DPRD Kabupaten Berau

    DPRD Kabupaten Berau

    Soroti Pembangunan Infrastruktur, DPRD Berau Tekankan Kualitas, Bukan Sekadar Tepat Waktu

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    23 Februari 2026 pukul 21:55 WITA

    Anggota Komisi III DPRD Berau, Saga. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Berau, Saga, menyoroti sejumlah proyek pembangunan infrastruktur yang dinilai belum memenuhi standar. Beberapa pekerjaan seperti pembangunan jalan, drainase, dan fasilitas umum lainnya disebut masih ditemukan ketidaksesuaian dengan perencanaan awal.

    Menurutnya, kondisi tersebut harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah dengan memperketat pengawasan di seluruh tahapan proyek, mulai dari perencanaan hingga masa pemeliharaan.

    "Harus kita awasi. Karena tidak sedikit proyek yang tidak sesuai standar atau bahkan keluar dari perencanaan yang sudah ditetapkan," tegas Saga.

    Ia menekankan bahwa keberhasilan proyek pembangunan tidak cukup hanya dilihat dari ketepatan waktu penyelesaian. Lebih dari itu, kualitas pekerjaan harus menjadi prioritas agar anggaran yang telah digelontorkan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

    "Proyek pembangunan bukan hanya soal selesai tepat waktu. Perencanaan harus sesuai standar dan hasilnya maksimal sehingga tidak mengecewakan. Sudah anggaran besar, tapi hasil mengecewakan," ujarnya.

    Dirinya juga mendorong adanya evaluasi berkala terhadap seluruh proyek pembangunan di Kabupaten Berau. Dimana, ia menyebut, masih ditemukan kontraktor yang kurang bertanggung jawab setelah pekerjaan rampung, meskipun proyek tersebut masih dalam masa pemantauan atau pemeliharaan.

    "Perlu evaluasi rutin. Jangan sampai setelah selesai dikerjakan, kontraktor lepas tangan padahal masih masa pemeliharaan," tambahnya.

    Sementara itu, ia pun berharap ke depan seluruh proyek pembangunan tidak dikerjakan secara asal-asalan, mengingat anggaran yang digunakan bersumber dari dana publik. 

    Saga menekankan kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan agar dapat bekerja secara profesional dan tidak mengabaikan standar teknis yang berlaku. Sehingga, dengan kualitas pembangunan yang baik, masyarakat akan merasakan manfaat secara langsung dan berkelanjutan.

    "Kalau dikerjakan tidak sesuai standar, tentu yang dirugikan masyarakat. Sudah saatnya Berau lebih maju lagi dari sebelumnya," pungkasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)

    DPRD Kabupaten Berau

    DPRD Kabupaten Berau

    Soroti Pembangunan Infrastruktur, DPRD Berau Tekankan Kualitas, Bukan Sekadar Tepat Waktu

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    23 Februari 2026 pukul 21:55 WITA

    Anggota Komisi III DPRD Berau, Saga. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Berau, Saga, menyoroti sejumlah proyek pembangunan infrastruktur yang dinilai belum memenuhi standar. Beberapa pekerjaan seperti pembangunan jalan, drainase, dan fasilitas umum lainnya disebut masih ditemukan ketidaksesuaian dengan perencanaan awal.

    Menurutnya, kondisi tersebut harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah dengan memperketat pengawasan di seluruh tahapan proyek, mulai dari perencanaan hingga masa pemeliharaan.

    "Harus kita awasi. Karena tidak sedikit proyek yang tidak sesuai standar atau bahkan keluar dari perencanaan yang sudah ditetapkan," tegas Saga.

    Ia menekankan bahwa keberhasilan proyek pembangunan tidak cukup hanya dilihat dari ketepatan waktu penyelesaian. Lebih dari itu, kualitas pekerjaan harus menjadi prioritas agar anggaran yang telah digelontorkan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

    "Proyek pembangunan bukan hanya soal selesai tepat waktu. Perencanaan harus sesuai standar dan hasilnya maksimal sehingga tidak mengecewakan. Sudah anggaran besar, tapi hasil mengecewakan," ujarnya.

    Dirinya juga mendorong adanya evaluasi berkala terhadap seluruh proyek pembangunan di Kabupaten Berau. Dimana, ia menyebut, masih ditemukan kontraktor yang kurang bertanggung jawab setelah pekerjaan rampung, meskipun proyek tersebut masih dalam masa pemantauan atau pemeliharaan.

    "Perlu evaluasi rutin. Jangan sampai setelah selesai dikerjakan, kontraktor lepas tangan padahal masih masa pemeliharaan," tambahnya.

    Sementara itu, ia pun berharap ke depan seluruh proyek pembangunan tidak dikerjakan secara asal-asalan, mengingat anggaran yang digunakan bersumber dari dana publik. 

    Saga menekankan kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan agar dapat bekerja secara profesional dan tidak mengabaikan standar teknis yang berlaku. Sehingga, dengan kualitas pembangunan yang baik, masyarakat akan merasakan manfaat secara langsung dan berkelanjutan.

    "Kalau dikerjakan tidak sesuai standar, tentu yang dirugikan masyarakat. Sudah saatnya Berau lebih maju lagi dari sebelumnya," pungkasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)