DPRD Kabupaten Berau

    Soroti Fenomena Perpindahan Atlet ke Daerah Lain, DPRD Berau Tekankan Pentingnya Jaminan Kesejahteraan

    seputarfakta.com - Baiq Eliana -

    DPRD Kabupaten Berau

    20 November 2025 06:02 WIB

    Ketua Komisi III DPRD Berau, Liliansyah. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Fenomena perpindahan atlet unggulan dari Kabupaten Berau ke berbagai daerah lain kembali menjadi perhatian serius. KONI Berau menyebut faktor kesejahteraan sebagai alasan utama para atlet memilih meninggalkan daerah. 

    Menanggapi situasi ini, Ketua Komisi III DPRD Berau, Liliansyah, menegaskan bahwa prestasi sulit diraih jika kebutuhan dasar atlet belum terpenuhi dengan baik.

    Ia menilai, meski perkembangan olahraga di Berau terus menunjukkan peningkatan yang mana hal ini ditandai dengan semakin maraknya komunitas olahraga dan tingginya minat masyarakat terhadap berbagai cabang, terutama atletik dimana dukungan anggaran dan perhatian pemerintah masih belum memadai.

    "Kita tidak bisa berharap banyak jika kesejahteraan atlet tidak diperhatikan. Mereka pindah karena ada daerah yang menawarkan kepastian dan dukungan lebih baik. Ini harus menjadi alarm bagi kita semua," ujar Liliansyah.

     

    Oleh karena itu, ia pun mendorong dinas terkait seperti Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) serta KONI Berau untuk segera mengambil langkah konkret dengan menyusun strategi pembinaan yang lebih serius dan terarah. Salah satu langkah penting adalah memetakan kebutuhan anggaran riil pembinaan agar upaya peningkatan prestasi tidak berjalan setengah-setengah.

    Selain itu, dirinya menekankan pentingnya menjalin kerja sama dengan sektor swasta melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) guna memperkuat dukungan pembinaan atlet. Menurutnya, banyak daerah lain yang telah sukses meningkatkan prestasi melalui kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha.

    "Kerja sama dengan swasta itu perlu. Pemerintah daerah tidak bisa bekerja sendiri, karena pembinaan atlet itu panjang dan berkelanjutan," tambahnya.

    Sementara itu, menjelang persiapan Porprov 2025 dan target menuju PON 2028, ia pun meminta pemerintah dan pemangku kepentingan olahraga di Berau untuk melakukan evaluasi sejak awal. 

    Liliansyah juga menegaskan pentingnya mempertahankan atlet berprestasi, sekaligus membina bibit-bibit muda sejak usia dini agar potensi yang dimiliki daerah tidak hilang begitu saja.

    "Kalau pembinaan berjalan baik dan kesejahteraan dijamin, tidak ada alasan atlet meninggalkan daerah," pungkasnya. (Adv)

    (Sf/Rs).

    Tim Editorial

    Connect With Us

    Copyright @ 2023 seputarfakta.com.
    All right reserved

    Kategori

    Informasi

    DPRD Kabupaten Berau

    Soroti Fenomena Perpindahan Atlet ke Daerah Lain, DPRD Berau Tekankan Pentingnya Jaminan Kesejahteraan

    seputarfakta.com - Baiq Eliana -

    DPRD Kabupaten Berau

    20 November 2025 06:02 WIB

    Ketua Komisi III DPRD Berau, Liliansyah. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Fenomena perpindahan atlet unggulan dari Kabupaten Berau ke berbagai daerah lain kembali menjadi perhatian serius. KONI Berau menyebut faktor kesejahteraan sebagai alasan utama para atlet memilih meninggalkan daerah. 

    Menanggapi situasi ini, Ketua Komisi III DPRD Berau, Liliansyah, menegaskan bahwa prestasi sulit diraih jika kebutuhan dasar atlet belum terpenuhi dengan baik.

    Ia menilai, meski perkembangan olahraga di Berau terus menunjukkan peningkatan yang mana hal ini ditandai dengan semakin maraknya komunitas olahraga dan tingginya minat masyarakat terhadap berbagai cabang, terutama atletik dimana dukungan anggaran dan perhatian pemerintah masih belum memadai.

    "Kita tidak bisa berharap banyak jika kesejahteraan atlet tidak diperhatikan. Mereka pindah karena ada daerah yang menawarkan kepastian dan dukungan lebih baik. Ini harus menjadi alarm bagi kita semua," ujar Liliansyah.

     

    Oleh karena itu, ia pun mendorong dinas terkait seperti Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) serta KONI Berau untuk segera mengambil langkah konkret dengan menyusun strategi pembinaan yang lebih serius dan terarah. Salah satu langkah penting adalah memetakan kebutuhan anggaran riil pembinaan agar upaya peningkatan prestasi tidak berjalan setengah-setengah.

    Selain itu, dirinya menekankan pentingnya menjalin kerja sama dengan sektor swasta melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) guna memperkuat dukungan pembinaan atlet. Menurutnya, banyak daerah lain yang telah sukses meningkatkan prestasi melalui kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha.

    "Kerja sama dengan swasta itu perlu. Pemerintah daerah tidak bisa bekerja sendiri, karena pembinaan atlet itu panjang dan berkelanjutan," tambahnya.

    Sementara itu, menjelang persiapan Porprov 2025 dan target menuju PON 2028, ia pun meminta pemerintah dan pemangku kepentingan olahraga di Berau untuk melakukan evaluasi sejak awal. 

    Liliansyah juga menegaskan pentingnya mempertahankan atlet berprestasi, sekaligus membina bibit-bibit muda sejak usia dini agar potensi yang dimiliki daerah tidak hilang begitu saja.

    "Kalau pembinaan berjalan baik dan kesejahteraan dijamin, tidak ada alasan atlet meninggalkan daerah," pungkasnya. (Adv)

    (Sf/Rs).