Cari disini...

DPRD Kabupaten Berau
Wakil Ketua I DPRD Berau, Subroto. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)
Tanjung Redeb - Tradisi menukar uang baru menjelang Hari Raya Idulfitri menjadi kebiasaan yang dilakukan masyarakat setiap tahun. Uang pecahan baru biasanya dibagikan kepada keluarga maupun anak-anak sebagai bagian dari tradisi Lebaran.
Namun di tengah meningkatnya aktivitas tersebut, masyarakat diingatkan untuk tetap waspada terhadap potensi peredaran uang palsu yang bisa saja terjadi saat perputaran uang di masyarakat meningkat.
Wakil Ketua I DPRD Berau, Subroto, menyampaikan bahwa momen Ramadan hingga menjelang Idulfitri sering kali diiringi dengan tingginya aktivitas transaksi di masyarakat. Sehingga kondisi ini, sering kali dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk mengedarkan uang palsu.
"Masyarakat perlu lebih teliti dan berhati-hati saat menerima uang, terutama dalam transaksi tunai di pasar maupun saat menukarkan uang untuk kebutuhan Lebaran," ujar Subroto.
Apalagi kata dia, kasus peredaran uang palsu ini biasanya muncul pada momen tertentu ketika kebutuhan masyarakat terhadap uang tunai meningkat, seperti pada Ramadan dan Idulfitri maupun hari besar keagamaan lainnya.
"Untuk menyikapi situasi dan kondisi saat ini, dibutuhkan kejelian dan kewaspadaan tinggi agar tidak menjadi korban peredaran uang palsu," tuturnya.
Meski demikian, dirinya menyebutkan bahwa hingga saat ini kasus peredaran uang palsu di Kabupaten Berau tergolong kecil.
"Alhamdulillah, di daerah kita selama ini tidak terlalu banyak kasus demikian karena jumlah peredaran uang palsu sangat kecil," katanya.
Subroto juga mengingatkan agar masyarakat tidak ikut terlibat dalam praktik peredaran uang palsu, baik sebagai pelaku maupun perantara.
"Hukumannya tidak main-main. Karena itu masyarakat harus lebih teliti dalam memeriksa keaslian uang dan segera melaporkan kepada pihak berwenang jika menemukan indikasi peredaran uang palsu di lingkungan sekitar," tandasnya. (Adv)
(Sf/Rs)
Cari disini...

DPRD Kabupaten Berau

Wakil Ketua I DPRD Berau, Subroto. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)
Tanjung Redeb - Tradisi menukar uang baru menjelang Hari Raya Idulfitri menjadi kebiasaan yang dilakukan masyarakat setiap tahun. Uang pecahan baru biasanya dibagikan kepada keluarga maupun anak-anak sebagai bagian dari tradisi Lebaran.
Namun di tengah meningkatnya aktivitas tersebut, masyarakat diingatkan untuk tetap waspada terhadap potensi peredaran uang palsu yang bisa saja terjadi saat perputaran uang di masyarakat meningkat.
Wakil Ketua I DPRD Berau, Subroto, menyampaikan bahwa momen Ramadan hingga menjelang Idulfitri sering kali diiringi dengan tingginya aktivitas transaksi di masyarakat. Sehingga kondisi ini, sering kali dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk mengedarkan uang palsu.
"Masyarakat perlu lebih teliti dan berhati-hati saat menerima uang, terutama dalam transaksi tunai di pasar maupun saat menukarkan uang untuk kebutuhan Lebaran," ujar Subroto.
Apalagi kata dia, kasus peredaran uang palsu ini biasanya muncul pada momen tertentu ketika kebutuhan masyarakat terhadap uang tunai meningkat, seperti pada Ramadan dan Idulfitri maupun hari besar keagamaan lainnya.
"Untuk menyikapi situasi dan kondisi saat ini, dibutuhkan kejelian dan kewaspadaan tinggi agar tidak menjadi korban peredaran uang palsu," tuturnya.
Meski demikian, dirinya menyebutkan bahwa hingga saat ini kasus peredaran uang palsu di Kabupaten Berau tergolong kecil.
"Alhamdulillah, di daerah kita selama ini tidak terlalu banyak kasus demikian karena jumlah peredaran uang palsu sangat kecil," katanya.
Subroto juga mengingatkan agar masyarakat tidak ikut terlibat dalam praktik peredaran uang palsu, baik sebagai pelaku maupun perantara.
"Hukumannya tidak main-main. Karena itu masyarakat harus lebih teliti dalam memeriksa keaslian uang dan segera melaporkan kepada pihak berwenang jika menemukan indikasi peredaran uang palsu di lingkungan sekitar," tandasnya. (Adv)
(Sf/Rs)