DPRD Kabupaten Berau

    DPRD Kabupaten Berau

    Subroto Dorong Anak Muda Berau Jangan Hanya Fokus ke Pertambangan

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    12 Maret 2026 pukul 18:00 WITA

    Wakil Ketua I DPRD Berau, Subroto. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Kabupaten Berau dikenal memiliki potensi ekonomi besar dari sektor pertambangan batubara dan perkebunan kelapa sawit, yang menjadi tumpuan pembangunan daerah. Namun, penyerapan tenaga kerja lokal di sektor-sektor ini masih menjadi tantangan.

    Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Berau, Subroto, mengatakan bahwa sektor pertambangan saat ini masih menjadi pilihan utama masyarakat, terutama kaum muda. Meski demikian, ia mengingatkan bahwa sumber daya pertambangan bersifat terbatas dan akan berkurang seiring waktu.

    "Pertambangan itu cepat atau lambat kan akan habis dan juga pastinya akan ada pengurangan tenaga kerja. Terlebih lagi dengan semakin lama semakin berkurangnya kuota tambang, misalnya dari 1.500 tinggal 800, yang dari 1.000 tinggal 500. Artinya kan sudah kelihatan bahwa dengan adanya produksi yang dikurangi, berarti tenaga kerja juga dikurangi," ujar Subroto.

    Ia pun menekankan pentingnya masyarakat untuk tidak hanya mengandalkan sektor pertambangan. Dimana, dirinya menilai bahwa masih banyak sektor yang bisa dimanfaatkan atau di kelola di Kabupaten Berau. Ia menyebutkan salah satu contoh peluang yakni sektor perkebunan kelapa sawit yang juga menjanjikan peluang pekerjaan.

    "Sektor perkebunan seperti kelapa sawit sebenarnya juga menghasilkan. Jadi kita juga berpikirlah, jangan juga selalu fokus dengan tambang. Nah, itu juga anak muda yang mungkin masih butuh pekerjaan, harusnya sektor perkebunan seperti sawit itu juga menjadi suatu pemikiran bahwa kerja di situ sebenarnya juga menghasilkan," tambahnya.

    Meski demikian, dirinya menilai saat ini sektor perkebunan dianggap tidak terlau menarik dipandang oleh masyarakat. Padahal sektor perkebunan secara penghasilan juga kurang lebih saja dengan sektor pertambangan terutama dalam hal penghasilan.

    "Kalau saya melihat secara penghasilan saya kira juga kurang lebih saja. Cuma memang kerja keras lah," katanya.

    Subroto juga menekankan perlunya perusahaan di Berau memprioritaskan tenaga kerja lokal. Sehingga, ia berharap di semua sektor yang ada di Kabupaten Berau dan sifatnya menghasilkan, maka perlu di isi dengan tenaga-tenaga kerja lokal.

    "Kalau bisa, mana-mana kegiatan atau pekerjaan yang memang bisa menghasilkan, daripada diisi orang luar, kan bagus kita isi orang sana. Saya kira di perusahaan sawit itu hampir 70 persen pendatang, karena orang lokal itu tidak tertarik. Padahal itu kan juga menyerap tenaga kerja yang luar biasa," tandasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)

    DPRD Kabupaten Berau

    DPRD Kabupaten Berau

    Subroto Dorong Anak Muda Berau Jangan Hanya Fokus ke Pertambangan

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    12 Maret 2026 pukul 18:00 WITA

    Wakil Ketua I DPRD Berau, Subroto. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Kabupaten Berau dikenal memiliki potensi ekonomi besar dari sektor pertambangan batubara dan perkebunan kelapa sawit, yang menjadi tumpuan pembangunan daerah. Namun, penyerapan tenaga kerja lokal di sektor-sektor ini masih menjadi tantangan.

    Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Berau, Subroto, mengatakan bahwa sektor pertambangan saat ini masih menjadi pilihan utama masyarakat, terutama kaum muda. Meski demikian, ia mengingatkan bahwa sumber daya pertambangan bersifat terbatas dan akan berkurang seiring waktu.

    "Pertambangan itu cepat atau lambat kan akan habis dan juga pastinya akan ada pengurangan tenaga kerja. Terlebih lagi dengan semakin lama semakin berkurangnya kuota tambang, misalnya dari 1.500 tinggal 800, yang dari 1.000 tinggal 500. Artinya kan sudah kelihatan bahwa dengan adanya produksi yang dikurangi, berarti tenaga kerja juga dikurangi," ujar Subroto.

    Ia pun menekankan pentingnya masyarakat untuk tidak hanya mengandalkan sektor pertambangan. Dimana, dirinya menilai bahwa masih banyak sektor yang bisa dimanfaatkan atau di kelola di Kabupaten Berau. Ia menyebutkan salah satu contoh peluang yakni sektor perkebunan kelapa sawit yang juga menjanjikan peluang pekerjaan.

    "Sektor perkebunan seperti kelapa sawit sebenarnya juga menghasilkan. Jadi kita juga berpikirlah, jangan juga selalu fokus dengan tambang. Nah, itu juga anak muda yang mungkin masih butuh pekerjaan, harusnya sektor perkebunan seperti sawit itu juga menjadi suatu pemikiran bahwa kerja di situ sebenarnya juga menghasilkan," tambahnya.

    Meski demikian, dirinya menilai saat ini sektor perkebunan dianggap tidak terlau menarik dipandang oleh masyarakat. Padahal sektor perkebunan secara penghasilan juga kurang lebih saja dengan sektor pertambangan terutama dalam hal penghasilan.

    "Kalau saya melihat secara penghasilan saya kira juga kurang lebih saja. Cuma memang kerja keras lah," katanya.

    Subroto juga menekankan perlunya perusahaan di Berau memprioritaskan tenaga kerja lokal. Sehingga, ia berharap di semua sektor yang ada di Kabupaten Berau dan sifatnya menghasilkan, maka perlu di isi dengan tenaga-tenaga kerja lokal.

    "Kalau bisa, mana-mana kegiatan atau pekerjaan yang memang bisa menghasilkan, daripada diisi orang luar, kan bagus kita isi orang sana. Saya kira di perusahaan sawit itu hampir 70 persen pendatang, karena orang lokal itu tidak tertarik. Padahal itu kan juga menyerap tenaga kerja yang luar biasa," tandasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)