Cari disini...

DPRD Kabupaten Berau
Jejak kehidupan masyarakat purba di Goa Ketepu, Kabupaten Berau. (Foto: YKAN)
Tanjung Redeb - DPRD Berau menilai geopark Sangkulirang-Mangkalihat yang termasuk kawasan Karst Sangkulirang-Mangkalihat memiliki potensi besar untuk menjadi identitas, sekaligus kebanggaan daerah apabila dikelola secara optimal dan berkelanjutan.
Kawasan Karst Sangkulirang-Mangkalihat merupakan bentang alam karst raksasa di Kalimantan Timur (Kutim dan Berau) yang kaya akan gua purbakala dengan lukisan tangan manusia purba berusia ribuan tahun, potensi keanekaragaman hayati dan juga berfungsi vital sebagai penyimpan air.
Wakil Ketua II DPRD Berau, Sumadi mengatakan kawasan karst yang membentang di Berau dan Kutim itu tidak hanya menyimpan pesona wisata alam, tetapi juga kekayaan geologi, sejarah dan ekologi yang bernilai tinggi.
“DPRD pada prinsipnya mendukung penuh pengembangan Geopark Sangkulirang-Mangkalihat ini," kata Sumadi.
Menurutnya, keberadaan geopark tersebut juga harus dipandang sebagai aset strategis yang dapat memberikan manfaat luas bagi daerah, baik dari sisi pelestarian lingkungan maupun peningkatan kesejahteraan masyarakat.
"Ini bukan sekadar kawasan wisata, tetapi aset penting daerah yang memiliki nilai geologi, sejarah dan ekologi yang sangat tinggi," ujarnya.
Ia menyampaikan, pengembangan geopark perlu menjadi bagian dari perencanaan pembangunan daerah agar program yang dijalankan memiliki arah yang jelas dan dukungan anggaran yang berkelanjutan.
“Harapannya, ke depan kawasan ini tidak hanya menjadi tujuan wisata, tetapi juga menjadi ruang konservasi dan edukasi yang dapat diwariskan kepada generasi berikutnya," ungkapnya.
Selain menjaga aspek konservasi, ia juga menilai pengelolaan geopark harus mampu membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar, terutama melalui pengembangan sektor pariwisata dan usaha lokal.
Menurutnya jika potensi ini dikelola dengan baik, dampaknya bukan hanya pada sektor wisata, tetapi juga ekonomi masyarakat lokal.
Sumadi meminta adanya sinergi lintas sektor agar pengembangan geopark tidak hanya menjadi rencana di atas kertas, tetapi dapat diwujudkan secara nyata dan memberikan dampak positif bagi daerah.
"Perlu komitmen bersama agar geopark ini benar-benar menjadi kebanggaan daerah. Ini penting agar rencana yang telah disusun tidak berhenti di atas kertas, melainkan benar-benar terealisasi di lapangan secara konkret dan terarah," tandasnya. (Adv)
(Sf/Lo)
Cari disini...

DPRD Kabupaten Berau

Jejak kehidupan masyarakat purba di Goa Ketepu, Kabupaten Berau. (Foto: YKAN)
Tanjung Redeb - DPRD Berau menilai geopark Sangkulirang-Mangkalihat yang termasuk kawasan Karst Sangkulirang-Mangkalihat memiliki potensi besar untuk menjadi identitas, sekaligus kebanggaan daerah apabila dikelola secara optimal dan berkelanjutan.
Kawasan Karst Sangkulirang-Mangkalihat merupakan bentang alam karst raksasa di Kalimantan Timur (Kutim dan Berau) yang kaya akan gua purbakala dengan lukisan tangan manusia purba berusia ribuan tahun, potensi keanekaragaman hayati dan juga berfungsi vital sebagai penyimpan air.
Wakil Ketua II DPRD Berau, Sumadi mengatakan kawasan karst yang membentang di Berau dan Kutim itu tidak hanya menyimpan pesona wisata alam, tetapi juga kekayaan geologi, sejarah dan ekologi yang bernilai tinggi.
“DPRD pada prinsipnya mendukung penuh pengembangan Geopark Sangkulirang-Mangkalihat ini," kata Sumadi.
Menurutnya, keberadaan geopark tersebut juga harus dipandang sebagai aset strategis yang dapat memberikan manfaat luas bagi daerah, baik dari sisi pelestarian lingkungan maupun peningkatan kesejahteraan masyarakat.
"Ini bukan sekadar kawasan wisata, tetapi aset penting daerah yang memiliki nilai geologi, sejarah dan ekologi yang sangat tinggi," ujarnya.
Ia menyampaikan, pengembangan geopark perlu menjadi bagian dari perencanaan pembangunan daerah agar program yang dijalankan memiliki arah yang jelas dan dukungan anggaran yang berkelanjutan.
“Harapannya, ke depan kawasan ini tidak hanya menjadi tujuan wisata, tetapi juga menjadi ruang konservasi dan edukasi yang dapat diwariskan kepada generasi berikutnya," ungkapnya.
Selain menjaga aspek konservasi, ia juga menilai pengelolaan geopark harus mampu membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar, terutama melalui pengembangan sektor pariwisata dan usaha lokal.
Menurutnya jika potensi ini dikelola dengan baik, dampaknya bukan hanya pada sektor wisata, tetapi juga ekonomi masyarakat lokal.
Sumadi meminta adanya sinergi lintas sektor agar pengembangan geopark tidak hanya menjadi rencana di atas kertas, tetapi dapat diwujudkan secara nyata dan memberikan dampak positif bagi daerah.
"Perlu komitmen bersama agar geopark ini benar-benar menjadi kebanggaan daerah. Ini penting agar rencana yang telah disusun tidak berhenti di atas kertas, melainkan benar-benar terealisasi di lapangan secara konkret dan terarah," tandasnya. (Adv)
(Sf/Lo)