DPRD Kabupaten Berau

    Soroti Minimnya Transparansi, Ketua DPRD Berau Tegaskan CSR Harus Terbuka

    Seputarfakta.com - Baiq Eliana -

    DPRD Kabupaten Berau

    13 Februari 2026 12:18 WIB

    Ketua DPRD Berau, Dedy Okto Nooryanto. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Ketua DPRD Berau, Dedy Okto Nooryanto, menyoroti minimnya keterbukaan perusahaan terkait penggunaan dana Corporate Social Responsibility (CSR) di Kabupaten Berau. Ia menegaskan bahwa transparansi CSR sangat penting agar masyarakat mengetahui manfaat dana tersebut secara jelas.

    Dedy menyatakan, meskipun perusahaan tidak diwajibkan membuka besaran dana secara rinci, publik berhak mendapatkan informasi mengenai program dan kegiatan yang didanai melalui CSR. Hal ini penting, terutama di tengah upaya pemerintah daerah yang sedang melakukan efisiensi anggaran.

    "CSR itu harus betul-betul terbuka kepada masyarakat dan kepada kita. Walaupun tidak membuka angka pastinya, tapi wajib membuka ke media apa saja kegiatan dana CSR itu digunakan. Itu harus dibuka, jangan disembunyikan," tegas Dedy.

    Selain itu, ia juga menyampaikan rencana untuk meminta Ketua Komisi II memanggil perusahaan-perusahaan yang beroperasi di wilayah tersebut agar menjelaskan secara langsung penggunaan dana CSR.

    "Nanti saya minta Ketua Komisi II memanggil perusahaan-perusahaan di Kabupaten Berau, menanyakan langsung ke mana saja dana-dana CSR ini. Apakah memang betul-betul ke masyarakat kita," ujarnya.

    Menurutnya, publikasi penggunaan dana CSR selama ini masih minim sehingga masyarakat tidak sepenuhnya mengetahui kontribusi perusahaan, terutama di wilayah terpencil. Dengan keterbukaan informasi, masyarakat dapat memantau program CSR yang dijalankan, mulai dari fasilitas pendidikan, hingga infrastruktur jalan.

    "Harusnya itu dipublikasikan ke media, biar masyarakat semua tahu dana CSR ini ke mana seperti misalnya bangun pendidikan, bangun sekolah dan bangun jalan. Jangan diam-diam kita tidak tahu ini bangun apa, apalagi di daerah jauh yang tidak ketahuan," katanya.

    Dedy menegaskan bahwa transparansi CSR ini juga akan memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan perusahaan, sekaligus memastikan program pembangunan benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat Kabupaten Berau.

    "Kita ini cukup banyak perusahaan, tambang, sawit, bank juga ada CSR. Semua ini kita bantu untuk membangun Kabupaten Berau. Jadi mari kita sama-sama terbuka, janganada dusta diantara kita. Kita sama-sama mendukung programnya Ibu Bupati biar programnya berjalan, masyarakat juga senang," pungkasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)

    Tim Editorial

    Connect With Us

    Copyright @ 2023 seputarfakta.com.
    All right reserved

    Kategori

    Informasi

    DPRD Kabupaten Berau

    Soroti Minimnya Transparansi, Ketua DPRD Berau Tegaskan CSR Harus Terbuka

    Seputarfakta.com - Baiq Eliana -

    DPRD Kabupaten Berau

    13 Februari 2026 12:18 WIB

    Ketua DPRD Berau, Dedy Okto Nooryanto. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Ketua DPRD Berau, Dedy Okto Nooryanto, menyoroti minimnya keterbukaan perusahaan terkait penggunaan dana Corporate Social Responsibility (CSR) di Kabupaten Berau. Ia menegaskan bahwa transparansi CSR sangat penting agar masyarakat mengetahui manfaat dana tersebut secara jelas.

    Dedy menyatakan, meskipun perusahaan tidak diwajibkan membuka besaran dana secara rinci, publik berhak mendapatkan informasi mengenai program dan kegiatan yang didanai melalui CSR. Hal ini penting, terutama di tengah upaya pemerintah daerah yang sedang melakukan efisiensi anggaran.

    "CSR itu harus betul-betul terbuka kepada masyarakat dan kepada kita. Walaupun tidak membuka angka pastinya, tapi wajib membuka ke media apa saja kegiatan dana CSR itu digunakan. Itu harus dibuka, jangan disembunyikan," tegas Dedy.

    Selain itu, ia juga menyampaikan rencana untuk meminta Ketua Komisi II memanggil perusahaan-perusahaan yang beroperasi di wilayah tersebut agar menjelaskan secara langsung penggunaan dana CSR.

    "Nanti saya minta Ketua Komisi II memanggil perusahaan-perusahaan di Kabupaten Berau, menanyakan langsung ke mana saja dana-dana CSR ini. Apakah memang betul-betul ke masyarakat kita," ujarnya.

    Menurutnya, publikasi penggunaan dana CSR selama ini masih minim sehingga masyarakat tidak sepenuhnya mengetahui kontribusi perusahaan, terutama di wilayah terpencil. Dengan keterbukaan informasi, masyarakat dapat memantau program CSR yang dijalankan, mulai dari fasilitas pendidikan, hingga infrastruktur jalan.

    "Harusnya itu dipublikasikan ke media, biar masyarakat semua tahu dana CSR ini ke mana seperti misalnya bangun pendidikan, bangun sekolah dan bangun jalan. Jangan diam-diam kita tidak tahu ini bangun apa, apalagi di daerah jauh yang tidak ketahuan," katanya.

    Dedy menegaskan bahwa transparansi CSR ini juga akan memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan perusahaan, sekaligus memastikan program pembangunan benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat Kabupaten Berau.

    "Kita ini cukup banyak perusahaan, tambang, sawit, bank juga ada CSR. Semua ini kita bantu untuk membangun Kabupaten Berau. Jadi mari kita sama-sama terbuka, janganada dusta diantara kita. Kita sama-sama mendukung programnya Ibu Bupati biar programnya berjalan, masyarakat juga senang," pungkasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)