Cari disini...

Seputarfakta.com - Baiq Eliana -
DPRD Kabupaten Berau
Anggota Komisi ll DPRD Berau, Sutami. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)
Tanjung Redeb - Tingginya jumlah kunjungan wisatawan selama libur panjang Idulfitri 2026 di Kabupaten Berau membawa dampak signifikan terhadap kondisi lingkungan di sejumlah destinasi wisata. Namun, tumpukan sampah yang muncul pascalibur menjadi perhatian serius DPRD Berau.
Anggota Komisi II DPRD Berau, Sutami, mengatakan setiap usai libur panjang, persoalan sampah selalu muncul. Dimana, persoalan sampah merupakan konsekuensi dari meningkatnya jumlah pengunjung.
"Ini harus ditangani cepat dan serius agar tidak mengganggu kenyamanan dan merusak wajah pariwisata kita," ujar Sutami.
Menurutnya, kebersihan merupakan kesan pertama yang dilihat wisatawan saat berkunjung. Sehingganya, ia mengingatkan dampak dari persoalan sampah tersebut tidak hanya bersifat sementara, tetapi juga dapat memengaruhi minat kunjungan wisatawan di masa mendatang.
"Sekali wisatawan kecewa, mereka bisa memilih tempat lain. Apalagi sekarang banyak pilihan destinasi. Kita tidak boleh lengah," katanya.
Sementara itu, ia pun mendorong Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) bersama instansi terkait untuk segera mengambil langkah konkret dan terkoordinasi. Penanganan sampah, menurutnya, harus dilakukan secara berkelanjutan, tidak hanya saat terjadi lonjakan pengunjung.
"Harus ada kerja sama. Pengelola wisata harus aktif, pemerintah hadir dengan kebijakan, dan masyarakat juga ikut menjaga. Ini tanggung jawab bersama," tuturnya.
Selain itu, dirinya juga menekankan peningkatan fasilitas pendukung, seperti penambahan tempat sampah di titik-titik strategis serta optimalisasi petugas kebersihan, terutama di lokasi yang ramai pengunjung.
"Kalau pengunjung meningkat, fasilitas juga harus ditambah. Jangan sampai sampah menumpuk hanya karena sarana tidak memadai. Kesadaran dari semua pihak juga penting, itu kunci. Percuma fasilitas lengkap kalau tidak ada kepedulian," ujarnya.
Sutami berharap momentum pascalibur Lebaran ini dapat menjadi bahan evaluasi bagi pengelolaan pariwisata Berau ke depan. Ia menegaskan bahwa keberhasilan sektor pariwisata tidak hanya diukur dari jumlah kunjungan, tetapi juga dari kualitas pengelolaannya.
"Kita tentu bangga dengan banyaknya wisatawan yang datang. Tapi itu harus diimbangi dengan pengelolaan yang baik, termasuk soal kebersihan," pungkasnya. (Adv)
(Sf/Lo)
Tim Editorial
Cari disini...

Seputarfakta.com - Baiq Eliana -
DPRD Kabupaten Berau

Anggota Komisi ll DPRD Berau, Sutami. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)
Tanjung Redeb - Tingginya jumlah kunjungan wisatawan selama libur panjang Idulfitri 2026 di Kabupaten Berau membawa dampak signifikan terhadap kondisi lingkungan di sejumlah destinasi wisata. Namun, tumpukan sampah yang muncul pascalibur menjadi perhatian serius DPRD Berau.
Anggota Komisi II DPRD Berau, Sutami, mengatakan setiap usai libur panjang, persoalan sampah selalu muncul. Dimana, persoalan sampah merupakan konsekuensi dari meningkatnya jumlah pengunjung.
"Ini harus ditangani cepat dan serius agar tidak mengganggu kenyamanan dan merusak wajah pariwisata kita," ujar Sutami.
Menurutnya, kebersihan merupakan kesan pertama yang dilihat wisatawan saat berkunjung. Sehingganya, ia mengingatkan dampak dari persoalan sampah tersebut tidak hanya bersifat sementara, tetapi juga dapat memengaruhi minat kunjungan wisatawan di masa mendatang.
"Sekali wisatawan kecewa, mereka bisa memilih tempat lain. Apalagi sekarang banyak pilihan destinasi. Kita tidak boleh lengah," katanya.
Sementara itu, ia pun mendorong Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) bersama instansi terkait untuk segera mengambil langkah konkret dan terkoordinasi. Penanganan sampah, menurutnya, harus dilakukan secara berkelanjutan, tidak hanya saat terjadi lonjakan pengunjung.
"Harus ada kerja sama. Pengelola wisata harus aktif, pemerintah hadir dengan kebijakan, dan masyarakat juga ikut menjaga. Ini tanggung jawab bersama," tuturnya.
Selain itu, dirinya juga menekankan peningkatan fasilitas pendukung, seperti penambahan tempat sampah di titik-titik strategis serta optimalisasi petugas kebersihan, terutama di lokasi yang ramai pengunjung.
"Kalau pengunjung meningkat, fasilitas juga harus ditambah. Jangan sampai sampah menumpuk hanya karena sarana tidak memadai. Kesadaran dari semua pihak juga penting, itu kunci. Percuma fasilitas lengkap kalau tidak ada kepedulian," ujarnya.
Sutami berharap momentum pascalibur Lebaran ini dapat menjadi bahan evaluasi bagi pengelolaan pariwisata Berau ke depan. Ia menegaskan bahwa keberhasilan sektor pariwisata tidak hanya diukur dari jumlah kunjungan, tetapi juga dari kualitas pengelolaannya.
"Kita tentu bangga dengan banyaknya wisatawan yang datang. Tapi itu harus diimbangi dengan pengelolaan yang baik, termasuk soal kebersihan," pungkasnya. (Adv)
(Sf/Lo)