ada kompensasi yang lebih layak, sebab kerugian dari aktivitas itu banyak merugikan masyarakat. Farida menekankan DPRD Kukar berkomitmen mencarikan jalan tengah yang adil bagi kedua pihak.

    Dirinya mendorong kasus ini agar dapat diselesaikan secara kekeluargaan dan adil, perusahaan dituntut untuk bertanggung jawab atas kerugian yang dialami warga.

    "Kita tau perusahaan ini sering membantu masyarakat, seperti memberikan sembako dan lainnya, kita apresiasi, tapi setidaknya perusahaan mempunyai iba kepada warga Purwajaya, sehingga bisa diberikan tali asih sesuai kesepakatan antara masyarakat dan pihak perusahaan,” jelasnya.

    Farida berharap pihak perusahaan tetap konsisten menunjukkan kepedulian. “Kita ingin perusahaan harus selalu ikut ambil bagian dalam musibah yang terjadi di Desa Purwajaya ini,” tutupnya. (Adv)

    (Sf/Lo)

    DPRD Kabupaten Kutai Kartanegara

    DPRD Kukar Desak PT Insani dan ABK Bertanggung Jawab atas Dampak Tambang di Purwajaya

    Penulis:Muhammad Anshori|Redaktur:Lodya A
    27 Agustus 2025 pukul 13:10 WITA

    Ketua Komisi III DPRD Kutai Kartanegara (Kukar) Farida. (Foto:M.anshori/Seputarfakta.com)

    Tenggarong - Ketua Komisi DPRD Kutai Kartanegara (Kukar), Farida mendesak PT Insani dan PT Anugerah Bara Kaltim (ABK) memberikan perhatian kepada warga yang terdampak akibat aktivitas pertambangan di Desa Purwajaya. 

    “Perusahaan itu di mana dia beroperasi, mereka harus ikut campur dan turun tangan kalau ada kerusakan dan keluhan dari warga,” kata Farida, Rabu (27/8/2025).

    Kata dia, warga meminta ada kompensasi yang lebih layak, sebab kerugian dari aktivitas itu banyak merugikan masyarakat. Farida menekankan DPRD Kukar berkomitmen mencarikan jalan tengah yang adil bagi kedua pihak.

    Dirinya mendorong kasus ini agar dapat diselesaikan secara kekeluargaan dan adil, perusahaan dituntut untuk bertanggung jawab atas kerugian yang dialami warga.

    "Kita tau perusahaan ini sering membantu masyarakat, seperti memberikan sembako dan lainnya, kita apresiasi, tapi setidaknya perusahaan mempunyai iba kepada warga Purwajaya, sehingga bisa diberikan tali asih sesuai kesepakatan antara masyarakat dan pihak perusahaan,” jelasnya.

    Farida berharap pihak perusahaan tetap konsisten menunjukkan kepedulian. “Kita ingin perusahaan harus selalu ikut ambil bagian dalam musibah yang terjadi di Desa Purwajaya ini,” tutupnya. (Adv)

    (Sf/Lo)