DPRD Kabupaten Berau

    DPRD Kabupaten Berau

    TPI Tanjung Batu Belum Maksimal, DPRD Berau Tekankan Pentingnya Cold Storage dan Pabrik Es

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    23 April 2026 pukul 14:42 WITA

    TPI Tanjung Batu. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tanjung Batu hingga kini belum beroperasi secara maksimal akibat minimnya fasilitas pendukung, seperti gudang pendingin (cold storage) dan pabrik es.

    Menanggapi hal itu, Anggota Komisi II DPRD Berau, Gideon Andris, menilai bahwa kondisi tersebut harus segera diperbaiki untuk mendukung kesejahteraan nelayan dan optimalisasi sektor perikanan. Dimana, ia menilai, keterbatasan fasilitas berdampak langsung pada kualitas hasil tangkapan dan nilai jual ikan di pasar.

    "Tidak ada cold storage dan pabrik es membuat nelayan harus menjual ikan segera agar tidak rusak, jadi kalau begitu kan daya tawar mereka melemah dan harga jual seringkali ditekan," ujar Gideon.

    Ia menekankan, pemerintah daerah harus mengambil langkah konkret dengan membangun fasilitas yang memadai untuk menjaga kualitas ikan serta memberikan kesempatan bagi nelayan memperoleh keuntungan lebih tinggi.

    "Pembangunan fasilitas penyimpanan dan pengolahan merupakan hal mendesak. Dengan fasilitas lengkap, TPI Tanjung Batu bisa berfungsi sebagai pusat distribusi dan penggerak ekonomi nelayan," tambahnya.

    Oleh karena itu, dirinya juga menegaskan perlunya sinergi antara pemerintah daerah, pengelola TPI, dan pelaku usaha terkait agar pembangunan fasilitas dapat berjalan lancar dan tepat sasaran.

    "Tidak cukup hanya membangun fasilitas, tapi harus ada koordinasi yang baik antara semua pihak agar fasilitas tersebut benar-benar dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas dan nilai jual ikan," katanya.

    Meski demikian, dirinya mengapresiasi upaya sementara yang dilakukan oleh UPT TPI, seperti bantuan cool box dan kendaraan roda tiga untuk distribusi hasil laut. Namun menurutnya, langkah ini masih bersifat sementara dan belum cukup untuk jangka panjang.

    "Upaya ini bagus sebagai solusi sementara, tapi kita membutuhkan infrastruktur permanen agar TPI dapat beroperasi optimal," jelasnya.

    Gideon pun berharap dengan penataan sistem pemasaran yang terpusat di TPI Tanjung Batu, mekanisme pasar bisa lebih transparan dan menguntungkan bagi nelayan.

    "Jika sistem pemasaran tertata dengan baik dan didukung fasilitas lengkap, saya yakin TPI Tanjung Batu akan menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat pesisir," pungkasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)

    DPRD Kabupaten Berau

    DPRD Kabupaten Berau

    TPI Tanjung Batu Belum Maksimal, DPRD Berau Tekankan Pentingnya Cold Storage dan Pabrik Es

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    23 April 2026 pukul 14:42 WITA

    TPI Tanjung Batu. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tanjung Batu hingga kini belum beroperasi secara maksimal akibat minimnya fasilitas pendukung, seperti gudang pendingin (cold storage) dan pabrik es.

    Menanggapi hal itu, Anggota Komisi II DPRD Berau, Gideon Andris, menilai bahwa kondisi tersebut harus segera diperbaiki untuk mendukung kesejahteraan nelayan dan optimalisasi sektor perikanan. Dimana, ia menilai, keterbatasan fasilitas berdampak langsung pada kualitas hasil tangkapan dan nilai jual ikan di pasar.

    "Tidak ada cold storage dan pabrik es membuat nelayan harus menjual ikan segera agar tidak rusak, jadi kalau begitu kan daya tawar mereka melemah dan harga jual seringkali ditekan," ujar Gideon.

    Ia menekankan, pemerintah daerah harus mengambil langkah konkret dengan membangun fasilitas yang memadai untuk menjaga kualitas ikan serta memberikan kesempatan bagi nelayan memperoleh keuntungan lebih tinggi.

    "Pembangunan fasilitas penyimpanan dan pengolahan merupakan hal mendesak. Dengan fasilitas lengkap, TPI Tanjung Batu bisa berfungsi sebagai pusat distribusi dan penggerak ekonomi nelayan," tambahnya.

    Oleh karena itu, dirinya juga menegaskan perlunya sinergi antara pemerintah daerah, pengelola TPI, dan pelaku usaha terkait agar pembangunan fasilitas dapat berjalan lancar dan tepat sasaran.

    "Tidak cukup hanya membangun fasilitas, tapi harus ada koordinasi yang baik antara semua pihak agar fasilitas tersebut benar-benar dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas dan nilai jual ikan," katanya.

    Meski demikian, dirinya mengapresiasi upaya sementara yang dilakukan oleh UPT TPI, seperti bantuan cool box dan kendaraan roda tiga untuk distribusi hasil laut. Namun menurutnya, langkah ini masih bersifat sementara dan belum cukup untuk jangka panjang.

    "Upaya ini bagus sebagai solusi sementara, tapi kita membutuhkan infrastruktur permanen agar TPI dapat beroperasi optimal," jelasnya.

    Gideon pun berharap dengan penataan sistem pemasaran yang terpusat di TPI Tanjung Batu, mekanisme pasar bisa lebih transparan dan menguntungkan bagi nelayan.

    "Jika sistem pemasaran tertata dengan baik dan didukung fasilitas lengkap, saya yakin TPI Tanjung Batu akan menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat pesisir," pungkasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)