Cari disini...

DPRD Kabupaten Berau
Ilustrasi petani padi (freepik)
Tanjung Redeb – Anggota DPRD Berau menyoroti kondisi terhadap ancaman serius dalam sektor pertanian pangan akibat banyaknya petani yang beralih ke kelapa sawit jika tidak segera di atasi. Anggota DPRD Berau, Agus Uriansyah, mengatakan pergeseran ini terjadi karena sawit dianggap lebih menguntungkan dibandingkan menanam padi atau komoditas pangan lainnya.
"Jika tidak segera diatasi, Kondisi tersebut dapat mengancam ketahanan pangan daerah yang selama ini menjadi salah satu lumbung beras di Kalimantan Timur," ujar Anggota DPRD Berau, Agus Uriansyah.
Selain itu, ia menegaskan bahwa Komisi II DPRD Berau juga telah mulai mengambil langkah-langkah strategis untuk menjaga keseimbangan sektor pertanian. Menurutnya, petani saat ini lebih tertarik pada hasil yang cepat dan menguntungkan, sehingga banyak yang meninggalkan pertanian pangan dan petani tentu ingin mendapatkan keuntungan yang lebih bagus. "Kita tidak boleh mengabaikan pentingnya ketahanan pangan daerah. Jika terus dibiarkan, kita akan semakin bergantung pada pasokan dari luar," katanya.
Sementara itu, sebagai solusi, DPRD Berau akan memperkuat sosialisasi kepada petani agar tetap mempertahankan lahan pertanian pangan. Kemudian berbagai langkah lain juga dapat ditempuh, seperti memperbaiki sistem pemasaran hasil panen, menjamin ketersediaan pupuk dan bibit, serta meningkatkan infrastruktur pendukung agar distribusi hasil pertanian lebih lancar. "Produksi pangan tidak akan maksimal jika akses distribusi masih terkendala. Ini yang harus menjadi perhatian serius agar petani tetap bertahan di sektor ini," tuturnya.
Agus pun berharap dengan adanya perhatian dari DPRD, diharapkan para petani tidak sepenuhnya beralih ke komoditas lain yang dapat berdampak pada ketahanan pangan Berau. Dan dukungan yang tepat diharapkan mampu memberikan keseimbangan antara keuntungan ekonomi bagi petani dan keberlanjutan produksi pangan di daerah Kabupaten Berau. (Adv)
(Sf/Mr)
Cari disini...

DPRD Kabupaten Berau

Ilustrasi petani padi (freepik)
Tanjung Redeb – Anggota DPRD Berau menyoroti kondisi terhadap ancaman serius dalam sektor pertanian pangan akibat banyaknya petani yang beralih ke kelapa sawit jika tidak segera di atasi. Anggota DPRD Berau, Agus Uriansyah, mengatakan pergeseran ini terjadi karena sawit dianggap lebih menguntungkan dibandingkan menanam padi atau komoditas pangan lainnya.
"Jika tidak segera diatasi, Kondisi tersebut dapat mengancam ketahanan pangan daerah yang selama ini menjadi salah satu lumbung beras di Kalimantan Timur," ujar Anggota DPRD Berau, Agus Uriansyah.
Selain itu, ia menegaskan bahwa Komisi II DPRD Berau juga telah mulai mengambil langkah-langkah strategis untuk menjaga keseimbangan sektor pertanian. Menurutnya, petani saat ini lebih tertarik pada hasil yang cepat dan menguntungkan, sehingga banyak yang meninggalkan pertanian pangan dan petani tentu ingin mendapatkan keuntungan yang lebih bagus. "Kita tidak boleh mengabaikan pentingnya ketahanan pangan daerah. Jika terus dibiarkan, kita akan semakin bergantung pada pasokan dari luar," katanya.
Sementara itu, sebagai solusi, DPRD Berau akan memperkuat sosialisasi kepada petani agar tetap mempertahankan lahan pertanian pangan. Kemudian berbagai langkah lain juga dapat ditempuh, seperti memperbaiki sistem pemasaran hasil panen, menjamin ketersediaan pupuk dan bibit, serta meningkatkan infrastruktur pendukung agar distribusi hasil pertanian lebih lancar. "Produksi pangan tidak akan maksimal jika akses distribusi masih terkendala. Ini yang harus menjadi perhatian serius agar petani tetap bertahan di sektor ini," tuturnya.
Agus pun berharap dengan adanya perhatian dari DPRD, diharapkan para petani tidak sepenuhnya beralih ke komoditas lain yang dapat berdampak pada ketahanan pangan Berau. Dan dukungan yang tepat diharapkan mampu memberikan keseimbangan antara keuntungan ekonomi bagi petani dan keberlanjutan produksi pangan di daerah Kabupaten Berau. (Adv)
(Sf/Mr)