Cari disini...

DPRD Kabupaten Berau
Anggota Komisi II DPRD Berau, Sutami. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)
Tanjung Redeb - DPRD Berau menilai pengelolaan sampah memiliki potensi besar untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Namun Komisi II DPRD Berau menekankan pentingnya evaluasi awal sebelum menetapkan target kontribusi PAD dari sektor ini.
Anggota Komisi II DPRD Berau, Sutami mengatakan pengelolaan sampah yang baik memerlukan sistem pemilahan sejak awal, termasuk di sektor usaha seperti perhotelan. Dengan pemilahan, sampah yang masih bisa diolah dimanfaatkan, sementara residu yang tidak dapat diolah dibuang ke TPA.
"Kami dorong agar ada tempat pemisahan residu di beberapa lokasi. Misalnya hotel harus memilah sampahnya sendiri, sehingga yang dibuang ke TPA hanyalah sisa yang tidak bisa digunakan lagi," jelasnya.
Ia pun menjelaskan penerapan teknologi seperti
Refuse Derived Fuel (RDF) dan sistem daur ulang memang berpotensi menghasilkan nilai ekonomi. Oleh karena itu, ia pun mendukung kerja sama antara pemerintah melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Berau dengan pihak ketiga untuk pengolahan sampah berbasis konservasi.
"Kita support kolaborasi ini selain dapat meningkatkan efektivitas pengelolaan ini juga bisa membuka peluang PAD jika dikelola serius," tambahnya.
Meski ada prospek pendapatan, Sutami mengingatkan agar target PAD tidak langsung dibebankan di awal kerja sama. Menurutnya keberhasilan program tersebut harus dibuktikan terlebih dahulu melalui operasional yang berjalan stabil.
"Fokus utama kita adalah memastikan pengelolaan sampah berjalan baik. Setelah evaluasi satu atau dua tahun, baru kita bisa tentukan kontribusi PAD. Jangan sampai target ditetapkan sebelum sistemnya benar-benar siap," tandasnya. (Adv)
(Sf/Lo)
Cari disini...

DPRD Kabupaten Berau

Anggota Komisi II DPRD Berau, Sutami. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)
Tanjung Redeb - DPRD Berau menilai pengelolaan sampah memiliki potensi besar untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Namun Komisi II DPRD Berau menekankan pentingnya evaluasi awal sebelum menetapkan target kontribusi PAD dari sektor ini.
Anggota Komisi II DPRD Berau, Sutami mengatakan pengelolaan sampah yang baik memerlukan sistem pemilahan sejak awal, termasuk di sektor usaha seperti perhotelan. Dengan pemilahan, sampah yang masih bisa diolah dimanfaatkan, sementara residu yang tidak dapat diolah dibuang ke TPA.
"Kami dorong agar ada tempat pemisahan residu di beberapa lokasi. Misalnya hotel harus memilah sampahnya sendiri, sehingga yang dibuang ke TPA hanyalah sisa yang tidak bisa digunakan lagi," jelasnya.
Ia pun menjelaskan penerapan teknologi seperti
Refuse Derived Fuel (RDF) dan sistem daur ulang memang berpotensi menghasilkan nilai ekonomi. Oleh karena itu, ia pun mendukung kerja sama antara pemerintah melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Berau dengan pihak ketiga untuk pengolahan sampah berbasis konservasi.
"Kita support kolaborasi ini selain dapat meningkatkan efektivitas pengelolaan ini juga bisa membuka peluang PAD jika dikelola serius," tambahnya.
Meski ada prospek pendapatan, Sutami mengingatkan agar target PAD tidak langsung dibebankan di awal kerja sama. Menurutnya keberhasilan program tersebut harus dibuktikan terlebih dahulu melalui operasional yang berjalan stabil.
"Fokus utama kita adalah memastikan pengelolaan sampah berjalan baik. Setelah evaluasi satu atau dua tahun, baru kita bisa tentukan kontribusi PAD. Jangan sampai target ditetapkan sebelum sistemnya benar-benar siap," tandasnya. (Adv)
(Sf/Lo)