Cari disini...

DPRD Kabupaten Berau
Ketua Komisi I DPRD Berau, Elita Herlina. (Foto: Baiq Elita/seputarfakta.com)
Tanjung Redeb - DPRD Berau menyoroti terkait ketimpangan akses pendidikan di Kabupaten Berau. Ketua Komisi I DPRD Berau, Elita Herlina, menegaskan bahwa pemerataan layanan pendidikan hingga kini belum sepenuhnya terwujud.
"Kondisi tersebut menjadi salah satu hambatan dalam menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan berdaya saing," ujar Elita.
Ia menilai akses pendidikan yang belum merata membuat tidak semua anak mendapatkan kesempatan yang sama. Oleh karena itu, ia menekankan perlunya pemerataan layanan pendidikan tersebut.
"Pemerataan pendidikan ini harus menyebar di setiap kecamatan dan kampung, sehingga setiap anak mempunyai kesempatan yang sama," tegasnya.
Hingga 2025, sekolah unggulan jenjang SD dan SMP masih terpusat di tiga kecamatan, yakni Tanjung Redeb, Teluk Bayur, dan Sambaliung dari total 13 kecamatan yang ada.
"Pada visi pembangunan dalam RPJPD Kabupaten Berau kan menargetkan peningkatan kualitas dan pemerataan pendidikan. Tapi, implementasi di lapangan masih belum maksimal," tuturnya.
Selain itu, ia menyebutkan keterbatasan jumlah sekolah, terutama Taman Kanak-Kanak (TK) sebagai bagian dari pendidikan anak usia dini (PAUD), juga menjadi perhatian. Dimana, kondisi tersebut berdampak pada belum optimalnya pembentukan dasar perkembangan anak, baik dari sisi pengetahuan, keterampilan, maupun kreativitas.
"Jumlah sekolah dan tenaga pengajar di jenjang ini belum memadai, termasuk jumlah TK yang masih sedikit sekali. Pemerataan guru harus terdistribusi dengan baik. Ini krusial dan harus segera diselesaikan," ujarnya.
Elita berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret agar akses pendidikan yang adil dan merata dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat.
"Kita ingin akses pendidikan ini dapat dirasakan oleh seluruh anak yang ada di Kabupaten Berau," tandasnya. (Adv)
(Sf/Rs)
Cari disini...

DPRD Kabupaten Berau

Ketua Komisi I DPRD Berau, Elita Herlina. (Foto: Baiq Elita/seputarfakta.com)
Tanjung Redeb - DPRD Berau menyoroti terkait ketimpangan akses pendidikan di Kabupaten Berau. Ketua Komisi I DPRD Berau, Elita Herlina, menegaskan bahwa pemerataan layanan pendidikan hingga kini belum sepenuhnya terwujud.
"Kondisi tersebut menjadi salah satu hambatan dalam menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan berdaya saing," ujar Elita.
Ia menilai akses pendidikan yang belum merata membuat tidak semua anak mendapatkan kesempatan yang sama. Oleh karena itu, ia menekankan perlunya pemerataan layanan pendidikan tersebut.
"Pemerataan pendidikan ini harus menyebar di setiap kecamatan dan kampung, sehingga setiap anak mempunyai kesempatan yang sama," tegasnya.
Hingga 2025, sekolah unggulan jenjang SD dan SMP masih terpusat di tiga kecamatan, yakni Tanjung Redeb, Teluk Bayur, dan Sambaliung dari total 13 kecamatan yang ada.
"Pada visi pembangunan dalam RPJPD Kabupaten Berau kan menargetkan peningkatan kualitas dan pemerataan pendidikan. Tapi, implementasi di lapangan masih belum maksimal," tuturnya.
Selain itu, ia menyebutkan keterbatasan jumlah sekolah, terutama Taman Kanak-Kanak (TK) sebagai bagian dari pendidikan anak usia dini (PAUD), juga menjadi perhatian. Dimana, kondisi tersebut berdampak pada belum optimalnya pembentukan dasar perkembangan anak, baik dari sisi pengetahuan, keterampilan, maupun kreativitas.
"Jumlah sekolah dan tenaga pengajar di jenjang ini belum memadai, termasuk jumlah TK yang masih sedikit sekali. Pemerataan guru harus terdistribusi dengan baik. Ini krusial dan harus segera diselesaikan," ujarnya.
Elita berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret agar akses pendidikan yang adil dan merata dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat.
"Kita ingin akses pendidikan ini dapat dirasakan oleh seluruh anak yang ada di Kabupaten Berau," tandasnya. (Adv)
(Sf/Rs)