Cari disini...
DPRD Kabupaten Kutai Kartanegara
Ketua DPRD Kukar, Ahmad Yani (Foto: Agus Saputra/seputarfakta.com)
Tenggarong - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutai Kartanegara (Kukar) mencatat sebanyak 25.520 kunjungan pasien yang teridentifikasi menderita diabetes di seluruh puskesmas selama periode Januari-September 2026.
Tingginya kasus diabetes tersebut menuai perhatian dari Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kukar, Ahmad Yani.
Ia menilai upaya pencegahan perlu diperkuat melalui penerapan pola hidup sehat, terutama dengan meningkatkan aktivitas fisik dan menjaga berat badan.
Apalagi mengingat, obesitas menjadi salah satu faktor risiko diabetes yang perlu diwaspadai masyarakat, sehingga masyarakat diimbau agar tidak menjalani pola hidup pasif dan lebih rutin melakukan aktivitas fisik maupun olahraga.
“Obesitas itu juga pemicu diabetes. Oleh karena itu, saya harap masyarakat kita selalu bergerak, berolahraga dan jangan diam. Harus beraktivitas supaya bisa menghindari penyakit,” ujar Yani, Minggu (11/10/2026).
Menurutnya, kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan perlu dibangun melalui kebiasaan sehari-hari.
Selain rutin berolahraga, masyarakat juga perlu memperhatikan pola makan dan menjaga keseimbangan aktivitas agar risiko penyakit tidak menular dapat ditekan.
Yani juga mendorong Dinkes Kukar untuk menyusun program pencegahan yang tepat sasaran.
Program tersebut diharapkan tidak hanya berfokus pada penanganan pasien, tapi juga menyasar upaya promotif dan preventif guna menekan risiko diabetes dan penyakit lain yang berkaitan dengan obesitas.
Ia meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) mengoptimalkan peran fasilitas pelayanan kesehatan, mulai dari puskesmas hingga rumah sakit sebagai sarana edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat.
“Jadi, kita minta kepada Dinkes supaya betul-betul bisa meramu program yang bisa menyehatkan seluruh masyarakat. Termasuk melalui Puskesmas, rumah sakit, kemudian tempat-tempat yang memang penting untuk dilakukan sosialisasi,” tegasnya.
Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mendukung upaya pencegahan tersebut, mulai dari pemerintah desa, kecamatan, kabupaten, serta instansi terkait diharapkan dapat terlibat aktif dalam mendorong masyarakat menerapkan pola hidup sehat.
Melalui sinergi tersebut, kesadaran masyarakat terkait pentingnya menjaga kesehatan diharapkan semakin meningkat, sehingga risiko diabetes dan penyakit tidak menular lainnya di Kukar dapat ditekan. (Adv)
(Sf/Rs)
Cari disini...
DPRD Kabupaten Kutai Kartanegara

Ketua DPRD Kukar, Ahmad Yani (Foto: Agus Saputra/seputarfakta.com)
Tenggarong - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutai Kartanegara (Kukar) mencatat sebanyak 25.520 kunjungan pasien yang teridentifikasi menderita diabetes di seluruh puskesmas selama periode Januari-September 2026.
Tingginya kasus diabetes tersebut menuai perhatian dari Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kukar, Ahmad Yani.
Ia menilai upaya pencegahan perlu diperkuat melalui penerapan pola hidup sehat, terutama dengan meningkatkan aktivitas fisik dan menjaga berat badan.
Apalagi mengingat, obesitas menjadi salah satu faktor risiko diabetes yang perlu diwaspadai masyarakat, sehingga masyarakat diimbau agar tidak menjalani pola hidup pasif dan lebih rutin melakukan aktivitas fisik maupun olahraga.
“Obesitas itu juga pemicu diabetes. Oleh karena itu, saya harap masyarakat kita selalu bergerak, berolahraga dan jangan diam. Harus beraktivitas supaya bisa menghindari penyakit,” ujar Yani, Minggu (11/10/2026).
Menurutnya, kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan perlu dibangun melalui kebiasaan sehari-hari.
Selain rutin berolahraga, masyarakat juga perlu memperhatikan pola makan dan menjaga keseimbangan aktivitas agar risiko penyakit tidak menular dapat ditekan.
Yani juga mendorong Dinkes Kukar untuk menyusun program pencegahan yang tepat sasaran.
Program tersebut diharapkan tidak hanya berfokus pada penanganan pasien, tapi juga menyasar upaya promotif dan preventif guna menekan risiko diabetes dan penyakit lain yang berkaitan dengan obesitas.
Ia meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) mengoptimalkan peran fasilitas pelayanan kesehatan, mulai dari puskesmas hingga rumah sakit sebagai sarana edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat.
“Jadi, kita minta kepada Dinkes supaya betul-betul bisa meramu program yang bisa menyehatkan seluruh masyarakat. Termasuk melalui Puskesmas, rumah sakit, kemudian tempat-tempat yang memang penting untuk dilakukan sosialisasi,” tegasnya.
Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mendukung upaya pencegahan tersebut, mulai dari pemerintah desa, kecamatan, kabupaten, serta instansi terkait diharapkan dapat terlibat aktif dalam mendorong masyarakat menerapkan pola hidup sehat.
Melalui sinergi tersebut, kesadaran masyarakat terkait pentingnya menjaga kesehatan diharapkan semakin meningkat, sehingga risiko diabetes dan penyakit tidak menular lainnya di Kukar dapat ditekan. (Adv)
(Sf/Rs)