DPRD Kabupaten Berau

    Soroti Tumpukan Sampah di PSAD Berau, DPRD Desak Penataan Segera

    Seputarfakta.com - Baiq Eliana -

    DPRD Kabupaten Berau

    28 Februari 2026 06:06 WIB

    Tempat pembuangan sampah di PSAD Berau. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb, - Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Berau, Sutami, menyoroti kondisi pengelolaan sampah di Pasar Sanggam Adji Dilayas (PSAD) yang dianggap amburadul. Menurutnya, masalah ini serius karena PSAD merupakan salah satu objek penting yang mencerminkan wajah Kabupaten Berau.

    "Ya kalau saya melihat masalah di PSAD ini bukan hal yang baru, ini sudah sejak dulu. Pengolahan sampah juga amburadul saya lihat," ujar Sutami.

    Menurutnya, ketika tumpukan sampah sayuran terlihat jelas oleh pengunjung yang berkeliling pasar, maka hal itu membuat PSAD tampak kumuh. Sehingga permasalahan ini harus segera diatasi dan tidak dibiarkan berlarut-larut.

    Oleh karena itu, ia menekankan perlunya tindakan nyata dari pemerintah, khususnya Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Berau, agar pengelolaan sampah lebih tertata.

    "Apakah tempat pembuangan residunya diperbesar atau seperti apa, sehingga sampah tersebut tidak asal ditumpuk seperti itu," jelasnya.

    Apalagi kata dia terkait persoalan ini masalah ini banyak dikeluhkan oleh masyarakat dan pengunjung, mulai dari bau tidak sedap hingga volume sampah yang terus menumpuk.

    "Menurut saya harus ada tempat residu sendiri khusus untuk PSAD. Yang bisa dikelola dan pemilahan sampah nya juga jelas, karena semua pedagang buang di situ," usulnya.

    Meski begitu, Sutami memahami keterbatasan DLHK, terutama soal anggaran dan jumlah personel. Namun, ia menekankan pentingnya sistem yang konsisten dalam pengelolaan sampah, agar tidak menumpuk.

    "Artinya butuh mensiasati, ada sistem yang dibangun supaya ini tidak terlihat seperti pembiaran sampah menumpuk. Misalnya pagi sudah diangkut, siang diangkut, sore diangkut lagi. Tidak bisa ditunggu sampai tiga hari, itu pasti sangat menumpuk sekali kalau menurut saya," tuturnya.

    Sutami berharap pemerintah segera mengambil langkah nyata agar sampah di PSAD tidak menumpuk terus-menerus, sehingga pasar tetap bersih, nyaman, dan layak dikunjungi masyarakat.

    "Ini juga perlu kesadaran dari seluruh masyarakat dalam menjaga kebersihan. Tidak bisa satu pihak atau satu OPD saja yang dibebankan, ini perlu peran semua pihak. Sampah ini tanggung jawab kita semua," tandasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)

    Tim Editorial

    Connect With Us

    Copyright @ 2023 seputarfakta.com.
    All right reserved

    Kategori

    Informasi

    DPRD Kabupaten Berau

    Soroti Tumpukan Sampah di PSAD Berau, DPRD Desak Penataan Segera

    Seputarfakta.com - Baiq Eliana -

    DPRD Kabupaten Berau

    28 Februari 2026 06:06 WIB

    Tempat pembuangan sampah di PSAD Berau. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb, - Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Berau, Sutami, menyoroti kondisi pengelolaan sampah di Pasar Sanggam Adji Dilayas (PSAD) yang dianggap amburadul. Menurutnya, masalah ini serius karena PSAD merupakan salah satu objek penting yang mencerminkan wajah Kabupaten Berau.

    "Ya kalau saya melihat masalah di PSAD ini bukan hal yang baru, ini sudah sejak dulu. Pengolahan sampah juga amburadul saya lihat," ujar Sutami.

    Menurutnya, ketika tumpukan sampah sayuran terlihat jelas oleh pengunjung yang berkeliling pasar, maka hal itu membuat PSAD tampak kumuh. Sehingga permasalahan ini harus segera diatasi dan tidak dibiarkan berlarut-larut.

    Oleh karena itu, ia menekankan perlunya tindakan nyata dari pemerintah, khususnya Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Berau, agar pengelolaan sampah lebih tertata.

    "Apakah tempat pembuangan residunya diperbesar atau seperti apa, sehingga sampah tersebut tidak asal ditumpuk seperti itu," jelasnya.

    Apalagi kata dia terkait persoalan ini masalah ini banyak dikeluhkan oleh masyarakat dan pengunjung, mulai dari bau tidak sedap hingga volume sampah yang terus menumpuk.

    "Menurut saya harus ada tempat residu sendiri khusus untuk PSAD. Yang bisa dikelola dan pemilahan sampah nya juga jelas, karena semua pedagang buang di situ," usulnya.

    Meski begitu, Sutami memahami keterbatasan DLHK, terutama soal anggaran dan jumlah personel. Namun, ia menekankan pentingnya sistem yang konsisten dalam pengelolaan sampah, agar tidak menumpuk.

    "Artinya butuh mensiasati, ada sistem yang dibangun supaya ini tidak terlihat seperti pembiaran sampah menumpuk. Misalnya pagi sudah diangkut, siang diangkut, sore diangkut lagi. Tidak bisa ditunggu sampai tiga hari, itu pasti sangat menumpuk sekali kalau menurut saya," tuturnya.

    Sutami berharap pemerintah segera mengambil langkah nyata agar sampah di PSAD tidak menumpuk terus-menerus, sehingga pasar tetap bersih, nyaman, dan layak dikunjungi masyarakat.

    "Ini juga perlu kesadaran dari seluruh masyarakat dalam menjaga kebersihan. Tidak bisa satu pihak atau satu OPD saja yang dibebankan, ini perlu peran semua pihak. Sampah ini tanggung jawab kita semua," tandasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)