Cari disini...
Seputarfakta.com - Muhammad Anshori -
DPRD Kabupaten Kutai Kartanegara
Anggota Komisi IV Dewan Perwakioan Rakyat Daerah (DPRD), Kutai Kartanegara (Kukar), Ahmad Akbar Haka Saputra. (Foto:M.anshori/Seputarfakta.com)
Tenggarong - Anggota Komisi IV DPRD Kutai Kartanegara (Kukar), Ahmad Akbar Haka Saputra menekankan agar program stimulus pemerintah sejumlah Rp100 juta untuk pelaku Ekonomi Kreatif (Ekraf) dapat berjalan efektif.
Akbar mengatakan kejelasan terkait mekanisme penyaluran dana tersebut sangat penting, mengingat sektor ekraf di Kukar mencakup 17 sub sektor yang berbeda. Penyaluran yang tidak tepat sasaran pasti akan sia-sia.
“Kami ingin tahu proses seleksinya nanti seperti apa, berapa besar porsi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang digunakan, sehingga dana yang diberikan sesuai kebutuhan,” katanya, Kamis (28/8/2025).
Ia menilai pengawalan ketat, mulai dari tahap penentuan penerima, pelaksanaan, hingga evaluasi sangat penting. Dirinya mengusulkan sebagian anggaran dialihkan agar para pelaku ekraf dapat mengambil pelatihan profesi, mereka nantinya tidak hanya mendapatkan modal usaha, tetapi juga peningkatan kompetensi.
“Kalau mereka sudah sertifikasi, pasti siap bersaing dan mengembangkan usahanya, karena sebelumnya sudah dapat pelatihan,” ujarnya.
Terkait transparansi spesifikasi profesi ini penting, metode seleksi dan mekanisme pengawasan menjadi kunci keberhasilan penyaluran program tersebut agar dapat bermanfaat dan tepat sasaran.
“Jangan sampai dana yang keluar itu sia-sia. Program ini harus kita kawal supaya manfaatnya dirasakan langsung oleh mereka yang menerimanya,” tegas Akbar. (Adv)
(Sf/Lo)
Tim Editorial
Cari disini...
Seputarfakta.com - Muhammad Anshori -
DPRD Kabupaten Kutai Kartanegara

Anggota Komisi IV Dewan Perwakioan Rakyat Daerah (DPRD), Kutai Kartanegara (Kukar), Ahmad Akbar Haka Saputra. (Foto:M.anshori/Seputarfakta.com)
Tenggarong - Anggota Komisi IV DPRD Kutai Kartanegara (Kukar), Ahmad Akbar Haka Saputra menekankan agar program stimulus pemerintah sejumlah Rp100 juta untuk pelaku Ekonomi Kreatif (Ekraf) dapat berjalan efektif.
Akbar mengatakan kejelasan terkait mekanisme penyaluran dana tersebut sangat penting, mengingat sektor ekraf di Kukar mencakup 17 sub sektor yang berbeda. Penyaluran yang tidak tepat sasaran pasti akan sia-sia.
“Kami ingin tahu proses seleksinya nanti seperti apa, berapa besar porsi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang digunakan, sehingga dana yang diberikan sesuai kebutuhan,” katanya, Kamis (28/8/2025).
Ia menilai pengawalan ketat, mulai dari tahap penentuan penerima, pelaksanaan, hingga evaluasi sangat penting. Dirinya mengusulkan sebagian anggaran dialihkan agar para pelaku ekraf dapat mengambil pelatihan profesi, mereka nantinya tidak hanya mendapatkan modal usaha, tetapi juga peningkatan kompetensi.
“Kalau mereka sudah sertifikasi, pasti siap bersaing dan mengembangkan usahanya, karena sebelumnya sudah dapat pelatihan,” ujarnya.
Terkait transparansi spesifikasi profesi ini penting, metode seleksi dan mekanisme pengawasan menjadi kunci keberhasilan penyaluran program tersebut agar dapat bermanfaat dan tepat sasaran.
“Jangan sampai dana yang keluar itu sia-sia. Program ini harus kita kawal supaya manfaatnya dirasakan langsung oleh mereka yang menerimanya,” tegas Akbar. (Adv)
(Sf/Lo)