DPRD Kabupaten Berau

    DPRD Kabupaten Berau

    Soroti Banjir di Sekitar Bandara Kalimarau, DPRD Berau Dorong Pemerintah Lakukan Kajian Mendalam

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    11 Maret 2025 pukul 15:44 WITA

    Anggota DPRD Berau, Rudi Parasian Mangunsong. (Foto:Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Anggota DPRD Berau, Rudi Parasian Mangunsong menyoroti banjir di sekitar Bandara Kalimarau yang terjadi apabila hujan deras.

    Ia menekankan masalah banjir tersebut harus segera ditangani karena dapat mengganggu operasional bandara dan berdampak pada aktivitas ekonomi daerah. Ia pun menyebut, langkah awal yang harus dilakukan adalah mengidentifikasi penyebab utama banjir tersebut terjadi.

    "Apakah ini akibat drainase yang tersumbat, kapasitas saluran air yang sudah tidak memadai atau faktor lain seperti berkurangnya daya resap tanah akibat alih fungsi lahan," kata Anggota DPRD Berau, Rudi Parasian Mangunsong.

    Ia pun mencurigai maraknya pembukaan lahan untuk pertambangan dan perumahan menjadi salah satu pemicu utama berkurangnya resapan air di wilayah tersebut sehingga mengakibatkan genangan air atau banjir.

    "Jika banjir dibiarkan dan merambat hingga ke landasan pacu atau terminal, maka risiko keselamatan penerbangan bisa meningkat," katanya.

    Oleh karena itu, ia mendorong pemerintah daerah untuk segera melakukan kajian komprehensif mengenai permasalahan ini. Menurutnya, Kajian tersebut harus mencakup berbagai opsi solusi, yakni mulai dari peningkatan kapasitas saluran air, perbaikan sistem drainase, hingga evaluasi terhadap dampak eksploitasi lahan di kawasan sekitar bandara.

    "Pentingnya perencanaan pembangunan yang lebih matang dengan memperhitungkan faktor lingkungan," tuturnya.

    Selain itu, Rudi mengatakan solusi jangka panjang tidak hanya sebatas pembangunan drainase baru, tetapi juga harus mempertimbangkan aspek keberlanjutan agar masalah serupa tidak terus di kemudian hari.

    "Harus ada strategi yang menyeluruh, tidak hanya sekadar membuat saluran air lebih besar, tapi juga bagaimana menjaga keseimbangan lingkungan agar risiko banjir bisa diminimalisir," tandasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)

    DPRD Kabupaten Berau

    DPRD Kabupaten Berau

    Soroti Banjir di Sekitar Bandara Kalimarau, DPRD Berau Dorong Pemerintah Lakukan Kajian Mendalam

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    11 Maret 2025 pukul 15:44 WITA

    Anggota DPRD Berau, Rudi Parasian Mangunsong. (Foto:Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Anggota DPRD Berau, Rudi Parasian Mangunsong menyoroti banjir di sekitar Bandara Kalimarau yang terjadi apabila hujan deras.

    Ia menekankan masalah banjir tersebut harus segera ditangani karena dapat mengganggu operasional bandara dan berdampak pada aktivitas ekonomi daerah. Ia pun menyebut, langkah awal yang harus dilakukan adalah mengidentifikasi penyebab utama banjir tersebut terjadi.

    "Apakah ini akibat drainase yang tersumbat, kapasitas saluran air yang sudah tidak memadai atau faktor lain seperti berkurangnya daya resap tanah akibat alih fungsi lahan," kata Anggota DPRD Berau, Rudi Parasian Mangunsong.

    Ia pun mencurigai maraknya pembukaan lahan untuk pertambangan dan perumahan menjadi salah satu pemicu utama berkurangnya resapan air di wilayah tersebut sehingga mengakibatkan genangan air atau banjir.

    "Jika banjir dibiarkan dan merambat hingga ke landasan pacu atau terminal, maka risiko keselamatan penerbangan bisa meningkat," katanya.

    Oleh karena itu, ia mendorong pemerintah daerah untuk segera melakukan kajian komprehensif mengenai permasalahan ini. Menurutnya, Kajian tersebut harus mencakup berbagai opsi solusi, yakni mulai dari peningkatan kapasitas saluran air, perbaikan sistem drainase, hingga evaluasi terhadap dampak eksploitasi lahan di kawasan sekitar bandara.

    "Pentingnya perencanaan pembangunan yang lebih matang dengan memperhitungkan faktor lingkungan," tuturnya.

    Selain itu, Rudi mengatakan solusi jangka panjang tidak hanya sebatas pembangunan drainase baru, tetapi juga harus mempertimbangkan aspek keberlanjutan agar masalah serupa tidak terus di kemudian hari.

    "Harus ada strategi yang menyeluruh, tidak hanya sekadar membuat saluran air lebih besar, tapi juga bagaimana menjaga keseimbangan lingkungan agar risiko banjir bisa diminimalisir," tandasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)